IPK Sumbar Gelar Muswil, Bahas Isu KBGS dan Penetapan Kepengurusan Periode 2026-2030

Topik ini mengangkat isu Kekerasan Berbasis Gender dan Seksual (KBGS) serta tantangan psikologis yang dihadapi korban dalam mencari bantuan.

Penulis: rilis biz | Editor: Rezi Azwar
TribunPadang.com
MUSWIL IPK INDONESIA- Ketua terpilih IPK Indonesia Wilayah Sumatera Barat periode 2026–2030, Ema Krisnawati, M.Psi., Psikolog menyampaikan sambutan dalam Musyawarah Wilayah di Hotel Santika Premiere Padang, Sabtu (4/4/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum penetapan kepengurusan baru sekaligus penguatan peran psikolog klinis di Sumbar. 

IKATAN Psikolog Klinis Indonesia (IPK Indonesia) Wilayah Sumatera Barat sukses menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil), Sabtu (4/4/2026) di Hotel Santika Premiere Padang.

Kegiatan mengusung tema “Basamo Mako Manjadi: Sinergi Psikolog Klinis untuk Ranah Minang” dan menghadirkan dua agenda utama, yakni pertemuan ilmiah serta musyawarah penetapan kepengurusan baru periode 2026–2030.

Pertemuan ilmiah dilaksanakan dalam bentuk webinar bertajuk “KBGS dan Help-Seeking Behavior: Mengapa Korban Sulit Mencari Bantuan?”.

Topik ini mengangkat isu Kekerasan Berbasis Gender dan Seksual (KBGS) serta tantangan psikologis yang dihadapi korban dalam mencari bantuan.

Baca juga: BRIN Ungkap Fakta Benda Bercahaya di Langit Sumbar: Sisa Roket yang Terbakar

Dalam pembahasan, korban KBGS disebut kerap menghadapi berbagai hambatan, mulai dari faktor internal seperti rasa takut dan stigma, hingga faktor eksternal seperti keterbatasan akses layanan dan minimnya dukungan lingkungan.

Kondisi ini berdampak pada keterlambatan penanganan serta meningkatnya risiko gangguan kesehatan mental.

ipk sumbar muswil
Sejumlah pengurus dan anggota Ikatan Psikolog Klinis Indonesia (IPK) Wilayah Sumatera Barat berfoto bersama usai kegiatan Musyawarah Wilayah (Muswil) di Hotel Santika Premiere Padang, Sabtu (4/4/2026). Kegiatan tersebut mengangkat tema sinergi psikolog klinis serta membahas isu kekerasan berbasis gender dan seksual.

Ketua panitia Ema Krisnawati, M.Psi., Psikolog menyampaikan, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam menciptakan sistem dukungan yang efektif bagi korban.

“Melalui semangat basamo mako manjadi, kami berharap psikolog klinis dapat berperan aktif dalam membangun ekosistem layanan yang lebih inklusif dan berkeadilan,” ujarnya.

Selain itu, Muswil juga menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi antaranggota, mengevaluasi program kerja, serta merumuskan arah kebijakan organisasi ke depan.

Selama periode kepengurusan sebelumnya, IPK Indonesia Wilayah Sumatera Barat telah berkontribusi dalam berbagai kegiatan kemanusiaan, termasuk penanganan dampak psikologis bencana alam.

Baca juga: Pulang Basamo di Teluk Bayur Hidupkan Wisata dan UMKM, Perantau Diajak Jelajahi Padang

Organisasi ini juga menyediakan tiga unit hunian sementara bagi penyintas gempa di Pasaman dan Pasaman Barat pada 2022.

Tak hanya itu, IPK Sumbar turut berperan sebagai fasilitator dalam pelatihan kesehatan jiwa terpadu bagi tenaga kesehatan yang diselenggarakan Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat.

Dalam Muswil tersebut, Ketua Panitia Ema Krisnawati, M.Psi., Psikolog terpilih sebagai Ketua IPK Indonesia Wilayah Sumatera Barat periode 2026–2030 melalui musyawarah mufakat.

Peserta juga menyampaikan apresiasi kepada ketua sebelumnya, Halfizh A., M.Psi., Psikolog, atas dedikasi dan kontribusinya dalam mengembangkan organisasi serta memperkuat peran psikolog klinis di Sumatera Barat. (rls)

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved