Longsor di Lembah Anai

Update Jalan Putus Sicincin-Padang Panjang Ditarget Rampung Jelang Libur Nataru

Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumbar akan kembut perbaikan jalan Sicincin-Padang Panjang yang putus akibat cuaca ekstrem j

Tayang:
Penulis: Panji Rahmat | Editor: Emil Mahmud
Padang.tribunnews.com/Rahmat Panji
PERBAIKAN JALAN RUSAK - PPK 1.1 BPJN Sumbar Noor Arias Syamsu, mengatakan ruas jalan yang terdampak akibat cuaca ekstrem di ruas Sicincin-Padang Panjang ada enam titik, dengan kerusakan yang variatif. Ia menerangkan, jalan nasional yang rusak parah atau amblas berada di KM 63+500 atau kerap disebut mega mendung oleh masyarakat setempat. 

Selain itu, pihaknya berharap agar antusias masyarakat untuk melihat akses jalan bisa ditahan terlebih dahulu karena menggangu proses pengerjaan.

“Beri kami waktu dan kepercayaan, supaya kami bisa melakukan pekerjaan dengan cepat dan efektif,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Jalan amblas di Mega Mendung, Silaiang, Tanah Datar, Sumbar menjadi wisata bencana bagi sejumlah masyarakat, Jumat (28/11/2025).

Jalan amblas yang terjadi pada dini hari tadi, sejatinya sudah menjadi konsumsi publik melalui pemberitaan di media sosial pemerintah dan juga media mainstream.

BANJIR BANDANG- Penampakan alat berat di lokasi banjir bandang yang melanda kawasan Jembatan Kembar, elurahan Silaing Bawah, Kecamatan Padang Panjang Barat, Kota Padang Panjang, Sumatera Barat, Jumat (28/11/2025).
BANJIR BANDANG- Penampakan alat berat di lokasi banjir bandang yang melanda kawasan Jembatan Kembar, elurahan Silaing Bawah, Kecamatan Padang Panjang Barat, Kota Padang Panjang, Sumatera Barat, Jumat (28/11/2025). (Dokumentasi/Polres Padang Panjang)

Baca juga: Update Data Korban Bencana di Sumbar, BPBD: 61 Orang Meninggal dan 90 Hilang

Penyebab Jalan Amblas

Jalan ini diketahui amblas akibat cuaca ekstrem yang melanda daerah tersebut, sehingga membuat debit air meningkat dan menggerus badan jalan.

Amblasnya jalan ini, membuat kendaraan rida dua, roda empat hingga pejalan kaki tidak bisa melintas untuk sementara waktu.

Bahkan di dekat Anai Land (pemandian malibo anai) sudah diberi penanda bahwa jalan tidak bisa dilalui.

Hanya saja masyarakat dari Kota Pariaman hingga Padang Pariaman tetap datang ke lokasi untuk melihat langsung peristiwa tersebut.

Kebanyakan masyarakat yang datang membawa pasangan, bahkan keluarganya (termasuk anak) untuk melihat kondisi jalan.

Beberapa masyarakat juga dengan senang hati menerobos pembatas terakhir yang dipasang petugas agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.

Beberapa diantaranya, menyebut datang hanya untuk sekedar mengambil gambar untuk media sosial dan memastikan situasi.

Pilihan masyarakat ini ternilai berani, mengingat pembatas terakhir yang berjarak 50 meter dari ruas jalan amblas, sudah berlobang pada bagian bawah jalan.

Namun, mereka tidak segan untuk tetap sekedar mengambil video potrait atau bahkan berswafoto dengan jarak dua mter dari lokasi jalan putus.

PPK 1.1 Balai Pelaksanaan Jalan Nasional) Sumbar Noor Arias Syamsu, sangat menyayangkan antusias masyarakat ini.

Sumber: Tribun Padang
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved