Kota Padang

Pemko Padang Perkuat Operator ATS, 6.615 Anak Tidak Sekolah Jadi Perhatian

Sebanyak 6.615 anak di Kota Padang masih tercatat sebagai Anak Tidak Sekolah (ATS).

Tayang:
Editor: Rahmadi
TribunPadang.com/Pemko Padang
PENGUATAN PENANGANAN ATS – Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang Yopi Krislova berfoto bersama peserta usai membuka Workshop Peningkatan Kompetensi Operator Anak Tidak Sekolah (ATS) Kelurahan se-Kota Padang di Ruang Suhaimi Disdikbud Kota Padang, Kamis (21/5/2026). Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas operator ATS dalam mendata dan mendampingi anak-anak yang belum mengakses pendidikan guna mendukung target zero ATS di Kota Padang pada 2029 
Ringkasan Berita:
  • Ribuan anak di Padang ternyata masih belum mengenyam pendidikan.
  • Pemko Padang mulai gerak cepat lewat penguatan operator ATS.
  • Kendala biaya hingga administrasi jadi penyebab anak putus sekolah.
  • Warga diminta segera lapor jika temukan anak ingin sekolah.
  • Target besar dipasang, Pemko Padang ingin zero ATS pada 2029.

TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Sebanyak 6.615 anak di Kota Padang masih tercatat sebagai Anak Tidak Sekolah (ATS).

Untuk mempercepat penanganan persoalan tersebut, Pemerintah Kota Padang memperkuat kapasitas operator ATS di seluruh kelurahan melalui Workshop Peningkatan Kompetensi Operator ATS Kelurahan se-Kota Padang yang digelar di Ruang Suhaimi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Padang, Kamis (21/5/2026).

Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir mengatakan, persoalan anak tidak sekolah menjadi perhatian serius Pemko Padang karena menyangkut masa depan generasi muda. 

Meski jumlah ATS mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 7.178 anak, pemerintah daerah menilai upaya penanganan harus terus ditingkatkan.

Menurut Maigus, berbagai faktor menjadi penyebab anak putus sekolah atau tidak melanjutkan pendidikan, mulai dari persoalan ekonomi keluarga, kurangnya kesadaran pentingnya pendidikan, hingga kendala administrasi dan sosial lainnya.

Baca juga: Detik-detik Banjir Terjang Rumah Syamsinur di Kuranji Padang, Air Masuk Jam 9 Malam

Karena itu, Pemko Padang memperkuat peran operator ATS yang bertugas melakukan pendataan, verifikasi, serta pendampingan terhadap anak-anak yang belum mengakses pendidikan.

“Pendidikan harus tetap menjadi prioritas utama karena setiap anak memiliki hak memperoleh pendidikan yang layak,” ujar Maigus.

Ia menegaskan, penanganan ATS tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata. Keterlibatan camat, lurah, RT/RW, tokoh masyarakat, dan keluarga sangat dibutuhkan untuk memastikan setiap anak memperoleh akses pendidikan.

Maigus meminta aparatur di tingkat kelurahan aktif mencari dan mendata anak-anak yang tidak bersekolah serta memberikan edukasi kepada orang tua agar mendorong anak kembali mengenyam pendidikan.

“Operator ATS tidak hanya bertugas melakukan pendataan, tetapi juga diharapkan mampu memberikan pemahaman kepada keluarga agar anak tetap melanjutkan pendidikan,” katanya.

Baca juga: Banjir Kuranji Padang Rendam Sawah dan Rumah Warga, Trauma Bencana Masih Hantui Korban

Sementara itu, Kepala Disdikbud Kota Padang Yopi Krislova menjelaskan pihaknya terus melakukan berbagai intervensi untuk menekan angka ATS. 

Langkah yang dilakukan antara lain pemberian bantuan pendidikan, pendampingan administrasi, serta membuka akses pendidikan melalui jalur formal maupun nonformal.

Menurut Yopi, laporan dari masyarakat menjadi bagian penting dalam proses penanganan ATS. Dengan adanya informasi dari lingkungan sekitar, pemerintah dapat lebih cepat melakukan verifikasi dan memberikan solusi sesuai kebutuhan anak yang bersangkutan.

“Masyarakat diminta segera melaporkan kepada lurah apabila terdapat anak yang ingin sekolah namun terkendala biaya agar pemerintah dapat segera mencarikan solusi,” ujarnya.

Melalui penguatan kompetensi operator ATS di 104 kelurahan, Pemko Padang berharap penanganan ribuan anak yang masih berada di luar sistem pendidikan dapat dilakukan lebih efektif sehingga target zero ATS pada 2029 dapat tercapai. (*)

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved