Prakiraan Gelombang

Waspada! Gelombang Tinggi 4 Meter di Perairan Sumbar, BMKG Minta Nelayan dan Kapal Ferry Siaga

BMKG Stasiun Maritim Teluk Bayur merilis peringatan dini terkait ancaman gelombang tinggi di sejumlah wilayah perairan Sumatera Barat

Penulis: Rahmadisuardi | Editor: Rahmadi
TribunPadang.com/Rezi Azwar
PRAKIRAAN GELOMBANG SUMBAR - Penampakan gelombang laut. BMKG Stasiun Maritim Teluk Bayur merilis peringatan dini terkait ancaman gelombang tinggi di sejumlah wilayah perairan Sumatera Barat berlaku mulai Sabtu, 18 Januari 2026 pukul 19.00 WIB hingga Selasa, 21 Januari 2026 pukul 19.00 WIB. 

TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Maritim Teluk Bayur merilis peringatan dini terkait ancaman gelombang tinggi di sejumlah wilayah perairan Sumatera Barat.

Berdasarkan laporan resmi nomor B/ME.01.02/PDGT/18/TLB/1/2026, kondisi cuaca ekstrem ini diprediksi berlangsung hingga 21 Januari 2026 pukul 19:00 WIB.

Peringatan tersebut berlaku mulai Sabtu, 18 Januari 2026 pukul 19.00 WIB hingga Selasa, 21 Januari 2026 pukul 19.00 WIB.

Dalam keterangan resminya dikutip Selasa (20/1/2026), gelombang tinggi Sumbar dipicu oleh pola angin yang bertiup dari arah barat laut hingga utara dengan kecepatan berkisar 5 hingga 30 knot.

Kondisi ini memengaruhi perairan barat Sumatera Barat dan berdampak langsung terhadap tinggi gelombang laut.

Baca juga: Buka SMANTRI SMART CUP ke-9, Wabup Solsel Yulian Efi Ajak Pelajar Tanamkan Semangat Kemanusiaan

BMKG menjelaskan, gelombang tinggi Sumbar dengan ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter berpeluang terjadi di sejumlah wilayah perairan.

Daerah tersebut meliputi perairan Agam, perairan Pasaman Barat, perairan Padang–Padang Pariaman, perairan Pesisir Selatan, serta perairan Timur Siberut.

Selain itu, BMKG juga mencatat potensi gelombang tinggi Sumbar dengan ketinggian lebih tinggi, yakni 2,5 hingga 4 meter.

Gelombang kategori ini berpeluang terjadi di perairan Barat Siberut, perairan Barat Sipora, serta perairan Timur Pagai selama periode peringatan berlangsung.

Baca juga: Ayah dan Anak Diserang Beruang Madu di Suliki, BKSDA Larang Warga Beraktivitas Sendirian di Ladang

BMKG menyebutkan kondisi gelombang tersebut berisiko terhadap aktivitas pelayaran.

Kapal nelayan, kapal tongkang, dan kapal penyeberangan diminta memperhatikan kondisi cuaca laut sebelum beroperasi di wilayah perairan terdampak gelombang tinggi Sumbar.

Untuk keselamatan pelayaran, BMKG mengimbau nelayan dan operator kapal agar meningkatkan kewaspadaan.

Nelayan perahu kecil diminta menunda aktivitas melaut saat tinggi gelombang mencapai batas risiko, terutama di perairan dengan potensi gelombang tinggi Sumbar di atas 2,5 meter.

BMKG juga meminta masyarakat pesisir agar tetap memantau informasi cuaca laut terbaru dan mengikuti arahan keselamatan yang dikeluarkan otoritas terkait selama peringatan gelombang tinggi Sumbar masih berlaku.(*)

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved