Korea Open 2025
Pelatih Kenneth Jonassen Angkat Bicara, Alwi Farhan Rusak Ekspektasi Malaysia terhadap Leong Jun Hao
Sebetulnya Wakil Malaysia sektor tunggal putra, Leong Jun Hao menjadi tempat menggantungkan harapan bagi negeri jiran pada Korea Open 2025
TRIBUNPADANG.COM, SUWON - Sebetulnya Wakil Malaysia sektor tunggal putra, Leong Jun Hao menjadi tempat menggantungkan harapan bagi negeri jiran pada Korea Open 2025 baru-baru ini.
Apalagi, ekspektasi yang tersemat di pundak Leong Jun Hao yang pada turnamen sebelumnya di China Masters 205 berhasil menumbangkan Anthony Sinisuka Ginting tak bersisa.
Hanya saja Wakil Indonesia Alwi Farhan merusak segala harapan serta ekspektasi terhadap Wakil Malaysia, Leong Jun Hao.
Ia harus merasakan pahitnya early exit usai tumbang di tangan pemain Indonesia lainnya, Alwi Farhan yang memang tampil solid.
Pelatih tunggal putra Malaysia, Kenneth Jonassen pun angkat suara usai anak didiknya gagal tampil optimal pada Korea Open 2025.
Harapan untuk melaju jauh pada Korea Open 2025 sepanjang pekan kemarin tidak bisa digapai oleh para wakil Malaysia yang berlaga di sektor tunggal.
Geliat dari pemain peringkat ke-20 dunia itu terkubur dengan cepat setelah dia tumbang pada babak pertama Korea Open 2025.
Leong harus merasakan pahitnya early exit usai tumbang di tangan pemain Indonesia lainnya, Alwi Farhan yang memang tampil solid.
Tunggal putra potensial Indonesia yang kini berperingkat ke-21 dunia itu menang dua gim langsung atas Leong 21-19, 26-24 dalam tempo 61 menit.
Nasib lebih baik ditunjukkan wakil Negeri Jiran lainnya di turnamen BWF Super 500 ini di mana Justin Hoh melaju lebih jauh.
Hoh sukses melewati ujian pertama dengan mengalahkan wakil China Wang Zheng Xing sebelum kandas digebuk wakil Denmark Anders Antonsen.
Kondisi lebih memprihatinkan terjadi di nomor tunggal putra saat Goh Jin Wei dan Karupathevan Letshanaa sama-sama kandas di 32 besar.
Berkaca dari hasil yang menyedihkan tersebut, Kenneth Jonassen selaku direktur kepelatihan tunggal Malaysia angkat suara.
Pelatih asal Denmark yang pernah membesut Viktor Axelsen itu memberikan pesan khusus kepada para penggemar yang ingin melihat tunggal Malaysia berprestasi.
Dia menegaskan bahwa prestasi yang didambakan untuk sektor ini tidak bisa datang dalam sekejap mata.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/Bersila-LimA.jpg)