Revitalisasi Pasar Raya Padang
DPRD Padang Kawal Revitalisasi Pasar Raya, Minta Terminal Angkot Jadi Prioritas Utama
Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, menegaskan revitalisasi Pasar Raya Padang yang akan dimulai pada 22 Juni 2026
Penulis: Fajar Alfaridho Herman | Editor: Rahmadi
Ringkasan Berita:
- Revitalisasi Pasar Raya Padang dimulai 22 Juni 2026, DPRD ikut mengawal proyek ini.
- Pasar Raya disiapkan jadi tujuan wisata belanja dan kuliner di pusat Kota Padang.
- DPRD meminta penataan terminal dan jalur angkot jadi prioritas utama.
- Pemko Padang menyiapkan anggaran sekitar Rp50 miliar untuk revitalisasi.
- Aktivitas pedagang tetap berjalan meski rekayasa lalu lintas mulai diterapkan.
TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, menegaskan revitalisasi Pasar Raya Padang yang akan dimulai pada 22 Juni 2026 merupakan program yang telah disepakati bersama antara DPRD dan Pemerintah Kota Padang melalui APBD 2026.
Menurutnya, revitalisasi tersebut menjadi langkah penting untuk mengembalikan daya tarik Pasar Raya di tengah perubahan pola belanja masyarakat yang kini memiliki banyak alternatif, termasuk melalui platform daring.
"Ini sudah kita sepakati dalam Perda APBD 2026. Hari ini orang tidak lagi hanya bergantung ke pasar untuk berbelanja karena sudah banyak alternatif, termasuk belanja online. Karena itu pasar harus memiliki daya tarik baru," kata Muharlion kepada TribunPadang.com, Senin (15/6/2026).
Pasar Raya Harus Jadi Destinasi Wisata
Muharlion menilai konsep yang diusung Pemerintah Kota Padang dengan menjadikan Pasar Raya sebagai kawasan wisata belanja dan kuliner merupakan inovasi yang tepat.
Ia mengatakan masyarakat nantinya tidak hanya datang untuk bertransaksi, tetapi juga menikmati suasana kawasan yang lebih tertata dan nyaman.
Baca juga: Tak Sekadar Tempat Belanja, Revitalisasi Siapkan Pasar Raya Padang Jadi Destinasi Wisata
"Yang diinginkan adalah pasar bukan hanya tempat orang berbelanja, tetapi juga bagian dari wisata. Ada wisata kuliner, wisata belanja, dan orang datang karena melihat kawasan yang lebih indah dan nyaman," ujarnya.
Menurut Muharlion, penataan kawasan air mancur, trotoar, ruang publik, dan berbagai fasilitas pendukung lainnya diharapkan mampu mengubah wajah Pasar Raya Padang menjadi lebih menarik.
Dengan semakin banyak masyarakat yang datang, aktivitas ekonomi pedagang juga diyakini akan meningkat.
"Efek akhirnya tentu kepada aktivitas perdagangan. Kalau orang ramai datang, tentu belanja juga meningkat," katanya.
DPRD Minta Penataan Terminal Jadi Prioritas
Meski mendukung penuh revitalisasi tersebut, DPRD Kota Padang meminta pemerintah memprioritaskan penataan terminal dan jalur angkutan kota yang menjadi akses utama masyarakat menuju Pasar Raya.
Muharlion menilai keberadaan terminal yang dekat dan nyaman menjadi faktor penting dalam mendukung aktivitas perdagangan.
Baca juga: Cuaca 7 Kota di Sumbar Hari Ini Selasa 16 Juni 2026, Pariaman Diguyur Hujan Ringan
Ia tidak ingin kebijakan penataan lalu lintas justru membuat masyarakat semakin sulit menjangkau kawasan pasar.
"Kita minta persoalan terminal dan pengaturan angkot ini diprioritaskan. Jangan sampai masyarakat atau penumpang menjadi semakin jauh dari pasar karena itu akan berpengaruh terhadap aktivitas perdagangan," ujarnya.
Muharlion menambahkan DPRD akan terus mengawal seluruh proses revitalisasi agar berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat bagi masyarakat maupun pedagang.
Pemko Padang Siapkan Anggaran Puluhan Miliar
Sementara itu, Wali Kota Padang Fadly Amran mengatakan pemerintah telah menyiapkan anggaran sekitar Rp50 miliar untuk revitalisasi Pasar Raya Padang pada tahun 2026.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/dDUKUNG-REVITALISASI-PASAR-RAYA-d-DPRD-Kota-Padang-mend-pada-22dder.jpg)