Pemkab Solok Selatan
Komitmen Transparansi, Pemkab Solok Selatan Paparkan Postur APBD 2026
Bupati Solok Selatan, Khairunas menegaskan bahwa kerja nyata dan pengabdian tulus adalah satu-satunya jawaban atas mandat rakyat tersebut.
Penulis: Arif Ramanda Kurnia | Editor: Rezi Azwar
Ringkasan Berita:
- Pemkab Solok Selatan terus menunjukkan komitmen kuat dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel.
- Salah satu langkah konkret yang diambil adalah dengan mempermudah akses informasi bagi masyarakat luas terkait Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
- Bupati Solok Selatan, Khairunas menegaskan bahwa kerja nyata dan pengabdian tulus adalah satu-satunya jawaban atas mandat rakyat tersebut.
TRIBUNPADANG.COM,SOLOK SELATAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Solok Selatan terus menunjukkan komitmen kuat dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel, Kamis (15/1/2026).
Salah satu langkah konkret yang diambil adalah dengan mempermudah akses informasi bagi masyarakat luas terkait Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Langkah transparansi ini dilakukan agar masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga bisa memahami dari mana sumber dana pembangunan berasal dan kemana uang rakyat tersebut dialokasikan.
Baca juga: RPJMD Solok Selatan 2025-2029 Fokus Kualitas Manusia dan Kemandirian Ekonomi
Pejabat setempat menegaskan bahwa keterbukaan informasi adalah kunci kepercayaan publik.
Untuk memudahkan warga, Pemkab Solok Selatan kini menyediakan berbagai kanal informasi.
Selain melalui infografis resmi, rincian APBD tahun anggaran 2026 dapat diakses dengan mudah melalui laman resmi PPID di www.ppid.solselkab.go.id atau melalui aplikasi PPID Solok Selatan yang tersedia di Play Store.
Berdasarkan postur anggaran yang dirilis, APBD 2026 Kabupaten Solok Selatan secara garis besar terbagi dalam dua pilar utama, yaitu sektor Pendapatan dan sektor Belanja.
Baca juga: Hadapi Bencana Hidrometeorologi, Solok Selatan Fokuskan Mitigasi dan Infrastruktur Berkelanjutan
Pemahaman mengenai dua hal ini sangat penting agar masyarakat tidak salah kaprah dalam menilai kebijakan fiskal daerah.
Pada sektor Pendapatan, sumber dana dibagi menjadi dua kategori, yaitu Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Pendapatan Transfer.
PAD sendiri merupakan "napas" kemandirian daerah yang bersumber dari Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), retribusi tempat wisata, layanan kesehatan, hingga dividen dari perusahaan daerah.
Namun, tantangan muncul pada sektor Pendapatan Transfer. Diketahui, sumber dana yang berasal langsung dari APBN Pemerintah Pusat ini terus mengalami tren penurunan atau tergerus dalam dua tahun terakhir.
Baca juga: Daftar Nama Pejabat Dilantik Bupati Solok Selatan, Prima Wijaya Jadi Camat Koto Parik Gadang Diateh
Hal ini disebabkan oleh langkah efisiensi anggaran yang diterapkan oleh pemerintah pusat secara nasional.
Masyarakat tidak perlu heran jika ada penyesuaian, karena memang pendapatan transfer dari pusat sedang diefisiensikan.
Inilah mengapa penguatan PAD menjadi sangat krusial bagi keberlangsungan pembangunan di Solok Selatan.
Selanjutnya, uang yang terkumpul dalam pendapatan daerah tersebut akan diputar kembali untuk membiayai berbagai program.
Mulai dari pembangunan infrastruktur fisik hingga gaji para pegawai pemerintah kabupaten yang bertugas melayani kepentingan masyarakat sehari-hari.
Dilihat dari sisi Belanja, anggaran dialokasikan untuk Belanja Operasi yang bersifat jangka pendek guna mendukung operasional pemerintahan dan pelayanan publik.
Di sisi lain, terdapat Belanja Modal yang difokuskan untuk pembentukan aset tetap yang manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang.
Baca juga: HUT ke-22 Solok Selatan, Bupati Khairunas Tekankan Refleksi dan Lompatan Pembangunan
Tak hanya itu, Pemkab juga menyiapkan pos Belanja Tidak Terduga serta Belanja Transfer untuk bagi hasil dan bantuan keuangan.
Semua ini dirancang untuk memastikan roda pemerintahan tetap berjalan stabil di tengah dinamika ekonomi yang ada.
Terakhir, pada kolom Pembiayaan Daerah, terdapat mekanisme untuk menutup defisit atau memanfaatkan surplus anggaran.
Pada tahun anggaran 2026 ini, penerimaan pembiayaan berasal dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) tahun sebelumnya, yang juga akan digunakan untuk penguatan modal di Bank Nagari.
Baca juga: Bupati Khairunas Temui Komisi II, Harapan Baru untuk 8 Nagari Solok Selatan Segera Terwujud
Sebelumnya, Berdasarkan data yang dihimpun dari portal resmi Pemkab Solok Selatan pada Rabu, 14 Januari 2026, pemerintah daerah memfokuskan arah kebijakan pada penguatan sumber daya manusia dan transformasi ekonomi inklusif.
Visi utama yang diusung oleh pemerintah daerah adalah "Terwujudnya Solok Selatan yang Makin Maju dan Sejahtera".
Untuk mencapai target tersebut, Pemkab telah menyusun lima misi strategis yang dijabarkan ke dalam 25 program unggulan yang menyentuh berbagai sektor kehidupan masyarakat, mulai dari pendidikan hingga infrastruktur.
Bupati Solok Selatan, Khairunas menegaskan bahwa kerja nyata dan pengabdian tulus adalah satu-satunya jawaban atas mandat rakyat tersebut.
Baca juga: Solok Selatan Genap 22 Tahun, Pemkab Dorong Panas Bumi Jadi Sumber Energi Dunia
Ia berkomitmen untuk melanjutkan program-program yang telah berjalan baik, sembari melakukan akselerasi di sektor-sektor yang masih membutuhkan perhatian intensif, seperti infrastruktur dan kesejahteraan sosial.
Pemerintah Kabupaten Solok Selatan pun telah menyiapkan "peta jalan" yang jelas. Sebagai landasan hukum dan arah kebijakan, pemerintah daerah telah menetapkan Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) 2025–2045.
Visi besar ini bertujuan untuk menyelaraskan gerak daerah dengan visi Indonesia Emas 2045.
Tidak hanya rencana jangka panjang, langkah taktis lima tahunan juga telah dirumuskan melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2030.
Visi yang diusung sangat lugas "Terwujudnya Solok Selatan Makin Maju dan Sejahtera".
Baca juga: Pemkab Solsel Buka Keran Investasi, Pabrik Kelapa Sawit Mulai Dibangun
Visi ini diharapkan menjadi kompas bagi setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam menjalankan fungsinya.
Dalam sambutannya, Bupati juga menggarisbawahi pentingnya kolaborasi lintas sektor.
Keberhasilan pembangunan di Solok Selatan tidak mungkin dicapai sendirian oleh pemerintah kabupaten.
Diperlukan dukungan kuat dari DPR RI, DPRD Provinsi, hingga sinergi harmonis dengan DPRD Kabupaten Solok Selatan agar anggaran dan kebijakan tepat sasaran.
Baca juga: Bupati Dorong Satu Data Solok Selatan, Peran Dasawisma Jadi Penentu Arah Pembangunan
Selain fokus pada ranah lokal, Khairunas menyatakan komitmennya untuk menyelaraskan program daerah dengan kebijakan nasional.
Salah satunya adalah menyukseskan Program Asta Cita yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto. Penyelarasan ini dianggap penting agar potensi daerah dapat terintegrasi dengan pembangunan nasional secara utuh.
Sebagai penutup, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga persatuan.
Ia percaya bahwa dengan komitmen dan kerja keras bersama, berbagai program prioritas tahun 2025 dapat terealisasi dengan maksimal.(*)
| Pemkab Solsel Klaim Angka Pengangguran Turun Berkat Membaiknya Iklim Investasi |
|
|---|
| Wabup Solok Selatan Tekankan Target RPJMD 2025-2029 Harus Tuntas, Singgung Kondisi Keuangan Daerah |
|
|---|
| Perkuat Pembangunan Inklusif, Pemkab Solok Selatan Dorong Inovasi Digital Organisasi Perempuan |
|
|---|
| Pemprov Sumbar dan Pemkab Solok Selatan Perkuat Aturan Pajak Air Permukaan |
|
|---|
| Optimalisasi Pajak Air Permukaan, Bupati Solok Selatan Tekankan Pentingnya Keseimbangan Investasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/kantor-bupati-solok-selatan-912026.jpg)