Harga Elektronik Naik

Harga Elektronik di Pasar Raya Padang Melonjak, Warga Terpaksa Menabung Lagi

Harga sejumlah produk elektronik impor di Pasar Raya Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) dilaporkan melonjak tajam hingga mencapai 10 persen,

Tayang:
Penulis: Arif Ramanda Kurnia | Editor: Rahmadi
TribunPadang.com/Arif Ramanda Kurnia
HARGA ELEKTRONIK - Harga sejumlah produk elektronik impor di Pasar Raya Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) dilaporkan melonjak tajam hingga mencapai 10 persen, Kamis (11/6/2026). Lonjakan harga yang cukup signifikan ini melanda berbagai perangkat kebutuhan rumah tangga, mulai dari televisi (TV), kulkas, lampu, kipas angin, hingga alat elektronik lainnya. 

Ringkasan Berita:
  • Harga elektronik di Pasar Raya Padang naik hingga 15 persen dalam beberapa hari terakhir.
  • TV, kulkas, lampu, hingga kipas angin ikut terdampak kenaikan harga.
  • Pedagang mengaku hampir semua produk impor mengalami penyesuaian harga.
  • Sejumlah pembeli kaget melihat label harga baru di etalase toko.
  • Ada warga yang menunda belanja, namun sebagian tetap membeli karena kebutuhan.

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Harga sejumlah produk elektronik impor di Pasar Raya Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) dilaporkan melonjak tajam hingga mencapai 10 persen, Kamis (11/6/2026).

Lonjakan harga yang cukup signifikan ini melanda berbagai perangkat kebutuhan rumah tangga, mulai dari televisi (TV), kulkas, lampu, kipas angin, hingga alat elektronik lainnya.

Berdasarkan pantauan reporter TribunPadang.com, Arif Ramanda langsung di lokasi pada Kamis (11/6/2026) meski harga-harga merangkak naik, aktivitas transaksi perdagangan di pusat pasar tersebut terpantau masih berjalan normal.

Lorong-lorong pertokoan tetap dihiasi lalu lalang pengunjung yang datang untuk berburu perangkat elektronik, meski tingkat keramaian antar-kios kini mulai tidak merata.

Sejumlah pedagang tampak bersiaga di depan gerai mereka, tetap agresif menawarkan barang dagangan kepada setiap calon pembeli yang melintas di depan toko.

Baca juga: Cabai Kampung Merangkak Naik Jadi Rp44.000 per Kg di Pasar Raya Padang, Cabai Kotak Malah Stagnan

Namun, dampak dari kenaikan harga ini mulai terasa pada omzet harian, di mana beberapa kios elektronik kini tampak lengang dan sepi dari kunjungan pembeli.

Salah seorang pedagang elektronik setempat, Irwan, mengungkapkan bahwa penyesuaian harga terpaksa dilakukan pada hampir seluruh lini produk yang ia jual.

Langkah ini diambil para pedagang menyusul meroketnya biaya pengadaan barang impor akibat melemahnya nilai tukar rupiah serta ketidakpastian situasi ekonomi global.

"Semua produk hampir naik. Lampu, kipas angin, hampir semuanya. Kalau bahasa kami di pasar sekarang ini yaitu penyesuaian harga," ujar Irwan di lokasi.

Menurut Irwan, grafik kenaikan harga rata-rata berada di kisaran 10 hingga 15 persen, di mana gejolak kelonjakan ini baru mulai dirasakan dalam beberapa hari terakhir.

Baca juga: Dampak Kenaikan Harga Pertamax Belum Signifikan Terhadap Bahan Pokok di Pasar Raya Padang

Kondisi ini pun langsung memicu keluhan dari para konsumen yang kaget saat mendapati label harga baru yang terpajang di etalase toko.

Salah seorang warga, Julizar, mengaku kecewa lantaran niatnya membeli alat elektronik yang tergolong jarang dilakukan, justru disambut oleh momentum kenaikan harga.

Ia menyebut, bagi masyarakat dengan anggaran terbatas, kenaikan otomatis ini memaksa mereka untuk menunda pembelian dan kembali memutar otak.

"Sudah beli elektroniknya sesekali, eh langsung naik harga. Otomatis kalau dana belum cukup begini, ya terpaksa menabung sedikit lagi," keluh Julizar.

Sikap pasrah juga ditunjukkan oleh calon pembeli lainnya, Marni, yang mengaku sudah menyisir beberapa toko namun tetap menemukan fenomena harga yang seragam.

Kendati terpukul dengan harga baru yang lebih mahal, Marni mengaku terpaksa tetap membeli barang tersebut karena faktor kebutuhan rumah tangga yang mendesak.

"Harga elektronik di beberapa toko naik semua. Tapi karena kita memang butuh sekali untuk di rumah, ya mau bagaimana lagi, terpaksa dibeli saja," pungkas Marni. (*)

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved