UNSYKA Padang dan BINUS University Kembangkan Riset Kesehatan Berbasis AI, Perkuat Teknologi Medis
Kolaborasi selama tiga tahun dorong inovasi AI di sektor kesehatan dan publikasi internasional.
Ringkasan Berita:
- UNSYKA gandeng BINUS, fokus riset kesehatan berbasis AI di Padang
- PKS diteken, kolaborasi jalan 3 tahun, targetkan hasil konkret
- Riset garap computer vision, NLP, hingga data analytics
- BINUS siapkan server, UNSYKA kumpulkan dan uji data lapangan
- Workshop internasional digelar, peserta dapat sertifikat AI
TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Universitas Syedza Saintika (UNSYKA) resmi menjalin Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan BINUS University untuk memperkuat riset kesehatan berbasis Artificial Intelligence (AI).
Penandatanganan kerja sama ini berlangsung di Meeting Room Lantai 2 Kampus UNSYKA, Kota Padang, pada 29 April 2026, sebagai awal kolaborasi strategis senilai yang akan berjalan selama tiga tahun ke depan.
Rektor UNSYKA, Gusliani Eka Putri, menyampaikan bahwa kerja sama ini menjadi langkah nyata dalam menggabungkan keunggulan kedua institusi.
“Sinergi dengan BINUS, khususnya dalam bidang AI, akan membuka pintu bagi dosen dan mahasiswa kami untuk terlibat dalam riset kesehatan yang memiliki relevansi global dan dampak lokal yang signifikan,” ujarnya.
Delegasi BINUS University dipimpin oleh Bens Pardamean selaku Direktur Bioinformatics & Data Science Research Center (BDSRC) sekaligus NVIDIA-BINUS AI Research & Development Center.
Kerja sama ini tidak sekadar formalitas, melainkan difokuskan pada pengembangan riset di bidang Computer Vision, Natural Language Processing (NLP), serta Data Analytics yang diaplikasikan dalam sektor kesehatan.
Baca juga: UNP Tekankan Tiga Keberanian bagi Wisudawan di Tengah Tantangan Global dan Era AI
Dalam implementasinya, BINUS University berperan dalam penyediaan infrastruktur server untuk pelatihan, implementasi, validasi, dan optimasi model AI, serta pengembangan model yang akan diintegrasikan ke dalam sistem informasi kesehatan.
Sementara itu, UNSYKA bertanggung jawab dalam pengumpulan data ilmiah, kurasi, anotasi, serta pengujian dan evaluasi sistem langsung di lapangan dalam konteks layanan kesehatan.
Melalui kolaborasi ini, kedua institusi menargetkan lahirnya publikasi ilmiah pada jurnal atau seminar internasional bereputasi yang terindeks Scopus, sekaligus pengembangan sistem informasi kesehatan berbasis AI yang dapat dimanfaatkan secara aplikatif oleh masyarakat.
Selain penandatanganan PKS, kegiatan juga diisi dengan kuliah tamu bertema “Membangun Riset Kesehatan Menggunakan Artificial Intelligence yang Berdampak” oleh Prof Bens Pardamean, serta Focus Group Discussion (FGD) untuk menyusun rencana aksi implementasi kerja sama.
Pada hari berikutnya, digelar workshop intensif bersertifikat internasional dari NVIDIA Deep Learning Institute di Labor Komputer Kampus 2 UNSYKA.
Baca juga: Peringati Hari Kartini, RSJ dr. Yaunin Gelar Bakti Sosial dan Survei Kesehatan Mental Korban Banjir
Workshop tersebut menghadirkan materi “Fundamental of Deep Learning” yang dipandu Mahmud Isnan serta “How to Train Neural Network” oleh Ir Kuncahyo Setyo Nugroho.
Peserta yang mengikuti workshop ini mendapatkan sertifikat internasional yang memberikan nilai tambah bagi kompetensi profesional di bidang teknologi dan kesehatan.
Kerja sama antara UNSYKA dan BINUS University ini diharapkan dapat menjadi model rujukan bagi perguruan tinggi lain di Sumatera Barat dalam membangun kemitraan strategis berbasis riset.
Dengan menggabungkan infrastruktur teknologi dari BINUS dan kapabilitas pengumpulan data serta pengabdian masyarakat dari UNSYKA, riset kesehatan berbasis AI di Indonesia diharapkan semakin berkembang dan memberikan dampak nyata. (rls)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/syedza-saintika-rektor.jpg)