BERITA POPULER SUMBAR
3 BERITA POPULER SUMBAR: Kecelakaan Kaki Putus, Marapi Erupsi 2 Kali dan Buayan Kaliang Pariaman
kecelakaan tragis yang mengakibatkan kaki seorang pengendara motor putus terjadi di Jalan Lintas Padang–Bukittinggi,
TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Simak sejumlah berita menarik seputar Sumatera Barat yang terjadi dalam 24 jam terakhir dirangkum TribunPadang.com dalam berita populer Sumbar.
Pertama, kecelakaan tragis yang mengakibatkan kaki seorang pengendara motor putus terjadi di Jalan Lintas Padang–Bukittinggi, tepatnya di kawasan Kelok Pinyaram, Kecamatan 2x11 Kayu Tanam, Kamis (26/3/2026) pagi.
Diketahui bahwa kedua kendaraan tersebut terdiri dari mobil Toyota Calya warna hitam dan sepeda motor Honda Beat warna hitam.
Kedua, Gunung Marapi di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) kembali mengalami erupsi sebanyak dua kali pada Kamis (26/3/2026) pagi di tengah ancaman Prakiraan Cuaca Gunung Marapi yang berpotensi hujan.
Ketua Pos PGA Bukittinggi, Ahmad Rifandi mengonfirmasi bahwa letusan tersebut terjadi pada pukul 08.28 WIB dan 09.56 WIB.
Ketiga, di Kota Pariaman, siapa yang tak kenal Buayan Kaliang. Permainan tradisional ini telah hadir lebih dari 70 tahun dan menjadi bagian tak terpisahkan dari tradisi masyarakat setiap perayaan Hari Raya Idul Fitri.
Setiap tahunnya, Buayan Kaliang selalu hadir di kawasan dekat Pantai Gandoriah, tepatnya di belakang Masjid Nurul Bahari, Kelurahan Pasir, Kecamatan Pariaman Tengah.
Baca selengkapnya berikut ini:
1. Kronologi Mobil vs Motor di Kelok Pinyaram Padang Pariaman, Kaki Kiri Pemotor Putus Usai Tabrakan
Kecelakaan tragis yang mengakibatkan kaki seorang pengendara motor putus terjadi di Jalan Lintas Padang–Bukittinggi, tepatnya di kawasan Kelok Pinyaram, Kecamatan 2x11 Kayu Tanam, Kamis (26/3/2026) pagi.
Diketahui bahwa kedua kendaraan tersebut terdiri dari mobil Toyota Calya warna hitam dan sepeda motor Honda Beat warna hitam.
Insiden bermula saat minibus Toyota Calya yang melaju dari arah Padang nekat mendahului kendaraan di depannya.
Namun justru menghantam sepeda motor Honda Beat dari arah berlawanan dalam jarak yang sudah terlalu dekat.
Baca juga: Serap Aspirasi dari Dunia Pendidikan, Wako Yota Balad Kunjungi Ponpes Ibnu Abbas di Pariaman Utara
Kanit Gakkum (Penegakan Hukum) Satlantas Polres Padang Pariaman, Ipda Rudi Purnama, membenarkan terkait kecelakaan tersebut.
Ia mengatakan bahwa tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Namun, pemotor dilaporkan mengalami luka berat.
Kata dia, minibus Toyota Calya warna hitam yang dikemudikan Rifki Ramadhan Doza.
Sedangkan, sepeda motor Honda Beat warna hitam yang dikendarai Farid Farman Siallagan.
Kronologi Kejadian
Ipda Rudi Purnama, mengatakan kecelakaan bermula saat minibus Toyota Calya warna hitam yang dikemudikan Rifki Ramadhan Doza melaju dari arah Padang menuju Bukittinggi.
“Sesampainya di lokasi kejadian, kendaraan tersebut mendahului kendaraan di depannya,” ujar Rudi.
Baca juga: Menilik Buayan Kaliang yang Tetap Eksis di Pariaman, Tradisi Lebaran Sejak 70 Tahun
Namun, pada saat bersamaan, dari arah berlawanan datang sepeda motor Honda Beat warna hitam yang dikendarai Farid Farman Siallagan.
Dikarenakan jarak yang sudah dekat, kecelakaan tidak dapat dihindari antara Toyota Calya dengan Honda Beat tersebut.
Kondisi Korban dan Kendaraan
Akibat kecelakaan itu, pengendara sepeda motor mengalami luka berat dan saat ini sudah mendapat perawatan di RSUD Padang Pariaman.
“Korban mengalami putus pada kaki sebelah kiri serta luka lecet pada tangan dan kaki, kemudian dilarikan ke RSUD Padang Pariaman untuk mendapatkan perawatan,” jelasnya.
Sementara itu, pengemudi mobil tidak mengalami luka dalam kejadian tersebut.
Mobil Toyota Calya rusak pada bagian depan, terutama bemper dan fender kiri.
Sedangkan sepeda motor Honda Beat mengalami kerusakan parah pada bagian depan.
Penyelidikan Pihak Kepolisian
Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan.
“Petugas masih mendalami kejadian dengan memeriksa saksi-saksi serta petunjuk di tempat kejadian perkara,” pungkasnya.
2. Gunung Marapi Erupsi 2 Kali Kamis Pagi, Cek Daftar Wilayah Berpotensi Hujan
Gunung Marapi di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) kembali mengalami erupsi sebanyak dua kali pada Kamis (26/3/2026) pagi di tengah ancaman Prakiraan Cuaca Gunung Marapi yang berpotensi hujan.
Ketua Pos PGA Bukittinggi, Ahmad Rifandi mengonfirmasi bahwa letusan tersebut terjadi pada pukul 08.28 WIB dan 09.56 WIB.
Meski ketinggian kolom abu tidak teramati karena tertutup kabut, getaran gempa letusan terekam jelas pada seismogram dengan durasi maksimal 27 detik.
Kondisi erupsi ini menuntut kewaspadaan ekstra bagi masyarakat, terutama dengan adanya rilis terbaru mengenai Prakiraan Cuaca Gunung Marapi dari BMKG Minangkabau.
Berdasarkan data cuaca, terdapat potensi hujan ringan yang akan mengguyur wilayah lereng timur pada sore hari nanti.
Baca juga: BMKG Prediksi Cuaca Kabupaten Solok: Pagi Cerah Berawan, Siang hingga Dini Hari Hujan Ringan
"Masyarakat yang bermukim di sekitar lembah atau bantaran dan aliran sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Marapi agar tetap mewaspadai potensi atau ancaman bahaya lahar atau banjir lahar yang dapat terjadi terutama di saat musim hujan," kata Ahmad Rifandi dalam keterangan tertulisnya.
Kondisi air hujan ini berisiko membawa material vulkanik sisa erupsi menuju aliran sungai di bawahnya.
Dalam rilis Prakiraan Cuaca Gunung Marapi, terdapat dua wilayah yang diprediksi akan mengalami hujan ringan.
Wilayah tersebut adalah Kecamatan Salimpaung dan Kecamatan Sungai Tarab yang berada di sisi timur lereng gunung.
Baca juga: Prakiraan Cuaca Pariaman 26 Maret 2026: Pagi Cerah, Siang Hingga Malam Didominasi Cuaca Berawan
Kondisi air hujan ini berisiko membawa material vulkanik sisa erupsi menuju aliran sungai di bawahnya.
Pihak BMKG memberikan peringatan khusus bagi warga yang beraktivitas di dua area tersebut.
"Harap diperhatikan bahwa Kecamatan Sungai Tarab diprediksi mengalami hujan ringan pada pukul 16.00 WIB. Tetap waspada ya, Sanak!" tulis laporan resmi BMKG Minangkabau.
Berikut daftar lengkap kondisi cuaca di 11 wilayah sekitar Gunung Marapi:
- Kecamatan Salimpaung: Hujan Ringan pukul 16.00 WIB, selebihnya cerah berawan dan berawan.
- Kecamatan Sungai Tarab (Lereng Timur): Hujan Ringan pukul 16.00 WIB, selebihnya cerah berawan dan berawan.
- Kecamatan Banuhampu: Cerah berawan pukul 10.00 WIB, berawan hingga pagi.
- Kecamatan Candung (Lereng Utara): Cerah berawan pukul 10.00 WIB, berawan hingga pagi.
- Kecamatan Sungai Pua (Lereng Barat): Cerah berawan pukul 10.00 WIB, berawan hingga pagi.
- Kecamatan X Koto: Cerah berawan pukul 10.00 WIB, berawan hingga pagi.
- Kecamatan Batipuh (Lereng Barat Daya): Cerah berawan pukul 10.00 WIB, berawan hingga pagi.
- Puncak Gunung: Terpantau berawan sepanjang hari.
- Kecamatan Baso: Cerah berawan pukul 10.00 WIB, berawan hingga pagi.
- Kecamatan Lima Kaum: Cerah berawan pukul 10.00 WIB, berawan hingga pagi.
- Kecamatan Pariangan (Lereng Selatan): Cerah berawan pukul 10.00 WIB, berawan hingga pagi.
Warga diimbau tetap waspada terhadap potensi jalanan licin di lereng gunung dan terus memantau pembaruan Prakiraan Cuaca Gunung Marapi.
3. Menilik Buayan Kaliang yang Tetap Eksis di Pariaman, Tradisi Lebaran Sejak 70 Tahun
DI Kota Pariaman, siapa yang tak kenal Buayan Kaliang. Permainan tradisional ini telah hadir lebih dari 70 tahun dan menjadi bagian tak terpisahkan dari tradisi masyarakat setiap perayaan Hari Raya Idul Fitri.
Setiap tahunnya, Buayan Kaliang selalu hadir di kawasan dekat Pantai Gandoriah, tepatnya di belakang Masjid Nurul Bahari, Kelurahan Pasir, Kecamatan Pariaman Tengah.
Permainan khas anak nagari ini terbuat dari rangka kayu berbentuk kotak sebagai tempat duduk penumpang, dengan satu buayan yang digerakkan menggunakan tenaga manusia. Dalam satu unit terdapat empat kotak penumpang.
Pemilik Buayan Kaliang, Nurhayati atau yang akrab disapa Mak Inun, mengungkapkan bahwa usaha ini merupakan warisan turun-temurun dari sang ayah, Abang Ayo, yang menjadi pengelola pertama di Pariaman.
“Dulu usaha ini dikelola oleh ayah saya dengan 15 unit Buayan Kaliang. Setelah beliau meninggal, saya yang meneruskan sampai sekarang,” ujarnya.
Namun, seiring perkembangan kota dan keterbatasan lahan, kini hanya tersisa tiga unit yang masih beroperasi di Pariaman. Sisanya tersebar di beberapa lokasi agar tetap bisa dimanfaatkan.
Baca juga: Kematian Wanita di Pariaman Diduga Minum Racun, Wako Yota Balad Tegaskan Bukan karena Faktor Ekonomi
Untuk menikmati permainan ini, pengunjung hanya perlu membayar Rp5.000 per orang. Setiap kotak diisi sekitar 4 hingga 6 penumpang. Setelah penuh, buayan akan diputar oleh enam orang tenaga manusia hingga mencapai kecepatan maksimal sebelum dilepaskan, memberikan sensasi yang memacu adrenalin.
Di akhir wawancara, Mak Inun berharap pemerintah daerah dapat mempertahankan kondisi lokasi permainan tersebut.
“Kalau bisa, lokasi ini jangan dicor semen. Biarlah tetap tanah agar kami mudah memasang tonggak kayu buayan,” harapnya.
Sementara itu, salah seorang pengunjung asal Sei Geringging, Rini, mengaku masih setia menikmati permainan ini hingga kini.
“Saya masih suka naik Buayan Kaliang karena tantangannya. Dulu sama teman-teman, sekarang sudah bisa ajak suami dan anak,” katanya.
Buayan Kaliang bukan sekadar permainan, tetapi juga warisan budaya yang terus hidup dan menjadi daya tarik wisata lokal di Pariaman. (rls)
Populer Sumbar hari ini
BERITA POPULER SUMBAR
Populer Sumbar
kecelakaan motor
Kayu Tanam
Gunung Marapi meletus
Gunung Marapi hari ini
Buayan Kaliang
Pariaman
| 3 BERITA POPULER SUMBAR: Pelajar Seberangi Sungai, Bayi Selamat dari Longsor dan Penampakan Harimau |
|
|---|
| 3 BERITA POPULER SUMBAR: Sapi Kurban Presiden, Dua Jemaah Haji Wafat dan Jembatan Batang Mimpi |
|
|---|
| 3 BERITA POPULER SUMBAR: Lansia Terseret Arus, Aksi Demo May Day dan Paman Cabuli Keponakan |
|
|---|
| 3 BERITA POPULER SUMBAR: Siswi SMP Hamil Ikut Ujian, Toyota Rush Tabrak Batu dan Perbaikan Drainase |
|
|---|
| 4 Berita Populer Sumbar: Perjuangan Haji Penjual Baju Bukittinggi hingga Macet Sitinjau Lauik |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/laka-padang-pariaman-2632026.jpg)