Kabupaten Dharmasraya

DLH Dharmasraya Uji Coba Produksi Biochar dari Sampah Organik

Budi Waluyo, mengatakan kajiterap itu dilaksanakan pekan lalu dengan menggunakan metode Kon Tiki yang dikembangkan Litbang Pertanian.

Tayang:
Penulis: Arif Ramanda Kurnia | Editor: Rezi Azwar
Dokumentasi/Pemkab Dharmasraya
BIOCHTAR- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Dharmasraya melakukan uji coba (kajiterap) pembuatan biochar dari sampah organik di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sitiung V Rabusa. Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Budi Waluyo Memberi Arahan Sebelum Pelaksanaan Uji Terap Biochar beberapa waktu yang lalu. 

TRIBUNPADANG.COM, DHARMASRAYA – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Dharmasraya melakukan uji coba (kajiterap) pembuatan biochar dari sampah organik di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sitiung V Rabusa, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) adalah instansi pemerintah daerah yang bertugas mengelola dan melestarikan lingkungan hidup serta melaksanakan kebijakan lingkungan hidup di wilayahnya, termasuk mengendalikan pencemaran, penegakan hukum lingkungan, pengelolaan sampah, penyuluhan, dan memfasilitasi partisipasi masyarakat dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.

Dikutip dari kemenlh.go.id, biochar adalah bentuk arang kaya karbon yang dihasilkan dari bahan organik seperti kayu, jerami, atau daun, melalui proses pirolisis-pemanasan dalam kondisi minim oksigen.

Kepala DLH Dharmasraya, Budi Waluyo, mengatakan kajiterap itu dilaksanakan pekan lalu dengan menggunakan metode Kon Tiki yang dikembangkan Litbang Pertanian.

Baca juga: 4 BERITA POPULER SUMBAR Zahira Bertemu Ibunya yang Ditahan Imigrasi dan 3 Orang Meninggal Akibat DBD

“Dengan metode paling sederhana ini sudah dapat dihasilkan biochar berbahan kayu sisa bangunan dan ranting pepohonan yang banyak terdapat di TPA,” katanya dilansir resmi, Selasa (30/9/2025).

Ia menjelaskan biochar tersebut selanjutnya akan dihaluskan untuk keperluan petani.

Jika kajiterap ini berhasil, maka berpotensi menambah pendapatan asli daerah (PAD) sebagaimana pengolahan sampah menjadi pupuk kompos yang telah berjalan dalam dua tahun terakhir.

“Laporan lengkap akan kami tulis setelah melalui proses pengujian sederhana di lahan pertanian,” ujarnya.

DLH menilai pemanfaatan sampah organik melalui inovasi biochar dapat menjadi langkah strategis mengurangi timbunan sampah sekaligus memberi nilai tambah bagi sektor pertanian di Dharmasraya.(*)

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved