Tahun Baru 2026

Jelang Tahun Baru 2026, BKSDA Sumbar Larang Pendakian Gunung Marapi, Singgalang dan Sago Malintang

TWA Gunung Marapi, TWA Gunung Singgalang Tandikat, serta TWA Gunung Sago Malintang masih ditutup untuk aktivitas wisata dan pendakian

Tayang:
Penulis: Fajar Alfaridho Herman | Editor: Rahmadi
Istimewa/BKSDA Sumbar
LARANGAN PENDAKIAN : Sejumlah petugas BKSDA Sumbar bersama sejumlah unsur terkait saat memasang spanduk larangan mendaki gunung beberapa waktu lalu. Jelang pergantian tahun, BKSDA Sumbar keluarkan imbauan larangan bagi masyarakat umum untuk melakukan pendakian ke Gunung Marapi, Singgalang, dan Sago Malintang. 
Ringkasan Berita:
  • BKSDA Sumbar larang pendakian Gunung Marapi, Singgalang, dan Sago Malintang jelang pergantian tahun.
  • Seluruh jalur pendakian dan pintu masuk kawasan TWA masih ditutup hingga waktu belum ditentukan.
  • Gunung Marapi ditutup karena masih berstatus Waspada dengan aktivitas erupsi yang terjadi.
  • Singgalang dan Sago Malintang ditutup karena sarana keselamatan belum siap.
  • BKSDA menegaskan larangan pendakian ilegal dan ancaman sanksi bagi pelanggar.

 

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Sumatera Barat kembali menegaskan bahwa seluruh jalur pendakian dan pintu masuk kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Marapi, TWA Gunung Singgalang Tandikat, serta TWA Gunung Sago Malintang masih ditutup untuk aktivitas wisata dan pendakian oleh masyarakat umum hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Penutupan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipatif demi menjamin keselamatan dan keamanan pengunjung, mengingat kondisi alam dan kesiapan pengelolaan kawasan dinilai belum memungkinkan untuk dibuka kembali.

Kebijakan ini sekaligus menegaskan larangan bagi masyarakat untuk melakukan aktivitas pendakian secara ilegal di kawasan konservasi tersebut.

Kepala Balai KSDA Sumatera Barat, Lugi Hartanto, melalui keterangan resminya menjelaskan bahwa penutupan jalur pendakian di kawasan TWA Gunung Marapi dilakukan karena gunung api tersebut hingga kini masih berada pada Status Level II (Waspada).

Aktivitas vulkanik Gunung Marapi dilaporkan masih fluktuatif dan erupsi masih kerap terjadi, sehingga berpotensi menimbulkan bahaya bagi keselamatan pendaki maupun wisatawan.

Baca juga: Arus Lalu Lintas Sitinjau Lauik Lancar Jelang Tahun Baru 2026, Pagi hingga Siang Lancar

“Gunung Marapi saat ini masih berada pada status waspada. Aktivitas erupsi masih sering terjadi dan ini tentu sangat berisiko apabila jalur pendakian dibuka. Oleh karena itu, keselamatan pengunjung menjadi prioritas utama kami,” terang Lugi, Selasa (30/12/2025).

Selain faktor aktivitas vulkanik, Balai KSDA Sumbar juga mempertimbangkan kondisi cuaca serta potensi bahaya sekunder seperti guguran material vulkanik dan gas berbahaya yang dapat muncul sewaktu-waktu tanpa dapat diprediksi secara pasti.

Sementara itu, untuk kawasan TWA Gunung Singgalang Tandikat dan TWA Gunung Sago Malintang, penutupan dilakukan karena saat ini masih dalam tahap evaluasi dan pembenahan sarana serta prasarana pengelolaan kawasan.

Menurut Lugi, fasilitas pendukung keselamatan pendaki, termasuk jalur evakuasi, rambu peringatan, serta sistem pengawasan, belum sepenuhnya memadai.

“Belum tersedianya sarana dan prasarana yang memenuhi standar keselamatan menjadi alasan utama penutupan di TWA Gunung Singgalang Tandikat dan TWA Gunung Sago Malintang," katanya.

Baca juga: Penutupan Jalan Bukittinggi Momen Tahun Baru 2026, Akses ke Jam Gadang Ditutup Bertahap

"Kami ingin memastikan seluruh aspek pengelolaan benar-benar siap sebelum kawasan dibuka kembali,” tambahnya.

Lebih lanjut, Lugi menyebutkan bahwa kebijakan penutupan ini juga mengacu pada pengumuman tentang penutupan kawasan konservasi untuk tujuan wisata dan pendakian pada seluruh pintu masuk jalur pendakian. Hingga kini, pengumuman tersebut masih berlaku dan belum dicabut.

Balai KSDA Sumbar belum dapat memastikan kapan jalur pendakian akan kembali dibuka. Pembukaan kawasan baru akan dilakukan setelah kondisi Gunung Marapi dinyatakan aman oleh pihak berwenang serta seluruh sarana dan prasarana di kawasan lainnya dinilai siap mendukung keselamatan pengunjung.

Dalam kesempatan tersebut, Lugi mengimbau masyarakat, komunitas pendaki, serta wisatawan agar tidak memaksakan diri melakukan pendakian dan mematuhi seluruh kebijakan yang telah ditetapkan.

Pihaknya juga meminta dukungan dari pemerintah daerah, aparat keamanan, wali nagari, serta seluruh pemangku kepentingan untuk menyampaikan informasi penutupan kawasan kepada masyarakat.

Baca juga: BERITA POPULER PADANG: Tanggul Sungai Jebol, Longsor Sitinjau Lauik dan Harga Ayam Potong Terbaru

“Kami mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga keselamatan dan kelestarian kawasan konservasi. Mari menjadi pendaki yang bijak dengan mematuhi aturan dan mengutamakan keselamatan,” tegas Lugi.

Lugi juga menegaskan bahwa setiap pelanggaran terhadap kebijakan penutupan kawasan akan ditindak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

"Informasi resmi terkait perkembangan kondisi kawasan dan rencana pembukaan kembali jalur pendakian nantinya akan disampaikan melalui kanal komunikasi resmi Balai KSDA Sumbar," pungkasnya.(*)

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved