Kabupaten Dharmasraya

Jadwal DCL 2026 Rilis, Bupati Dharmasraya Targetkan Geliat Ekonomi Nagari

Pemerintah Kabupaten Dharmasraya resmi merilis jadwal kompetisi sepak bola antar-nagari terbesar di Sumatera Barat, Dharmasraya

Tayang:
Penulis: Arif Ramanda Kurnia | Editor: Rahmadi
Dokumentasi/Pemkab Dharmasraya
DCL- Pemerintah Kabupaten Dharmasraya setempat secara resmi mengumumkan penyelenggaraan Dharmasraya Champions League (DCL) 2026, sebuah turnamen sepak bola antar-nagari yang dirancang untuk menjadi katalisator persatuan sekaligus penggerak roda ekonomi daerah. 
Ringkasan Berita:
  • DCL 2026 resmi dimulai, 160 laga siap digelar di delapan zona Dharmasraya.
  • Duel Siguntur vs Gunung Medan jadi laga pembuka yang paling ditunggu warga.
  • Pemkab Dharmasraya targetkan UMKM ikut merasakan dampak turnamen sepak bola.
  • Rivalitas Kurnia Selatan dan Abai Siat diprediksi memanas sejak pekan pertama.
  • DCL 2026 tak hanya soal bola, tapi juga pembinaan pemuda dan cegah narkoba.

TRIBUNPADANG.COM, DHARMASRAYA - Pemerintah Kabupaten Dharmasraya resmi merilis jadwal kompetisi sepak bola antar-nagari terbesar di Sumatera Barat, Dharmasraya Champions League (DCL) 2026.

Turnamen yang diinisiasi oleh Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, ini diproyeksikan tidak hanya menjadi panggung unjuk bakat pesepak bola lokal, tetapi juga motor penggerak ekonomi kerakyatan.

Kompetisi yang membagi wilayah tanding ke dalam delapan zona tersebut dipastikan bakal menyuguhkan tensi tinggi sejak hari pertama.

Kehadiran turnamen ini dinilai menjadi angin segar bagi pembinaan olahraga sekaligus hiburan masyarakat di tingkat akar rumput.

Laga pembuka atau kick-off perdana DCL 2026 dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (6/6/2026) di Stadion GOR Dharmasraya Koto Padang. 

Baca juga: Dauky Kenalkan Motion Wear di Padang, Outfit Nyaman untuk Perempuan Aktif

Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, menyampaikan bahwa kompetisi ini merupakan pengejawantahan dari visi pemerintah daerah untuk menghidupkan kembali semangat sportivitas di akar rumput. 

Menurutnya, sepak bola memiliki kekuatan unik dalam menyatukan perbedaan dan membangun identitas kolektif masyarakat.

Sistem kompetisi dirancang secara inklusif dengan membagi para peserta ke dalam delapan zona pertandingan. 

“Format ini sengaja dipilih agar kemeriahan turnamen tidak hanya terpusat di ibu kota kabupaten, melainkan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat di berbagai wilayah kecamatan setiap akhir pekan,”terangnya dilansir resmi Selasa (19/5/2026).

Sebanyak 160 pertandingan akan digelar sepanjang turnamen, di mana setiap tim di masing-masing zona akan memperebutkan posisi juara dan runner-up. 

Baca juga: Elzatta Hadir di Basko City Mall Padang, Tawarkan Pengalaman Belanja Modern

Tim-tim terbaik tersebut nantinya akan melaju ke babak 16 besar yang menggunakan sistem gugur, sebuah fase krusial yang dipastikan akan menguras emosi dan stamina para pemain.

Pertandingan di Zona 2 ini akan mempertemukan kesebelasan Siguntur melawan Gunung Medan, yang diprediksi menjadi salah satu duel paling bergengsi di pekan pertama.

Secara peta kekuatan, Siguntur diyakini bakal mengandalkan kolektivitas permainan serta determinasi tinggi dari deretan pilar muda mereka. 

Di sisi lain, Gunung Medan datang dengan modal segudang pengalaman serta mentalitas bertanding yang sudah teruji dalam berbagai turnamen terbuka.

Sehari berselang, Minggu (7/6/2026), giliran Zona 1 yang memulai roda kompetisi di Lapangan Sedasi Sungai Kambut. 

Baca juga: Polisi Gerebek Pesta Sabu di Lima Puluh Kota, Tangkap 4 Pengedar dan Sita 25 Gram Narkoba

Laga pembuka zona ini menyajikan bentrok antara tuan rumah Sungai Kambut yang ditantang oleh Gunung Selasih.

Sungai Kambut diprediksi langsung mengambil inisiatif menyerang demi mengamankan poin penuh di hadapan publik sendiri. 

Kendati demikian, Gunung Selasih bukan lawan yang mudah dipatahkan mengingat mereka memiliki reputasi lini serang yang cepat melalui skema balik yang mematikan.

Atmosfer yang tidak kalah sengit juga bakal tersaji di Zona 3 yang berpusat di Lapangan Sungai Duo. Tim tuan rumah Sungai Duo dijadwalkan menjamu kesebelasan Timpeh pada pertandingan pembuka mereka.

Bermain di kandang menjadi motivasi berlipat bagi Sungai Duo untuk mengamankan poin perdana. Namun, Timpeh yang datang sebagai penantang dipastikan mengusung ambisi besar untuk menjegal langkah tuan rumah dan mencuri kemenangan.

Baca juga: Wagub Sumbar Kecelakaan di Solok, Jalan Tikungan Gelap di Solok Langsung Dapat Perbaikan Penerangan

Beralih ke Zona 4, Lapangan Sungai Langkok akan menjadi saksi bisu pertemuan antara tim tangguh Sungai Langkok melawan Koto Beringin. 

Pertemuan kedua kesebelasan ini diperkirakan berjalan dengan intensitas tinggi dan keras.

Karakter permainan kedua tim yang dikenal pantang menyerah menjadi jaminan mutu laga ini. Apalagi, baik Sungai Langkok maupun Koto Beringin sama-sama memiliki basis suporter yang sangat militan dalam memberikan dukungan langsung.

Sementara itu, persaingan di Zona 5 akan mempertemukan Tiumang dengan Koto Padang di Lapangan Tiumang. 

Memanfaatkan status sebagai tuan rumah, Tiumang diprediksi akan memperagakan gaya permainan agresif sejak menit-menit awal babak pertama.

Menghadapi tekanan tersebut, Koto Padang disinyalir akan menerapkan strategi defensif yang disiplin. Mereka diperkirakan bakal menunggu momentum yang tepat untuk melancarkan serangan kilat guna mencuri gol.

Baca juga: Ombudsman Sumbar Verifikasi Laporan WALHI Terkait Gubernur Mengenai Izin Tambang di Kasang

Di Zona 6, Lapangan Koto Baru akan menggelar laga sarat gengsi antara Koto Baru melawan Sialang Gaung. Pertandingan ini menjadi panggung pembuktian bagi talenta-talenta muda potensial yang mendominasi komposisi skuad kedua tim.

Bagi kedua kesebelasan, kemenangan di laga perdana ini sangat krusial. Pasalnya, hasil positif di awal turnamen akan membuka jalan lebih lebar untuk mengamankan tiket menuju babak selanjutnya.

Nuansa rivalitas baru akan mewarnai laga pembuka Zona 7 di Lapangan Ambasador Kurnia Selatan, yang mempertemukan Kurnia Selatan dengan Abai Siat. Pertemuan kedua tim selalu berhasil menyedot perhatian besar dari masyarakat setempat.

Hal ini tidak lepas dari tensi persaingan kedua nagari yang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir di kancah sepak bola lokal. Kemenangan dalam laga ini tidak hanya berarti tiga poin, melainkan juga pertaruhan gengsi daerah.

Sebagai penutup rangkaian laga perdana, Zona 8 akan menggelar pertandingan antara Sungai Rumbai melawan Alahan Nan Tigo. 

Laga ini akan dihelat di Stadion Mini Tuanku Kerajaan Sungai Rumbai, yang merupakan arena termegah di zona tersebut.

Baca juga: Ombudsman Sumbar Verifikasi Laporan WALHI Terkait Gubernur Mengenai Izin Tambang di Kasang

Dukungan penuh dari suporter tuan rumah dipastikan bakal membuat atmosfer pertandingan berjalan sangat meriah. Kemegahan stadion diharapkan mampu memotivasi para pemain untuk menunjukkan performa terbaik mereka di atas lapangan.

Selain menjadi wadah kompetisi, Bupati Annisa Suci Ramadhani menegaskan bahwa DCL 2026 dirancang sebagai program multimedia yang multi-efek. 

Pemerintah daerah setempat berharap perputaran uang melalui sektor UMKM di sekitar stadion dapat mendongkrak pendapatan masyarakat ekonomi lemah.

Di samping dampak ekonomi, turnamen ini juga mengemban misi sosial yang penting bagi masa depan daerah. DCL 2026 diharapkan mampu menjadi ruang aktivitas positif yang efektif bagi generasi muda Dharmasraya, sekaligus membentengi mereka dari bahaya pergaulan negatif seperti kenakalan remaja dan penyalahgunaan narkoba. (*)

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved