Demo di Padang
Bawa Keranda Mayat Berisi Guling Putih ke DPRD Sumbar, Mahasiswa Teriak 'Indonesia Sekarat'
Tampak diletakkan sebuah bantal guling berwarna putih bersih sebagai simbolisasi jasad keadilan dan kesejahteraan rakyat yang telah mati.
Penulis: Arif Ramanda Kurnia | Editor: Rezi Azwar
Hingga sore ini, perwakilan dari koordinator lapangan aksi demo bergantian menaiki mobil komando untuk menyampaikan orasi-orasi politiknya tepat di depan gerbang utama yang dijaga ketat petugas.
Dalam orasinya, para orator menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas kondisi sosial, hukum, dan perekonomian nasional saat ini, yang dinilai semakin menjauh dari cita-cita kesejahteraan rakyat.
Berdasarkan selebaran resmi mengenai daftar poin tuntutan yang diperoleh dari lapangan terdapat lima poin krusial yang mendasari gerakan moral mahasiswa Sumbar kali ini.
Poin pertama yang disuarakan secara lantang oleh mahasiswa adalah menuntut pemerintah pusat untuk segera menghentikan pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Baca juga: Cekcok di Acara Kuda Kepang Sijunjung Berujung Maut, Pemuda 18 Tahun Tewas Ditusuk
Selanjutnya, pada poin kedua, massa dengan tegas menuntut pemerintah untuk menghentikan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta pembentukan Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih).
Poin ketiga dari tuntutan tersebut menyoroti sektor legislasi dan reformasi institusi, di mana mahasiswa mendesak pemerintah untuk membatalkan Revisi Undang-Undang Kepolisian Republik Indonesia (UU Polri).
Sementara itu, pada poin keempat, menyikapi visualisasi grafik yang dibawa massa, mereka mendesak pemerintah mengambil langkah konkret dan terukur untuk memperkuat nilai tukar rupiah serta menjaga stabilitas ekonomi nasional demi melindungi daya beli masyarakat.
Terakhir, pada poin kelima, mahasiswa mendesak Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk secara ksatria mengakui serta bertanggung jawab atas berbagai kegagalan tata kelola pemerintahan saat ini.
Aksi unjuk rasa ini hingga pukul 15.30 WIB masih terus berjalan dengan pengawalan ketat, sementara perwakilan mahasiswa masih bernegosiasi dengan pihak Sekretariat DPRD Sumbar agar anggota dewan bersedia menemui massa langsung di jalanan.
Jelang Aksi Demo Mahasiswa di Kantor DPRD Sumbar
Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sumatera Barat dijadwalkan menggelar aksi demonstrasi besar-besaran di Kantor DPRD Sumatera Barat hari ini, Senin (15/6/2026).
Mengusung tagar #IndonesiaSekarat sebagai protes atas kenaikan harga BBM dan melemahnya nilai tukar rupiah.
Namun, hingga pukul 13.44 WIB situasi di kawasan parlemen Sumatera Barat tersebut terpantau masih sepi dan belum terlihat adanya gelombang kedatangan rombongan mahasiswa.
Diketahui bahwa gedung Kantor DPRD Provinsi Sumatera Barat terletak di lokasi yang sangat strategis dan berada di jalur utama Kota Padang, tepatnya di Jalan S Parman, Ulak Karang Utara, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang.
Baca juga: Pemko Padang Panjang Bangun 10 Huntap Korban Banjir Bandang Gunakan Sepablock Semen Padang
Gedung wakil rakyat ini memiliki aksesibilitas yang sangat mudah dijangkau dari berbagai arah karena posisinya yang berada di kawasan pusat pendidikan dan bisnis.
Jika diukur dari pusat perbelanjaan terdekat, bangunan ini hanya berjarak sekitar 750 meter ke arah selatan dari Basko Grand Mall yang berada di Jalan Prof. Dr. Hamka, Padang Utara.
TribunBreakingNews
Multiangle
demo di Padang
Padang
Kantor DPRD Sumbar
Sumatera Barat
Rupiah Melemah
program makan bergizi gratis
Koperasi Merah Putih
Aksi Demo
aksi unjuk rasa
mahasiswa
Prabowo Subianto
Kinerja Prabowo-Gibran
Gibran Rakabuming
Gibran Rakabuming Raka
Keranda Mayat
| Demo Serentak di Padang: Massa Geruduk Kantor DPRD dan Gubernur Sumbar Sore Ini |
|
|---|
| Breaking News: Geruduk Kantor DPRD Sumbar, Mahasiswa Bentangkan Spanduk Raksasa 'Indonesia Sekarat' |
|
|---|
| Demo di Padang: Massa UNP Lewati Kantor DPRD Sumbar Sambil Bersorak Hidup Mahasiswa |
|
|---|
| Jelang Aksi Demo Mahasiswa di Kantor DPRD Sumbar, Personel Kepolisian Berjaga di Lokasi |
|
|---|
| Walhi Sumbar Nilai Bencana Ekologis Akhir November 2025 Terjadi Akibat Akumulasi Pembiaran Negara |
|
|---|