Gempa Bumi di Sumbar

Gempa Magnitudo 3,2 Guncang Barat Daya Pariaman Rabu Malam

Berdasarkan data resmi dari BMKG, gempa berkekuatan magnitudo 3,2 tersebut terjadi tepat pada pukul 20.13 WIB.

Tayang:
Penulis: Rezi Azwar | Editor: Rezi Azwar
Dokumentasi/BMKG Padang Panjang
GEMPA DI SUMBAR- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan peristiwa gempa bumi yang mengguncang wilayah Kota Pariaman, Sumatera Barat, pada Rabu malam (6/5/2026). Berdasarkan data resmi dari BMKG, gempa berkekuatan magnitudo 3,2 tersebut terjadi tepat pada pukul 20.13 WIB. 
Ringkasan Berita:
  • Gempa bumi mengguncang wilayah Kabupaten Padang Pariaman.
  • Berdasarkan data resmi dari BMKG, gempa berkekuatan magnitudo 3,2 tersebut terjadi tepat pada pukul 20.13 WIB.
  • BMKG mencatat gempa ini berpusat pada kedalaman mencapai 27 kilometer.

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan peristiwa gempa bumi yang mengguncang wilayah Kota Pariaman, Sumatera Barat, pada Rabu malam (6/5/2026).

Berdasarkan data resmi dari BMKG, gempa berkekuatan magnitudo 3,2 tersebut terjadi tepat pada pukul 20.13 WIB.

Hasil analisis menunjukkan pusat gempa berada pada koordinat 1.16 Lintang Selatan (LS) dan 99.78 Bujur Timur (BT).

Secara administratif, lokasi ini berjarak sekitar 72 kilometer arah barat daya Pariaman, Sumatera Barat.

Baca juga: Pemko Padang Rampungkan Pemeriksaan LKPD 2025, BPK Serahkan Catatan Evaluasi

BMKG mencatat gempa ini berpusat pada kedalaman mencapai 27 kilometer.

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Pastikan untuk selalu memantau informasi resmi melalui kanal komunikasi BMKG atau BPBD setempat.

Skala MMI Gempa Bumi

Dalam kejadian gempa selalu diikuti dengan skala MMI.

Skala MMI (Modified mercalli Intensity) adalah satuan untuk mengukur kekuatan gempa.

Skala MMI dibagi menjadi 12 berdasarkan informasi korban selamat dan kerusakan yang terjadi akibat gempa bumi tersebut.

I MMI

Getaran gempa tidak dapat dirasakan kecuali dalam keadaan luarbiasa oleh beberapa orang.

Baca juga: Pemkab Solok Selatan Siapkan 11 Hektare Lahan untuk Pembangunan Sekolah Rakyat di Kecamatan Sangir

II MMI

Getaran atau goncangan gempa dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung seperti lampu gantung bergoyang.

III MMI

Getaran gempa dirasakan nyata dalam rumah.

Getaran terasa seakan-akan ada naik di dalam truk yang berjalan.

IV MMI

Pada saat siang hari dapat dirasakan oleh orang banyak di dalam rumah, di luar rumah oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu bergoyang hingga berderik dan dinding berbunyi.

V MMI

Getaran gempa bumi dapat dirasakan oleh hampir semua orang, orang-orang berlarian, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan benda besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti.

Baca juga: Rupiah Tembus Rp17.380 per Dolar AS, Pakar Ekonomi Ungkap Dampak ke UMKM Sumbar

VI MMI

Getaran gempa bumi dirasakan oleh semua orang.

Kebanyakan orang terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap di pabrik rusak, kerusakan ringan.

VII MMI

Semua orang di rumah keluar.

Kerusakan ringan pada rumah dengan bangunan dan kontruksi yang baik.

Sedangkan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik terjadi retakan bahkan hancur, cerobong asap pecah.

Dan, getaran dapat dirasakan oleh orang yang sedang naik kendaraan.

VIII MMI

Kerusakan ringan pada bangunan dengan konstruksi kuat.

Keretakan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik, dinding terlepas dari rangka rumah, cerobong asap pabrik dan monumen roboh, air berubah keruh.

IX MMI

Kerusakan pada bangunan dengan konstruksi kuat, rangka rumah menjadi tidak lurus, banyak terjadi keretakan.

Rumah tampak bergeser dari pondasi awal. Pipi-pipa dalam rumah putus.

X MMI

Bangunan dari kayu yang kuat rusak, rangka rumah lepas dari pondamennya, tanah terbelah rel melengkung, tanah longsor di tiap-tiap sungai dan di tanah-tanah yang curam.

XI MMI

Bangunan-bangunan yang sedikit yang masih berdiri.

Jembatan rusak, terjadi lembah. Pipa dalam tanah tidak dapat terpakai sama sekali, tanah terbelah, rel sangat melengkung.

XII MMI

Hancur total, gelombang tampak pada permukaan tanah.

Pemandangan berubah gelap, benda-benda terlempar ke udara.(*)

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved