BERITA POPULER SUMBAR

3 BERITA POPULER SUMBAR: Kecelakaan Kaki Putus, Marapi Erupsi 2 Kali dan Buayan Kaliang Pariaman

kecelakaan tragis yang mengakibatkan kaki seorang pengendara motor putus terjadi di Jalan Lintas Padang–Bukittinggi,

Tayang:
Editor: Rahmadi
Dokumentasi/Polres Padang Pariaman
KECELAKAAN LALU LINTAS - Penampakan kendaraan yang terlibat kecelakaan di Jalan Lintas Padang–Bukittinggi, kawasan Kelok Pinyaram, Kecamatan 2x11 Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman, Kamis (26/3/2026) sekitar pukul 06.00 WIB. Kanit Gakkum (Penegakan Hukum) Satlantas Polres Padang Pariaman, Ipda Rudi Purnama sebut kaki korban pengendara sepeda motor putus sebelah kiri. 

Kondisi erupsi ini menuntut kewaspadaan ekstra bagi masyarakat, terutama dengan adanya rilis terbaru mengenai Prakiraan Cuaca Gunung Marapi dari BMKG Minangkabau.

Berdasarkan data cuaca, terdapat potensi hujan ringan yang akan mengguyur wilayah lereng timur pada sore hari nanti.

Baca juga: BMKG Prediksi Cuaca Kabupaten Solok: Pagi Cerah Berawan, Siang hingga Dini Hari Hujan Ringan

"Masyarakat yang bermukim di sekitar lembah atau bantaran dan aliran sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Marapi agar tetap mewaspadai potensi atau ancaman bahaya lahar atau banjir lahar yang dapat terjadi terutama di saat musim hujan," kata Ahmad Rifandi dalam keterangan tertulisnya.

Kondisi air hujan ini berisiko membawa material vulkanik sisa erupsi menuju aliran sungai di bawahnya.

Dalam rilis Prakiraan Cuaca Gunung Marapi, terdapat dua wilayah yang diprediksi akan mengalami hujan ringan.

Wilayah tersebut adalah Kecamatan Salimpaung dan Kecamatan Sungai Tarab yang berada di sisi timur lereng gunung.

Baca juga: Prakiraan Cuaca Pariaman 26 Maret 2026: Pagi Cerah, Siang Hingga Malam Didominasi Cuaca Berawan

Kondisi air hujan ini berisiko membawa material vulkanik sisa erupsi menuju aliran sungai di bawahnya.

Pihak BMKG memberikan peringatan khusus bagi warga yang beraktivitas di dua area tersebut.

"Harap diperhatikan bahwa Kecamatan Sungai Tarab diprediksi mengalami hujan ringan pada pukul 16.00 WIB. Tetap waspada ya, Sanak!" tulis laporan resmi BMKG Minangkabau.

Berikut daftar lengkap kondisi cuaca di 11 wilayah sekitar Gunung Marapi:

  • Kecamatan Salimpaung: Hujan Ringan pukul 16.00 WIB, selebihnya cerah berawan dan berawan.
  • Kecamatan Sungai Tarab (Lereng Timur): Hujan Ringan pukul 16.00 WIB, selebihnya cerah berawan dan berawan.
  • Kecamatan Banuhampu: Cerah berawan pukul 10.00 WIB, berawan hingga pagi.
  • Kecamatan Candung (Lereng Utara): Cerah berawan pukul 10.00 WIB, berawan hingga pagi.
  • Kecamatan Sungai Pua (Lereng Barat): Cerah berawan pukul 10.00 WIB, berawan hingga pagi.
  • Kecamatan X Koto: Cerah berawan pukul 10.00 WIB, berawan hingga pagi.
  • Kecamatan Batipuh (Lereng Barat Daya): Cerah berawan pukul 10.00 WIB, berawan hingga pagi.
  • Puncak Gunung: Terpantau berawan sepanjang hari.
  • Kecamatan Baso: Cerah berawan pukul 10.00 WIB, berawan hingga pagi.
  • Kecamatan Lima Kaum: Cerah berawan pukul 10.00 WIB, berawan hingga pagi.
  • Kecamatan Pariangan (Lereng Selatan): Cerah berawan pukul 10.00 WIB, berawan hingga pagi.

Warga diimbau tetap waspada terhadap potensi jalanan licin di lereng gunung dan terus memantau pembaruan Prakiraan Cuaca Gunung Marapi.

3. Menilik Buayan Kaliang yang Tetap Eksis di Pariaman, Tradisi Lebaran Sejak 70 Tahun

DI Kota Pariaman, siapa yang tak kenal Buayan Kaliang. Permainan tradisional ini telah hadir lebih dari 70 tahun dan menjadi bagian tak terpisahkan dari tradisi masyarakat setiap perayaan Hari Raya Idul Fitri.

Setiap tahunnya, Buayan Kaliang selalu hadir di kawasan dekat Pantai Gandoriah, tepatnya di belakang Masjid Nurul Bahari, Kelurahan Pasir, Kecamatan Pariaman Tengah.

Permainan khas anak nagari ini terbuat dari rangka kayu berbentuk kotak sebagai tempat duduk penumpang, dengan satu buayan yang digerakkan menggunakan tenaga manusia. Dalam satu unit terdapat empat kotak penumpang.

Pemilik Buayan Kaliang, Nurhayati atau yang akrab disapa Mak Inun, mengungkapkan bahwa usaha ini merupakan warisan turun-temurun dari sang ayah, Abang Ayo, yang menjadi pengelola pertama di Pariaman.

Sumber: Tribun Padang
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved