Prakiraan Cuca Sumbar

Prakiraan Cuaca Kawasan Rawan Bencana Gunung Marapi Sumbar Hari Ini, Bagaimana Udara di Puncak?

Prakiraan cuaca kawasan rawan bencana Gunung Marapi menjadi informasi yang perlu diperhatikan bagi warga di 11 kecamatan

Penulis: Rahmadisuardi | Editor: Rahmadi
PGA Marapi
PRAKIRAAN CUACA SUMBAR - Visualisasi puncak Gunung Marapi Sumbar. Prakiraan cuaca Minggu (24/1/2026) kawasan rawan bencana Gunung Marapi menjadi informasi yang perlu diperhatikan bagi warga di 11 kecamatan yang berada di zona risiko tinggi. 
Ringkasan Berita:
  • Saya buat dalam 5 poin yang singkat, padat, dan memancing rasa penasaran agar pembaca segera mengklik artikel selengkapnya:
  • BMKG baru saja merilis data cuaca krusial untuk 11 kecamatan di zona merah Gunung Marapi.
  • Kondisi langit di lereng gunung api ini diprediksi berubah drastis mulai sore hingga dini hari nanti.
  • Fenomena udara kabur akan menyelimuti hampir seluruh wilayah terdampak, apa dampaknya pada jalur evakuasi?
 

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Prakiraan cuaca kawasan rawan bencana Gunung Marapi menjadi informasi yang perlu diperhatikan bagi warga di 11 kecamatan yang berada di zona risiko tinggi.

BMKG Minangkabau dilansir Sabtu (24/1/2026), melaporkan kondisi langit di sekitar lereng gunung api ini akan mengalami perubahan signifikan mulai Sabtu pagi hingga Minggu (25/1) pagi. 

Warga yang beraktivitas di luar ruangan atau di dekat aliran sungai perlu mencermati pergerakan awan untuk menghindari potensi ancaman bencana.

Prakiraan cuaca kawasan rawan bencana Gunung Marapi menunjukkan tren cerah berawan pada pagi hari, namun berubah menjadi berawan tebal hingga udara kabur pada malam dan dini hari.

Kondisi udara kabur (haze) diprediksi terjadi merata di hampir seluruh kecamatan mulai pukul 22.00 WIB hingga 04.00 WIB dini hari.

Baca juga: Yota Balad Diusulkan Jadi Ketua DMI Kota Pariaman, Beririsan dengan Visi dan Misi Kepala Daerah

Hal ini patut diwaspadai karena dapat mengganggu jarak pandang di jalur evakuasi.

Berikut adalah detail kondisi dalam prakiraan cuaca kawasan rawan bencana Gunung Marapi untuk setiap wilayah:

  1. Kec. Banuhampu: Cerah berawan dari pagi, namun berubah menjadi udara kabur pada pukul 22.00 WIB hingga subuh.
  2. Kec. Candung (Utara): Dominasi cerah berawan, terpantau berawan tebal pada pukul 16.00 WIB dan masuk fase udara kabur tengah malam.
  3. Kec. Sungai Pua (Barat): Kondisi serupa, waspada udara kabur pekat pada pukul 01.00 WIB hingga 04.00 WIB.
  4. Kec. X Koto: Langit mulai tertutup berawan tebal pada pukul 19.00 WIB, berlanjut udara kabur hingga pagi hari.
  5. Kec. Batipuh (Barat Daya): Cuaca cenderung stabil cerah berawan, namun berawan tebal muncul pada pukul 16.00 WIB.
  6. Kec. Baso: Mengalami kondisi cerah berawan sepanjang hari dan berubah udara kabur mulai pukul 22.00 WIB.
  7. Kec. Salimpaung: Waspada berawan tebal pada sore hari (16.00 WIB) sebelum memasuki fase udara kabur di malam hari.
  8. Kec. Sungai Tarab (Timur): Langit akan tertutup berawan tebal pada sore hari pukul 16.00 WIB.
  9. Kec. Lima Kaum: Dominasi cerah berawan, dengan potensi udara kabur pada dini hari pukul 01.00 WIB.
  10. Kec. Pariangan (Selatan): Terpantau berawan tebal pada pukul 16.00 WIB dan udara kabur pada tengah malam.
  11. Puncak Gunung: Area puncak diprediksi mengalami udara kabur yang cukup lama mulai pukul 22.00 WIB hingga 04.00 WIB.

Baca juga: Menanti Peresmian Huntara di Palembayan Agam, Korban Banjir Bandang Mulai Menata Harapan

Data prakiraan cuaca kawasan rawan bencana Gunung Marapi ini menunjukkan bahwa meski tidak ada potensi hujan lebat (hujan petir), penumpukan awan tebal di sore hari tetap harus dipantau.

Warga diimbau tidak mendekati radius bahaya yang telah ditetapkan oleh PVMBG mengingat status aktivitas gunung yang masih fluktuatif.

Kelembapan udara yang tinggi di malam hari memicu munculnya kabut yang bisa menyamarkan pantauan visual kawah.

Pantau terus prakiraan cuaca kawasan rawan bencana Gunung Marapi melalui aplikasi Info BMKG untuk pembaruan data setiap jam.

Tetap tenang dan selalu siapkan perlengkapan darurat jika sewaktu-waktu kondisi di lapangan berubah drastis sesuai dengan arahan petugas kebencanaan di wilayah masing-masing.(*)

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved