Demo di Padang

Demo di DPRD Sumbar Berakhir, Mahasiswa Desak Pemerintah Selamatkan Nilai Tukar Rupiah

Mahasiswa mendesak adanya langkah konkret dari pemerintah untuk memperkuat nilai tukar rupiah demi menjaga daya beli masyarakat yang kian terpuruk.

Tayang:
Penulis: Arif Ramanda Kurnia | Editor: Rezi Azwar

Massa aksi datang dengan mengibarkan bendera kebanggaan organisasi masing-masing dan membawa berbagai spanduk bernada kecaman keras.

Salah satu spanduk berukuran besar yang membentang di depan gerbang utama cukup menarik perhatian publik karena bertuliskan kalimat provokatif: Indonesia Sekarat.

Keranda Mayat dan Guling Putih

Ketegangan visual kian terasa kuat tatkala para mahasiswa meletakkan sebuah keranda mayat tepat di barisan paling depan massa aksi, persis di hadapan pintu gerbang gedung rakyat tersebut.

Di dalam keranda mayat kayu yang dibalut kain penutup itu, tampak diletakkan sebuah bantal guling berwarna putih bersih sebagai simbolisasi jasad keadilan dan kesejahteraan rakyat yang telah mati.Keberadaan keranda mayat beserta guling putih ini sengaja dihadirkan oleh mahasiswa sebagai simbol matinya hati nurani pemerintah dalam mengelola negara.

Fokus teatrikal menggunakan keranda mayat ini sempat menjadi pusat perhatian utama dari jalannya demonstrasi, mengundang sorot kamera aparat maupun masyarakat yang melintas di kawasan Jalan Khatib Sulaiman.

Baca juga: Saling Dorong dan Bakar Ban Warnai Aksi Demo di Kantor Gubernur Sumbar

Selain keranda mayat, massa aksi juga membentangkan replika grafik makroekonomi berukuran besar yang memperlihatkan visual tajam mengenai grafik nilai tukar rupiah yang terus merosot tajam.

Melihat eskalasi massa, aparat kepolisian dari Polresta Padang dan Polda Sumatra Barat pun langsung bersiaga penuh mengamankan area sejak siang.

Petugas dengan seragam lengkap tampak membuat barikade di balik gerbang besi kantor DPRD Sumbar guna mencegah massa merangsek masuk ke dalam kompleks gedung legislatif.

Suasana aksi sempat berlangsung riuh saat perwakilan orator dari atas mobil komando dan di depan gerbang mulai bergantian menyampaikan orasi politik secara berapi-api.

Namun suasana berubah syahdu saat salah seorang mahasiswa yang bertindak sebagai orator menghentikan kepulan orasinya, lalu memegang mikrofon dengan erat untuk melantunkan kumandang adzan asar yang menggema di sepanjang jalan raya.

Gema adzan yang berkumandang di tengah kepungan barikade polisi dan keranda mayat tersebut membuat seluruh massa aksi mendadak terdiam dan tertunduk meresapi panggilan ibadah.

Sesaat setelah adzan selesai dikumandangkan, puluhan mahasiswa langsung menggelar salat asar berjamaah tepat di belakang keranda mayat berguling putih sebelum akhirnya mereka melanjutkan aksi dan bubar dengan tertib pada pukul 18.10 WIB.(*)

Sumber: Tribun Padang
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 02:00 WIB
Belgium
Belgia
Live
Egypt
Mesir
Grup H - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 05:00 WIB
Saudi Arabia
Arab Saudi
VS
Uruguay
Uruguay
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 08:00 WIB
Iran
Iran
VS
New Zealand
Selandia Baru
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved