Prakiraan Cuaca
Efek Bulan Purnama, BMKG Minta Warga Waspada Banjir Rob di Pesisir Sumbar hingga 31 Mei
Banjir rob di Pesisir Sumbar berpotensi melanda sejumlah kawasan pantai akibat fenomena bulan purnama pada akhir Mei 2026.
Penulis: Rahmadisuardi | Editor: Rahmadi
Ringkasan Berita:
- BMKG peringatkan banjir rob di pesisir Sumbar akibat Bulan Purnama 31 Mei 2026.
- Padang, Pesisir Selatan, Agam hingga Pasaman Barat masuk daftar waspada.
- Mentawai juga berpotensi terdampak, termasuk Pulau Siberut, Sipora, dan Pagai.
- Aktivitas pelabuhan, permukiman pesisir, hingga perikanan bisa terganggu.
- BMKG minta warga pesisir Sumbar siaga, pasang laut maksimum masih mengintai.
TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Banjir rob di pesisir Sumatera Barat (Sumbar) berpotensi melanda sejumlah kawasan pantai akibat fenomena bulan purnama pada akhir Mei 2026.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat yang berada di kawasan pesisir untuk meningkatkan kewaspadaan guna mengantisipasi dampak pasang maksimum air laut tersebut.
BMKG memprediksi fenomena banjir rob di Pesisir Sumbar ini berlangsung selama empat hari, mulai tanggal 28 hingga 31 Mei 2026.
Berdasarkan rilis resmi BMKG dilansir Jumat (29/5/2026), peningkatan tinggi air laut ini dipicu oleh fase bulan purnama yang jatuh pada 31 Mei 2026.
"Adanya fenomena Bulan Purnama pada tanggal 31 Mei 2026 berpotensi meningkatkan ketinggian air laut maksimum," tulis Direktorat Meteorologi Maritim BMKG dalam keterangan resminya.
Baca juga: Fakultas Syariah UIN Imam Bonjol Padang Hadirkan Pakar Hukum Islam Singapura
Peringatan dini banjir rob di Pesisir Sumbar ini menyasar sejumlah wilayah kabupaten dan kota.
Daerah yang masuk dalam peta rawan tersebut meliputi Pesisir Kota Padang, Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten Agam, dan Kabupaten Pasaman Barat.
Selain wilayah daratan utama Sumatra Barat, wilayah kepulauan seperti Pesisir Kepulauan Mentawai yang mencakup Pulau Pagai, Pulau Siberut, dan Pulau Sipora juga mengalami potensi serupa.
Secara umum, fenomena alam ini mengganggu aktivitas masyarakat yang tinggal dan beroperasi di sekitar pelabuhan maupun wilayah pantai.
Dampak yang dapat timbul antara lain mengganggu aktivitas bongkar muat di pelabuhan, menggenangi pemukiman warga pesisir, serta merendam area tambak garam dan perikanan darat.
Baca juga: Efek Messi-Ronaldo, Jersey Timnas Argentina dan Portugal Paling Diburu di Padang Jelang Piala Dunia
Oleh karena itu, BMKG mengimbau warga untuk terus memantau pembaruan data cuaca maritim melalui saluran resmi yang tersedia, seperti Call Center BMKG atau mendatangi kantor BMKG terdekat.
Langkah ini penting agar masyarakat dapat mengantisipasi luapan air laut sebelum merugikan sektor ekonomi dan pemukiman penunjang harian warga.
Seluruh elemen masyarakat penunjang pesisir wajib mengamankan barang berharga serta mendesain strategi evakuasi mandiri guna menghindari terjangan banjir rob di Pesisir Sumbar yang puncaknya bertepatan dengan fase bulan purnama. (*)
peringatan dini banjir rob
Cara mengatasi banjir rob
Apa itu banjir rob?
Banjir Rob
Banjir Rob di Padang
| Prakiraan Cuaca 7 Kota Sumbar: Waspada Hujan Petir di Sawahlunto dan Hujan Ringan di Padang |
|
|---|
| Cuaca 7 Kota di Sumbar Hari Ini 9 April 2026, Payakumbuh Hujan Petir, Bukittinggi Hujan Ringan |
|
|---|
| Waspada Hujan Malam Hari, Cek Cuaca Gunung Marapi 29-30 Maret 2026 di Banuhampu hingga X Koto |
|
|---|
| Padang Dikepung Kabut Asap, Cek Prakiraan Cuaca Sumbar Hari Ini 11 Maret 2026 di 7 Kota |
|
|---|
| BMKG Ingatkan Musim Kemarau 2026 Lebih Awal, El Nino Ancam Wilayah Sumatera Lebih Kering |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/bulan-purnama-dilihat-dari-tokyo-jepang.jpg)