Prakiraan Cuca Sumbar

Peringatan Dini Cuaca Ekstrem BMKG: Gelombang Tinggi Mengancam Perairan Sumatera Barat

BMKG Minangkabau Padang merilis peringatan dini cuaca ekstrem yang berpotensi memicu gelombang tinggi di sejumlah kawasan

Tayang:
Penulis: Rahmadisuardi | Editor: Rahmadi
Istimewa
PERINGATAN GELOMBANG TINGGI - Ilustrasi gelombang tinggi. BMKG Minangkabau Padang merilis peringatan dini cuaca ekstrem yang berpotensi memicu gelombang tinggi di sejumlah kawasan perairan Sumatra Barat (Sumbar). 

Ringkasan Berita:
  • BMKG keluarkan peringatan tinggi gelombang di perairan Sumbar hingga 10 Juni 2026.
  • Gelombang 2,5–4 meter berpeluang terjadi di Perairan Timur Pagai, nelayan diminta waspada.
  • Sejumlah perairan di Padang, Pariaman, dan Mentawai diprediksi diguyur hujan.
  • Kapal ferry dan tongkang berisiko terdampak jika angin dan gelombang meningkat.
  • Wilayah laut mana yang paling berbahaya dilalui dalam beberapa hari ke depan?

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Minangkabau Padang merilis peringatan dini cuaca ekstrem yang berpotensi memicu gelombang tinggi di sejumlah kawasan perairan Sumatra Barat (Sumbar).

Prakirawan BMKG Padang memprediksi fenomena alam ini berlangsung sejak tanggal 7 Juni 2026 pukul 19.00 WIB hingga 10 Juni 2026 pukul 19.00 WIB.

Pihak BMKG meminta para nelayan dan operator kapal meningkatkan kewaspadaan selama beraktivitas di laut.

Kondisi sinoptik menunjukkan angin bertiup dari arah Tenggara menuju Selatan dengan kecepatan berkisar antara 4 hingga 15 Knots.

Kondisi cuaca secara umum di perairan Sumbar berpotensi mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga sedang.

Baca juga: AceKid Hadir di Indonesia, Susu Formula dengan Sumber yang Dapat Ditelusuri

BMKG Padang mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem karena tinggi gelombang laut berpeluang mencapai 1,25 meter hingga 4,0 meter di beberapa titik strategis pelayaran.

Tinggi gelombang berkisar 1,25 meter hingga 2,5 meter berpeluang terjadi di Perairan Padang - Padang Pariaman, Perairan Pesisir Selatan, Perairan Timur Siberut, dan Perairan Timur Sipora.

Sementara itu, ancaman gelombang yang lebih tinggi berkisar 2,5 meter hingga 4,0 meter berpotensi melanda kawasan Perairan Timur Pagai.

Kondisi peringatan dini cuaca ekstrem ini membawa risiko besar bagi keselamatan pelayaran, mulai dari perahu nelayan hingga kapal berukuran besar.

BMKG Padang juga merinci rute pelayaran lain yang masuk dalam zona bahaya keselamatan. Wilayah tersebut meliputi Perairan Barat Siberut, Perairan Barat Sipora, dan Perairan Barat Pagai.

Nelayan yang menggunakan perahu ukuran kecil harus waspada jika kecepatan angin menyentuh 15 knot dengan tinggi gelombang 1,25 meter.

Baca juga: Pertamax Naik Jadi Rp17.000 per Liter di Sumbar, Emak-Emak di Padang Khawatir Uang Dapur Berkurang

Kapal tongkang menghadapi risiko jika angin berembus 16 knot dan gelombang mencapai 1,5 meter, sedangkan kapal ferry berisiko saat angin mencapai 21 knot dengan tinggi gelombang 2,5 meter.

Pihak BMKG menegaskan bahwa keselamatan pelayaran menjadi prioritas utama yang harus diperhatikan oleh seluruh pihak.

Dalam laporan resmi nomor B/ME.01.02/PDGT/07/TLB/VI/2026, prakirawan BMKG memberikan instruksi tertulis yang jelas bagi para pengguna moda transportasi laut.

"Berisiko terhadap keselamatan pelayaran: Perairan Timur Pagai, Perairan Barat Siberut, Perairan Barat Sipora, Perairan Barat Pagai. Perahu Nelayan apabila kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1.25 m. Kapal Tongkang apabila kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1.5 m. Kapal Ferry apabila kecepatan angin mencapai 21 knot dan tinggi gelombang mencapai 2.5 m," tulis Prakirawan BMKG Padang, Djunaidi Misbach, S.Tr dalam keterangan resminya dikutip Rabu (10/6/2026).

Masyarakat pesisir dan pelaku usaha transportasi laut wajib memantau perkembangan informasi cuaca secara berkala.

Melalui pembaruan peringatan dini cuaca ekstrem ini, BMKG Padang berharap seluruh nakhoda kapal dapat mengantisipasi bahaya gelombang tinggi demi mencegah kecelakaan laut di wilayah Sumatra Barat. (*)

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved