Bencana Sumbar

Polemik Jembatan KA Lembah Anai, Gubernur Mahyeldi dan Fadli Zon Kompak Minta Kaji Ulang

Rencana pembongkaran jembatan kereta api di kawasan Lembah Anai, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, kini tengah menjadi sorotan publik.

Tayang:
Penulis: Arif Ramanda Kurnia | Editor: Rahmadi
Padang.tribunnews.com/Arif Ramanda Kurnia
JALUR KERETA LEMBAH ANAI: Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi saat ditemui di PLN UID Sumbar, Rabu (24/12/2025). Menurutnya, diperlukan kajian dan analisis yang jauh lebih mendalam sebelum menyentuh aset yang memiliki nilai sejarah tinggi tersebut. 

Ringkasan Berita:
  • Rencana pembongkaran jembatan kereta api Lembah Anai mencuat usai banjir bandang dan longsor di Tanah Datar.
  • Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah meminta kajian ulang sebelum keputusan diambil.
  • Jembatan tersebut tercatat sebagai bagian Warisan Tambang Batubara Ombilin Sawahlunto.
  • Menteri Kebudayaan Fadli Zon berencana meninjau langsung kondisi jembatan.
  • Pemerintah masih menimbang langkah lanjutan antara keselamatan jalur dan kajian teknis.

 

TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Rencana pembongkaran jembatan kereta api di kawasan Lembah Anai, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, kini tengah menjadi sorotan publik.

Infrastruktur ikonik tersebut terancam dibongkar menyusul dampak bencana banjir bandang dan tanah longsor hebat yang melanda wilayah itu beberapa waktu lalu.

Menanggapi wacana tersebut, Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, angkat bicara.

Menurutnya, diperlukan kajian dan analisis yang jauh lebih mendalam sebelum menyentuh aset yang memiliki nilai sejarah tinggi tersebut.

Mahyeldi mengingatkan bahwa jembatan kereta api di Lembah Anai bukan sekadar konstruksi besi biasa.

Baca juga: Galodo Susulan Terjang Pasa Maninjau, 60 KK di Agam Mengungsi Kedua Kalinya, Rumah Rusak Bertambah

Struktur ini merupakan bagian integral dari Warisan Tambang Batubara Ombilin Sawahlunto (WTBOS) yang telah diakui secara internasional.

"Jembatan kereta api ini berkaitan erat dengan Warisan Tambang Batubara Ombilin Sawahlunto (WTBOS), sehingga perlu kajian dan analisa yang lebih dalam lagi," ujar Mahyeldi di PLN UID Sumbar, Rabu (24/12/2025).

Pengakuan dari United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO) menjadi alasan kuat mengapa langkah pembongkaran harus dipertimbangkan secara matang.

Mahyeldi menekankan bahwa status warisan dunia membawa tanggung jawab moral dan hukum untuk menjaga keaslian serta kelestariannya.

Menteri Kebudayaan Kunjungi Lokasi

Sikap senada juga datang dari Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyatakan akan meninjau langsung kondisi fisik jembatan di lapangan sebelum keputusan final diambil oleh pemerintah pusat maupun daerah.

Baca juga: Galodo Susulan Hantam Jorong Pasa Maninjau, BPBD Agam Pastikan Tidak Ada Korban Jiwa

Fadli Zon menegaskan pentingnya melihat fakta di lapangan secara objektif. Baginya, jembatan tersebut adalah simbol sejarah transportasi dan industri di masa lampau yang tidak bisa digantikan begitu saja dengan struktur baru yang modern.

Ia berpendapat bahwa selama struktur tersebut masih memungkinkan untuk dipulihkan, maka perbaikan adalah jalan keluar yang paling bijak untuk mempertahankan nilai sejarahnya.

“Kalau saya cenderung, jika masih bisa diperbaiki tentu harus kita perbaiki. Sebaiknya memang diperbaiki, tapi kita lihat dulu karena ini masih dalam tahap awal pembahasan,” imbuhnya.

Rencana pembongkaran ini memang memicu perdebatan antara aspek keselamatan infrastruktur jalan raya yang berada di bawahnya dengan aspek pelestarian cagar budaya.

Sumber: Tribun Padang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved