Denmark Open 2025
Tersisa Ganda Campuran Adnan/Indah Selamatkan Muka Indonesia Setelah Para Kompatriot Berguguran
TERSISA Satu Ganda campuran Indonesia, Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil atau Adnan/Indah yang mengalahkan Mohit Jaglan/Lakshita Jaglan
TERSISA Satu Ganda campuran Indonesia, Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil atau Adnan/Indah yang mengalahkan Mohit Jaglan/Lakshita Jaglan atau Mohit/Lakshita, Wakil India pada babak 32 besar Denmark Open 2025, Rabu (15/10/2025).
Ganda Campuran Indonesia Adnan/Indah, memang lebih mujur bertemu lawan underdog hingga mampu menuntaskan perlawanan Wakil India tersebut.
Adnan/Indah dalam laga cukup singkat, sekaligus memetik hasil kontras dengan kompatriot mereka pada babak pertama Denmark Open 2025.
Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil menjadi satu-satunya ganda campuran tersisa di Denmark Open 2025.
Dua kompatriot mereka, Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu dan Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah, gagal meraih hasil positif.
Jafar/Felisha kalah dari unggulan pertama China, Jiang Zhen Bang/Wei Ya Xin sedangkan Amri/Nita tumbang menghadapi pasangan andalan Jepang, Hiroki Midorikawa/Natsu Saito.
Amri/Nita kena revans Midorikawa/Saito setelah pernah mengalahkan lawan yang sama pada Korea Open 2025 beberapa pekan lalu.
Baca juga: Amri/Nita tak Berdaya Susul Wakil Indonesia Berguguran Alwi Farhan, Gregoria Mariska & Jafar/Felisha
"Memang di atas kertas lawan masih di bawah kami tapi kami tetap waspada tadi. ini persiapan untuk laga 16 besar yang lebih berat. Fokus ke adaptasi kondisi lapangan dan shuttlecock," ujar Adnan dikutip BolaSport dari rilis pers PBSI.
"Pastinya kami ingin melangkah lebih jauh di sini tapi kami akan fokus satu demi satu."
"Untuk besok akan lihat dulu pertandingan mereka hari ini lalu dianalisa dan menyiapkan strategi yang pas," tambah Adnan.
Sementara itu, Indah merasa masih memerlukan waktu untuk menyesuaikan diri dengan shuttlecock. Bermain di Jyske Bank Arena sering menguji ketahanan fisik karena laju shuttlecock yang terasa berat dan lambat.
"Adaptasi berjalan cukup baik hanya kami harus lebih terbiasa dengan perubahan laju shuttlecock yang berubah pelan ketika beberapa kali terkena pukulan," tandas Indah yang juga mantan juara dunia junior 2018 itu.
Pilihan lawan di babak kedua akan lebih menantang bagi mereka, antara bertemu Lee Jong-min/Chae Yu-jung (Korea Selatan) dan Thom Gicquel/Delphine Delrue (Prancis).
Saat Adnan/Indah masih akan memikirkan taktik untuk menyongsong babak 16 besar, Amri/Nita harus meratapi kekalahan mereka dari Midorikawa/Saito.
Sejak awal permainan, Amri/Nita gagal mendapatkan irama serangan yang tepat. Bahkan di gim kedua ketika sudah unggul game point, mereka lengah dan tertikung hingga kalah 13-21, 20-22.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/Lari-kencang.jpg)