Kabupaten Dharmasraya

Jadwal Dharmasraya Champions League 2026 Dibuka 6 Juni, Delapan Zona Siap Panaskan Rivalitas

Kompetisi sepak bola antar-nagari bertajuk Dharmasraya Champions League 2026 yang akan bergulir mulai 6 Juni mendatang,

Tayang:
Penulis: Arif Ramanda Kurnia | Editor: Rahmadi
TribunPadang.com/Pemkab Dharmasraya
DCL - Kompetisi sepak bola antar-nagari bertajuk Dharmasraya Champions League 2026 yang akan bergulir mulai 6 Juni mendatang, diprediksi bakal berlangsung ketat. Kejuaraan ini merupakan salah satu program olahraga unggulan yang diinisiasi langsung oleh Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, bersama Wakil Bupati Leli Arni. 
Ringkasan Berita:
  • Dharmasraya Champions League 2026 resmi dimulai 6 Juni mendatang.
  • Delapan zona diisi tim nagari dengan rivalitas lama yang kembali memanas.
  • Zona 2 disebut paling sengit, diisi klub tradisional penuh pengalaman.
  • Sebanyak 160 laga digelar, hanya dua tim tiap zona lolos 16 besar.
  • Final di Koto Padang, duel panas diprediksi hadir sejak laga pertama.

TRIBUNPADANG.COM, DHARMASRAYA - Kompetisi sepak bola antar-nagari bertajuk Dharmasraya Champions League 2026 yang akan bergulir mulai 6 Juni mendatang, diprediksi bakal berlangsung ketat. 

Selain mempertemukan tim-tim tradisional dengan basis pendukung yang loyal, pembagian delapan zona kompetisi tahun ini dipastikan menghidupkan kembali rivalitas panjang antardesa adat (nagari) di arena sepak bola amatir Sumatra Barat.

Turnamen skala besar ini dijadwalkan bakal memulai sepak mula (kick-off) pada 6 Juni 2026 mendatang. Kejuaraan ini merupakan salah satu program olahraga unggulan yang diinisiasi langsung oleh Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, bersama Wakil Bupati Leli Arni.

Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, menyampaikan bahwa kompetisi ini merupakan pengejawantahan dari visi pemerintah daerah untuk menghidupkan kembali semangat sportivitas di akar rumput. 

Menurutnya, sepak bola memiliki kekuatan unik dalam menyatukan perbedaan dan membangun identitas kolektif masyarakat.

Baca juga: Semen Padang FC Vs Persebaya, Suporter Padang Tuntut Kabau Sirah Menang demi Harga Diri

Sistem kompetisi dirancang secara inklusif dengan membagi para peserta ke dalam delapan zona pertandingan. 

“Format ini sengaja dipilih agar kemeriahan turnamen tidak hanya terpusat di ibu kota kabupaten, melainkan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat di berbagai wilayah kecamatan setiap akhir pekan,”terangnya dilansir resmi, Jumat (15/5/2026).

Sebanyak 160 pertandingan akan digelar sepanjang turnamen, di mana setiap tim di masing-masing zona akan memperebutkan posisi juara dan runner-up. 

Tim-tim terbaik tersebut nantinya akan melaju ke babak 16 besar yang menggunakan sistem gugur, sebuah fase krusial yang dipastikan akan menguras emosi dan stamina para pemain.

Puncak dari drama lapangan hijau ini dijadwalkan berlangsung di Sport Center Koto Padang, Kecamatan Koto Baru. 

Baca juga: Semen Padang FC Hanya Mainkan Satu Pemain Asing Lawan Persebaya, Imran Nahumarury Buka Suara

Sistem kompetisi yang ketat membuat tensi pertandingan dipastikan langsung tinggi sejak hari pertama. Pasalnya, dari setiap zona yang bertanding, hanya ada dua tim terbaik yang berhak mengantongi tiket lolos ke babak 16 besar.

Fase gugur yang mempertemukan tim-tim terbaik tersebut nantinya akan dipusatkan di Gelanggang Olah Raga (GOR) Dharmasraya. Lokasi stadion utama ini berada di Koto Padang, Kecamatan Koto Baru.

Melihat peta kekuatan di Zona 1, aroma persaingan ketat sudah mulai tercium. Tiga tim kuat, yakni Silago, Sungai Kambut, dan Gunung Selasih, berada dalam satu grup yang sama. Karakter permainan keras dan cepat khas wilayah ini dijamin bakal menghibur penonton.

Keuntungan besar tampaknya berada di tangan kubu Sungai Kambut. Bertindak sebagai tuan rumah di Zona 1, mereka diprediksi mendapat suntikan motivasi lebih dari ribuan suporter fanatiknya.

Baca juga: Laga Kandang Terakhir Semen Padang FC: Panggung Pembuktian Pemain Pelapis Kontra Persebaya

Pindah ke Zona 2, atmosfer kompetisi dipastikan jauh lebih mencekam bagi para kontestan. Wilayah ini langsung mendapat julukan sebagai zona neraka karena dihuni oleh deretan klub tradisional yang sudah kenyang pengalaman.

Nama-nama besar seperti IV Koto Pulau Punjung, Sikabau, Sungai Dareh, dan Gunung Medan akan saling sikut. Sejarah rivalitas panjang di kawasan Pulau Punjung diyakini membuat laga di zona ini selalu dinanti oleh pencinta bola lokal.

Sementara itu, peta kekuatan yang jauh lebih berimbang terlihat di Zona 3. Nagari Sitiung, Sungai Duo, Timpeh, dan Taratak Tinggi memiliki peluang yang sama besarnya untuk melaju ke babak berikutnya.

Pertumbuhan kultur sepak bola yang masif di wilayah Zona 3 dalam beberapa tahun terakhir menjadi daya tarik tersendiri. 

Mengingat jumlah peserta yang cukup padat, ketahanan fisik dan kedalaman skuad akan menjadi kunci utama kelolosan.

Baca juga: Line Up Semen Padang vs Persebaya: Imran Turunkan Pemain Pelapis, Iqbal Bachtiar Starter

Tensi tinggi juga dipastikan menyelimuti jalannya pertandingan di Zona 4. Komunitas sepak bola di Padang Laweh, Batu Rijal, Muaro Sopan, dan Sungai Langkok dikenal memiliki basis pendukung yang sangat militan.

Beralih ke Zona 5, penonton akan disuguhkan dengan permainan yang lebih modern dan mengandalkan kecepatan. Tiumang dan Koto Salak, yang dikenal sebagai gudang pesepak bola muda berbakat, siap pamer taji di hadapan Pulau Mainan dan Simalidu.

Di Zona 6, status Koto Baru sebagai tuan rumah membuat mereka lebih diunggulkan di atas kertas. Meski begitu, langkah mereka tidak akan mudah karena harus menghadapi kolektifitas permainan dari Ampang Kuranji, Sialang Gaung, dan Koto Tinggi.

Panggung adu gengsi antarwilayah tetangga juga tersaji di Zona 7. Rivalitas klasik antara Koto Besar dan Koto Salak, ditambah kehadiran Bonjol serta Kurnia Selatan, diprediksi membuat atmosfer stadion menjadi yang paling meriah.

Terakhir, Zona 8 hadir sebagai kelompok yang paling sulit ditebak jalannya pertandingan. Sungai Rumbai, Sungai Rumbai Timur, Sinamar, dan Lubuk Besar sama-sama menyandang status sebagai tim kuda hitam.

Baca juga: 9 Orang Tewas di Tambang Emas Sijunjung, WALHI Sumbar Nilai Negara Gagal Lindungi Warga dan Hutan

Gaya bermain terbuka yang dianut tim-tim di Zona 8 ini diprediksi akan memanjakan mata penonton lewat drama hujan gol di setiap pertandingannya.

Secara keseluruhan, Dharmasraya Champions League 2026 tidak hanya sekadar mencari pemenang di lapangan hijau. Lebih dari itu, pesta rakyat ini diharapkan mampu membangkitkan roda perekonomian UMKM di sekitar lokasi pertandingan serta mempererat silaturahmi antarwarga nagari. (*)

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved