Pelantikan Komisioner KPID Sumbar Dijadwalkan Ulang 16 Maret 2026

Ia menyesalkan surat pelantikan dan penyebaran undangan tanpa seizinnya, sehingga harus diundur pada 16 Maret 2026 mendatang.

Penulis: Muhammad Iqbal | Editor: Rezi Azwar
Ringkasan Berita:
  • Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, angkat bicara soal batalnya pelaksanaan pelantikan Komisioner KPID.
  • Penertiban surat pelantikan dan penyebaran undangan tanpa seizin gubernur.
  • Mahyeldi memprotes terkait penyebaran undangan pelantikan tersebut karena tanpa seizinnya.
  • Akibatnya, pelantikan diundur selama tiga hari dan akan dilaksanakan kembali pada tanggal 16 Maret 2026.

TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat resmi menjadwal ulang pelantikan Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sumbar pada Senin, 16 Maret 2026 mendatang.

Keputusan ini diambil setelah agenda pelantikan yang direncanakan pada Jumat (13/3/2026) batal digelar lantaran penyebaran undangan dan prosedur administrasi dilakukan tanpa seizin Gubernur Mahyeldi Ansharullah.

Wartawan TribunPadang.com, Muhammad Iqbal, menyaksikan pada pukul 19.01 WIB, Gubernur Sumbar baru saja selesai beribadah.

Baca juga: Petani di Sikabau Dharmasraya Diciduk Polisi Gegara Simpan Sabu dalam Rokok hingga Timbangan Digital

Mahyeldi tempak memakai baju koko putih peci hitam menjawab persoalan terkait batalnya pelantikan Komisioner KPID Sumbar.

Dengan nada tegas, mimik muka tegang, dan sembari melangkah ke Auditorium Gubernuran Sumbar, ia menjawab pertanyaan dari TribunPadang.com.

Ia menyesalkan surat pelantikan dan penyebaran undangan tanpa seizinnya, sehingga harus diundur pada 16 Maret 2026 mendatang.

Diketahui, pelantikan tersebut direncanakan digelar di Auditorium Gubernuran Sumbar, pada Jumat pukul 09.00 WIB.

Baca juga: Basarnas Padang Siagakan 112 Personel di 11 Titik di Sumbar Selama Lebaran 2026

Menanggapi itu, Mahyeldi menyebut penerbitan surat pelantikan dan penyebaran undangan tanpa seizinnya.

"Ini biasa diundur, karena saya tidak di sana, saya yang harus melantik," ungkapnya dengan nada suara keras dan tegas di Auditorium Gubernuran Sumbar, Jumat (13/3/2026) malam.

Ia memprotes terkait penyebaran undangan pelantikan tersebut karena tanpa seizinnya.

Baca juga: Pemko Padang Salurkan Santunan Rp37 Juta untuk 112 Anak Yatim dan Piatu di Balai Kota

Menurut Mahyeldi, jika ia tidak hadir maka pelantikan harus diundur, lantaran penerbitan Surat Keputusan (SK) berasal darinya.

Akibatnya, pelantikan diundur selama tiga hari dan akan dilaksanakan kembali pada tanggal 16 Maret 2026.

"Diundur, sampai tanggal 16 Maret 2026," ucapnya usai melaksanakan salat Magrib di masjid di samping Auditorium Gubernuran Sumbar.

Komisioner Kecewa: Sudah Pakai Jas dan Bawa Keluarga

PELANTIKAN KOMISIONER KPID- Para komisioner KPID Sumbar terpilih berada di Auditorium Gubernuran Sumbar dengan setelan jas lengkap sembari menunggu pelantikan, Jumat (13/3/2026). Komisioner terpilih, Rudy sebut pelantikan ditunda tanpa adanya surat resmi.
PELANTIKAN KOMISIONER KPID- Para komisioner KPID Sumbar terpilih berada di Auditorium Gubernuran Sumbar dengan setelan jas lengkap sembari menunggu pelantikan, Jumat (13/3/2026). Komisioner terpilih, Rudy sebut pelantikan ditunda tanpa adanya surat resmi. (TribunPadang.com/Muhammad Iqbal)

Pelantikan Komisaris Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Sumatera Barat batal dilaksanakan tanpa adanya surat resmi terkait penundaan.

Semulanya pelantikan tersebut bakal digelar di Auditorium Gubernuran Provinsi Sumbar, Jumat (13/3/2026) sekitar pukul 09.00 WIB.

Pantauan TribunPadang.com di lapangan sekitar pukul 08.54 WIB, terlihat enam komisioner KPID Sumbar sudah datang dengan setelan jas rapi.

Para keluarga atau kerabat juga datang menghadiri pelantikan yang akan dilakukan di Auditorium Gubernuran Sumbar tersebut.

Baca juga: Jelang Lebaran, Bupati Dharmasraya Larang ASN Terima Gratifikasi dan Pakai Mobil Dinas untuk Mudik

Terlihat juga mobil mengantarkan karangan bunga di lokasi, namun membawanya kembali sebab ditunda.

Di belakang pos penjagaan, malah terlihat tumpukan karangan bunga yang disusun rapi lalu dibalikan posisinya.

“Undangan ini kami terima dalam bentuk soft copy pada Rabu sore, melalui salah seorang rekan komisioner terpilih untuk menghadiri pelantikan,” ungkapnya di Auditorium Gubernuran.

Setelah menerima undangan, para komisioner terpilih lalu berkomunikasi dan memastikan kehadirannya.

Bahkan dalam dua hari terakhir, para komisioner juga memperoleh konfirmasi secara lisan.

Baca juga: Menbud Fadli Zon Resmikan Pagar Baru Museum Adityawarman, Targetkan Kunjungan Naik Dua Kali Lipat

Konfirmasi ini menyatakan bahwa pelantikan akan dilaksanakan pada Jumat (13/3/2026) pukul 09.00 WIB.

Akan tetapi, sampai jadwal yang telah ditentukan, pelantikan tidak kunjung dilaksanakan.

Yusril lantas menyayangkan tidak adanya pemberitahuan resmi terkait pembatalan tersebut.

"Kita tidak menerima surat pembatalan resmi dari Pemerintah Provinsi Sumbar terkait pembatalan pelantikan hari ini,” tegasnya.

Baca juga: Cegah KLB, Puskesmas Andalas Gelar Imunisasi Massal ORI Pasca Temuan Positif Kasus Campak di Padang

Diskominfotik Sumbar Minta Maaf

PELANTIKAN KOMISIONER KPID- Para komisioner KPID Sumbar terpilih berada di Auditorium Gubernuran Sumbar dengan setelan jas lengkap sembari menunggu pelantikan, Jumat (13/3/2026).
PELANTIKAN KOMISIONER KPID- Para komisioner KPID Sumbar terpilih berada di Auditorium Gubernuran Sumbar dengan setelan jas lengkap sembari menunggu pelantikan, Jumat (13/3/2026). (TribunPadang.com/Muhammad Iqbal)

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi Sumatera Barat, Rudy Rinaldy, datang ke lokasi sekitar pukul 09.13 WIB.

Di depan para komisioner, Rudy Rinaldy, mengakui terjadi kesalahan dalam proses pengiriman undangan tersebut oleh anggotanya.

“Ini kesalahan awal dari anggota kita. Undangan sudah terlanjur dikirim tanpa konfirmasi ketersediaan waktu gubernur,” terang Rudy.

Rudy mengaku pihaknya sudah menggelar rapat internal terkait agenda pelantikan tersebut sebelumnya, akan tetapi hari pelaksanaan, kepastian jadwal dari gubernur belum didapat.

Sementara itu, akibat undangan terlanjur disebarkan, sejumlah komisioner KPID Sumbar telah datang ke lokasi kegiatan sesuai jadwal yang tercantum dalam surat.

“Keluarga mereka juga sudah datang. Kami minta mereka bersabar sambil menunggu kepastian jadwal,” ujarnya..

“Ini bukan karena sesuatu dan lain hal. Tapi memang karena waktu gubernur yang belum kita dapatkan,” katanya.

Atas kejadian itu, Rudy menyampaikan permohonan maaf kepada pihak-pihak yang telah menerima pihak keluarga serta undangan yang sudah datang ke lokasi.

Baca juga: Kejari Sijunjung Gelar Pasar Murah Ramadhan, Harga Sembako di Bawah Pasar Jelang Lebaran 2026

Ini bagian dari kesalahan fatal pihaknya, lantaran undangan terlanjur disampaikan sebelum konfirmasi jadwal.

Pihaknya juga belum dapat memastikan sampai kapan penundaan pelantikan komisioner KPID Sumbar tersebut.

“Mungkin nanti siang, bisa besok, atau Senin. Tergantung jadwal beliau, hingga waktu yang belum bisa dipastikan” tambahnya.(*)

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved