Kecelakaan di Solok

Kasus Kecelakaan di Solok Meningkat, Polisi Minta Pengendara Waspadai Cuaca Ekstrem dan Jalan Licin

Menurut Rido, faktor utama penyebab kecelakaan didominasi oleh kelalaian pengemudi, kurangnya penguasaan medan, serta kondisi jalan yang menantang.

Penulis: Ghaffar Ramdi | Editor: Rezi Azwar
TribunPadang.com/Ghaffar Ramdi
KEPADATAN ARUS LALIN- Penampakan kepadatan arus lalu lintas di Jalan Padang-Solok, Provinsi Sumatera Barat. Polres Solok mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat berkendara, terutama di tengah cuaca ekstrem dan meningkatnya angka kecelakaan lalu lintas dalam tiga bulan terakhir. 

TRIBUNPADANG.COM, SOLOK - Polres Solok mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat berkendara, terutama di tengah cuaca ekstrem dan meningkatnya angka kecelakaan lalu lintas dalam tiga bulan terakhir.

Kasat Lantas Polres Solok, Iptu Rido mengatakan bahwa tingkat kecelakaan di wilayah hukum Polres Solok mengalami peningkatan cukup tinggi dalam kurun waktu tersebut.

Menurut Rido, faktor utama penyebab kecelakaan didominasi oleh kelalaian pengemudi, kurangnya penguasaan medan, serta kondisi jalan yang menantang.

“Kami mencatat adanya peningkatan kasus kecelakaan di wilayah Kabupaten Solok. Oleh karena itu, kami mengimbau seluruh pengguna jalan agar lebih berhati-hati, terlebih saat musim hujan seperti sekarang,” ujar Rido, Jumat (24/10/2025).

Baca juga: Diduga Tertidur, Penjual Spare Part Motor Tewas Terjebak saat Kebakaran Bengkel di Padang

Rido menjelaskan, karakteristik jalan di wilayah Solok sebagian besar didominasi oleh tanjakan, turunan dan tikungan tajam, yang menjadi tantangan tersendiri bagi pengendara. Kondisi ini diperparah dengan aspal beton yang licin saat tersiram hujan, sehingga meningkatkan risiko kecelakaan.

“Apalagi saat ini musim hujan, jalan kita banyak tanjakan, turunan, serta tikungan tajam. Aspal beton juga licin bila basah. Kami minta masyarakat menyesuaikan kecepatan dan menjaga jarak aman,” tambahnya.

Lebih lanjut, Rido menyebut beberapa titik rawan kecelakaan berada di jalur lingkar dan kawasan jalan lintas Talang, yang kerap dilalui kendaraan angkutan barang.

“Kasus kecelakaan banyak melibatkan kendaraan angkutan barang. Umumnya disebabkan oleh kelalaian dan kurangnya penguasaan medan. Korban pun sebagian besar berasal dari usia produktif,” jelasnya.

Baca juga: Harga TBS Sawit di Sijunjung 24 Oktober 2025 Turun Rp3.370 per Kilogram

Sebagai upaya menekan risiko kecelakaan, Satlantas Polres Solok terus melakukan pendekatan humanis kepada masyarakat. Personel di lapangan menggencarkan sosialisasi dan edukasi terkait bahaya kendaraan Over Dimension dan Over Load (ODOL) yang berpotensi menyebabkan kecelakaan fatal.

“Sesuai arahan pimpinan, kami lebih fokus pada upaya pendekatan persuasif kepada sopir dan pengusaha angkutan agar tidak melakukan pelanggaran ODOL. Edukasi ini penting untuk keselamatan bersama,” ungkap Rido.

Selain sosialisasi ODOL, Satlantas Polres Solok juga meningkatkan patroli di jalur rawan laka, memasang spanduk imbauan keselamatan, serta menggandeng komunitas motor dan perusahaan angkutan dalam kegiatan keselamatan berlalu lintas.

“Kami berharap masyarakat semakin sadar bahwa keselamatan di jalan adalah tanggung jawab bersama. Periksa kendaraan sebelum berangkat, kurangi kecepatan saat hujan, dan jangan paksakan diri jika kondisi tidak memungkinkan,” tutup Rido. (TribunPadang.com/Ghaffar Ramdi)

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved