Bencana Padang Panjang
Perjalanan Maut ke Padang: Keluarga Mardian Dihantam Banjir Bandang Jembatan Kembar, 1 Masih Hilang
Mardian harus menerima kenyataan pahit setelah ibu dan anaknya dipastikan tewas terseret banjir bandang Padang Panjang
Penulis: Muhammad Afdal Afrianto | Editor: Rahmadi
Ringkasan Berita:
- Dua jenazah korban banjir bandang Padang Panjang akhirnya teridentifikasi oleh tim DVI Mabes Polri di RS Bhayangkara Padang.
- Korban diketahui merupakan ibu dan anak dari Mardian, warga Kabupaten Solok, yang sebelumnya dilaporkan hilang.
- Kedua jenazah sempat dimakamkan tanpa identitas di TPU Bungus sebelum proses identifikasi selesai.
- Penyerahan jenazah berlangsung haru saat keluarga menerima kepastian tersebut.
- Hingga kini, satu anggota keluarga lainnya masih dalam pencarian.
TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Mardian harus menerima kenyataan pahit setelah ibu dan anaknya dipastikan tewas terseret banjir bandang Padang Panjang saat melintas di Jembatan Kembar, Lembah Anai.
Keluarga Mardian berangkat bertiga mengendarai sepeda motor dari Solok menuju Padang.
Namun nahas, tragedi itu merenggut nyawa Ibu dan anaknya, sementara adik ipar Mardian hingga hari ini belum ditemukan tim SAR.
Isak tangis Mardian pecah di ruang penjemputan jenazah RS Bhayangkara Padang, Polda Sumatera Barat Senin (15/12/2025).
Tubuhnya tampak lemas saat kabar pahit ibu dan anaknya menjadi dua dari korban banjir bandang di Jembatan Kembar, Kota Padang Panjang.
Mardian, warga Nagari Kacang, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok, hanya bisa menangis.
Baca juga: Majelis Taklim Masjid Al Maghfirah Lubuk Buaya Koto Tangah Kota Padang Bantu Korban Bencana Longsor
Tak sepatah kata pun keluar dari mulutnya. Ia beberapa kali dipeluk dan ditenangkan Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Susmelawati Rosya, yang dengan sabar mengusap kepala Mardian agar tetap tegar.
Tangis itu pecah setelah tim Disaster Victim Identification (DVI) Mabes Polri memastikan identitas dua jenazah yang sebelumnya tak dikenal.
Keduanya adalah Aliah, ibu kandung Mardian, serta anaknya, Rizky Muhammad Akbar.
Sementara itu, satu anggota keluarga lainnya adik ipar Mardian hingga kini masih belum ditemukan.
Tragedi ini bermula pada Kamis (27/11/2025) lalu. Aliah, Rizky, dan adik ipar Mardian berangkat menuju Kota Padang dengan mengendarai satu sepeda motor, melintasi jalur Lembah Anai.
Namun nahas, saat melintas di kawasan Jembatan Kembar, Kota Padang Panjang, banjir bandang datang menerjang. Ketiganya dinyatakan hilang sejak saat itu.
Baca juga: Jadwal KMP Gambolo Desember 2025: Berangkat dari Padang ke Sikabaluan Sore Ini
Beberapa waktu kemudian, dua jenazah ditemukan di kawasan Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman.
Karena belum diketahui identitasnya, Polda Sumbar sempat memakamkan keduanya di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Bungus, Kota Padang pekan lalu.
| Padang Panjang Butuh Waktu 3 Tahun, Pemulihan Pascabencana Telan Dana Fantastis Rp410 Miliar |
|
|---|
| Padang Panjang Ajukan Dana R3P ke BNPB Rp 410 Miliar, Perbaikan Infrastruktur Jadi Prioritas |
|
|---|
| Update Korban Bencana di Padang Panjang: 45 Meninggal, 17 Masih Hilang dan 1 Belum Teridentifikasi |
|
|---|
| Jembatan Kembar Padang Panjang Direkomendasikan Dibongkar, Masih Bisa Dilalui Satu Arah |
|
|---|
| 41 Rumah Hanyut di Padang Panjang, Pemko Pastikan Lahan Hunian Tetap Sudah Tersedia |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/KORBAN-BENCANA-SUMBAR-Mardian-warga-Nagari-Kacang-Kabusn-s151sitasnya.jpg)