Kabupaten Dharmasraya
Bupati Annisa Lantik Eks Pejabat Solok Medison Jadi Sekda Dharmasraya, Targetkan Pelayanan Bersih
Pemerintah Kabupaten Dharmasraya kini resmi memiliki nakhoda baru di jajaran birokrasi tertinggi.
Penulis: Arif Ramanda Kurnia | Editor: Rahmadi
Ringkasan Berita:
- Medison resmi dilantik jadi Sekda Dharmasraya oleh Bupati Annisa.
- Jabatan Sekda disebut jadi kunci percepatan program pembangunan daerah.
- Annisa minta birokrasi bergerak cepat dan pelayanan tak berbelit.
- Medison diminta satukan OPD dan kawal serapan anggaran 2026.
- Pelantikan Sekda baru tandai berakhirnya masa transisi birokrasi.
TRIBUNPADANG.COM, DHARMASRAYA - Pemerintah Kabupaten Dharmasraya kini resmi memiliki nakhoda baru di jajaran birokrasi tertinggi.
Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani melantik Medison, sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) definitif pada Kamis (7/5/2026).
Pelantikan ini diharapkan mampu mempercepat akselerasi program kerja daerah di tengah tantangan tata kelola pemerintahan yang kian kompleks.
Prosesi pengambilan sumpah jabatan yang berlangsung di Auditorium Dharmasraya, Pulau Punjung, ini menandai berakhirnya masa transisi kepemimpinan administratif di kabupaten tersebut.
Medison, yang sebelumnya dikenal sebagai birokrat senior dengan rekam jejak panjang di Kabupaten Solok dan Sijunjung, kini memikul tanggung jawab besar sebagai jembatan antara kebijakan politik bupati dengan implementasi di lapangan.
Baca juga: Pemko Padang Perkuat Pengendalian Inflasi Momen Idul Adha, Cabai dan Bawang Jadi Fokus
Dalam pidatonya, Bupati Annisa menekankan bahwa posisi Sekda bukan sekadar jabatan struktural biasa.
Menurut dia, Sekda merupakan jabatan tertinggi dalam jenjang karier aparatur sipil negara (ASN) di tingkat daerah. Oleh karena itu, sosok yang terpilih harus mampu menjadi motor penggerak utama bagi seluruh perangkat daerah.
"Sekretaris Daerah adalah penjamin terlaksananya visi dan misi kepala daerah yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Ia harus mampu menjadi jembatan yang kokoh antara kepala daerah dengan jajaran birokrasi di bawahnya," ujar Annisa.
Proses penetapan Medison sebagai Sekda definitif pun diklaim telah melalui jalur formal yang ketat.
Annisa menegaskan bahwa pengangkatan ini didasarkan pada mekanisme uji kompetensi yang sesuai dengan regulasi perundang-undangan yang berlaku, guna memastikan prinsip meritokrasi tetap terjaga.
Baca juga: Padang Targetkan City of Gastronomy UNESCO 2027, Wako Temui Menteri Ekonomi Kreatif
Langkah pelantikan ini diperkuat dengan keluarnya rekomendasi dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) pada akhir April lalu, serta surat rekomendasi dari Gubernur Sumatera Barat yang terbit pada 4 Mei 2026.
Legalitas ini menjadi fondasi kuat bagi Medison untuk memulai tugasnya tanpa hambatan administratif.
Tantangan bagi Sekda baru tidaklah ringan. Annisa menitikberatkan pada tiga poin utama: integritas, efisiensi pelayanan publik, dan ketepatan serapan anggaran tahun 2026.
Ia meminta agar sistem birokrasi di Dharmasraya tidak lagi berbelit-belit dalam melayani kebutuhan masyarakat.
"Masyarakat menaruh harapan besar agar roda pemerintahan berjalan lebih cepat, bersih, dan berorientasi pada pelayanan. Integritas harus menjadi napas utama bagi setiap ASN, dan Sekda adalah teladannya," tegas Annisa.
Selain aspek pelayanan publik, Medison juga diminta untuk segera melakukan konsolidasi internal.
Baca juga: 43 Hari Kematian Pengamen Karim Belum Terungkap, Keluarga Kecewa Proses Hukum Lambat
Bupati menginginkan adanya komunikasi yang sehat antar-ASN tanpa adanya diskriminasi. Sinergi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) dianggap sebagai kunci sukses untuk mencapai target pembangunan daerah.
Hadir dalam acara tersebut sejumlah pejabat penting, di antaranya Kepala BKD Sumbar Fitriati yang mewakili Gubernur Sumbar, perwakilan Bupati Solok, serta jajaran pimpinan DPRD Dharmasraya.
Kehadiran unsur Forkopimda dan tokoh adat setempat juga memberikan legitimasi sosial bagi pejabat yang baru dilantik.
Kepada seluruh kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Dharmasraya, Bupati Annisa memberikan instruksi tegas untuk memberikan dukungan penuh kepada Medison.
Kerja sama yang solid diperlukan agar tidak terjadi ego sektoral yang selama ini kerap menghambat jalannya pembangunan di daerah.
Di sisi lain, momentum pelantikan ini juga menjadi ajang penghormatan bagi pejabat sebelumnya.
Baca juga: Siswa SMP di Dharmasraya Tewas Kecelakaan, Motor Diduga Hilang Kendali Saat Kecepatan Tinggi
Annisa secara khusus menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Drs. Jasman yang telah menjalankan tugas sebagai Penjabat (Pj) Sekda selama sekitar sepuluh bulan terakhir.
Selama masa transisi sejak Juli 2025, Jasman dinilai telah berhasil menjaga stabilitas birokrasi dan memberikan kontribusi signifikan terhadap jalannya pemerintahan.
Pengabdian tersebut dipandang sebagai fondasi yang baik untuk diteruskan oleh Sekda definitif yang baru.
"Dedikasi dan loyalitas yang telah diberikan selama masa tugas Pj Sekda merupakan kontribusi besar bagi masyarakat Dharmasraya. Kami berharap estafet kepemimpinan ini membawa perubahan ke arah yang lebih baik," pungkas Annisa. (*)
| Pembangunan Sekolah Rakyat di Dharmasraya Dikebut, Target Selesai 20 Juni 2026 Demi Siswa Baru |
|
|---|
| Pemkab Dharmasraya Gelar Lomba Perpustakaan Nagari Terbaik 2026, Hadiah Puluhan Juta Menanti |
|
|---|
| Pemkab Dharmasraya Percepat Pembangunan Jembatan Batang Mimpi di Sikabau |
|
|---|
| Bupati Annisa Suci Ramadhani Lepas 83 Jemaah Haji Dharmasraya, Titip Doa untuk Kemajuan Daerah |
|
|---|
| Pemkab Dharmasraya Pasang Box Culvert, Perbaiki Jalan Amblas di Nagari Kurnia Selatan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/PELANTIKAN-SEKDA-Bupati-Dhf-sebf.jpg)