Padam Total di Sumbar

Imbas Listrik Padam Massal di Padang, Warga Terpaksa Tutup Warung Saat Harus Jualan

Pemadaman terjadi saat warga tengah beraktivitas pada malam hari dan tidak didahului cuaca ekstrem seperti hujan lebat maupun angin kencang.

Tayang:
Penulis: Fajar Alfaridho Herman | Editor: afrizal
TribunPadang.com/Fajar Alfaridho Herman
GANGGUAN LISTRIK - Seorang warga menunjukkan lampu yang kembali menyala di sebuah warung makan di kawasan Rimbo Panjang, Kota Padang, Sabtu (23/5/2026). Pasokan listrik di sejumlah wilayah Kota Padang berangsur normal setelah sempat mengalami pemadaman massal selama beberapa jam akibat gangguan pada sistem transmisi listrik di Pulau Sumatera. 
Ringkasan Berita:
  • Dampak pemadaman juga dirasakan para pelaku usaha kecil yang menggantungkan aktivitasnya pada pasokan listrik.
  • Pemadaman terjadi saat warga tengah beraktivitas pada malam hari dan tidak didahului cuaca ekstrem seperti hujan lebat maupun angin kencang
  • Kondisi listrik pada Sabtu pagi sudah kembali normal sehingga aktivitas usaha dapat berjalan seperti biasa

TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Setelah sempat mengalami pemadaman listrik massal selama beberapa jam pada Jumat (22/5/2026) malam, aliran listrik di sejumlah wilayah Kota Padang, Sumatera Barat, kini berangsur pulih dan kembali normal.

Gangguan tersebut tidak hanya membuat aktivitas masyarakat terganggu, tetapi juga menyebabkan layanan telekomunikasi di beberapa operator seluler ikut terdampak.

Pantauan TribunPadang.com di kawasan Komplek Lubuk Gading Permai I, Kelurahan Lubuk Buaya, menunjukkan aliran listrik mulai padam sekitar pukul 18.45 WIB.

Baca juga: Kronologi 2 Pelajar Tewas Keracunan Asap Genset saat Listrik Padam Massal di Tanah Datar

Tanpa Hujan dan Angin Kencang

Pemadaman terjadi saat warga tengah beraktivitas pada malam hari dan tidak didahului cuaca ekstrem seperti hujan lebat maupun angin kencang.

Kondisi itu membuat banyak warga terkejut karena pemadaman berlangsung cukup lama. 

Sejumlah warga terlihat memilih duduk di teras dan halaman rumah untuk menghindari hawa panas di dalam ruangan yang tidak lagi mendapatkan pasokan listrik.

Salah seorang warga, Alif, mengaku sempat kebingungan ketika listrik tiba-tiba padam tanpa ada tanda-tanda gangguan cuaca.

“Tidak ada angin dan tidak ada hujan, tiba-tiba listrik mati. Biasanya kalau padam tidak lama, tetapi tadi malam cukup lama sehingga membuat warga bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi,” kata Alif kepada TribunPadang.com, Sabtu (23/5/2026).

Menurutnya, pemadaman listrik pada malam hari membuat suhu di dalam rumah terasa lebih panas dari biasanya. 

Baca juga: Breakingnews 3 Remaja di Tanah Datar Diduga Keracunan Asap Genset, 2 Meninggal Dunia

Pilih Tunggu di Luar

Banyak warga akhirnya memilih menghabiskan waktu di luar rumah sambil menunggu aliran listrik kembali menyala.

Selain mengganggu kenyamanan, pemadaman juga berdampak pada kualitas jaringan telekomunikasi. 

Beberapa pengguna telepon seluler mengeluhkan sinyal yang melemah bahkan sulit digunakan untuk mengakses internet maupun melakukan komunikasi.

“Tadi malam terpaksa duduk-duduk di luar rumah karena panas. Sinyal ponsel juga susah, jadi tidak banyak yang bisa dilakukan. Kami hanya mengobrol dan bermain dengan anak-anak di halaman rumah sambil menunggu listrik hidup kembali,” ujarnya.

Alif menjelaskan, aliran listrik mulai kembali menyala sekitar pukul 23.00 WIB. Namun proses pemulihan tidak langsung berjalan sempurna karena tegangan listrik masih belum stabil pada awal pengoperasian kembali.

“Ketika baru nyala, lampu masih terlihat redup karena tegangannya rendah. Tetapi tidak berlangsung lama, mungkin sekitar setengah jam, setelah itu sudah kembali normal,” katanya.

Tutup Warung Lebih Awal

Dampak pemadaman juga dirasakan para pelaku usaha kecil yang menggantungkan aktivitasnya pada pasokan listrik.

Salah satunya Rio, pedagang sarapan dan lontong malam di kawasan Kelurahan Rimbo Panjang.

Rio mengaku harus menghentikan aktivitas jualannya lebih awal akibat listrik yang tiba-tiba padam saat warung masih beroperasi.

“Saat itu saya sedang berjualan, tiba-tiba lampu mati. Karena kondisi gelap dan aktivitas pembeli juga berkurang, akhirnya saya menutup warung lebih cepat dari biasanya,” ujarnya.

Ia menyebut aliran listrik di lingkungan tempat tinggalnya baru kembali menyala sekitar pukul 01.00 WIB dini hari. 

Meski demikian, kondisi jaringan listrik pada Sabtu pagi sudah kembali normal sehingga aktivitas usaha dapat berjalan seperti biasa.

“Hari ini sudah mulai berjualan lagi dan listrik juga tidak ada masalah. Semoga tidak terjadi pemadaman seperti tadi malam lagi,” katanya.

Hingga Sabtu pagi sekitar pukul 09.30 WIB, TribunPadang.com memantau sebagian besar wilayah Lubuk Buaya telah mendapatkan pasokan listrik secara normal. 

Aktivitas masyarakat, mulai dari kegiatan rumah tangga hingga perdagangan, kembali berlangsung seperti biasa.

Informasi yang dihimpun menyebutkan gangguan kelistrikan tersebut tidak hanya dirasakan masyarakat di Kota Padang, tetapi juga berdampak pada sejumlah wilayah lain di Pulau Sumatera.

Gangguan terjadi akibat terputusnya sistem transmisi listrik 275 kV pada jalur Rumbai–Muaro Bungo, yang memengaruhi sistem penyaluran tenaga listrik di beberapa daerah.

Meski pasokan listrik kini telah berangsur pulih, peristiwa pemadaman massal tersebut menjadi perhatian masyarakat karena terjadi dalam waktu yang cukup lama dan berdampak langsung terhadap aktivitas warga, layanan komunikasi, hingga operasional usaha kecil di berbagai kawasan.

 

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved