Kecelakaan Beruntun di Padang

Warga Ungkap Penyebab Lain Kecelakaan di Padang Besi: Tabrak Truk Parkir di Badan Jalan

Risiko kecelakaan diperparah banyaknya truk yang parkir sembarangan di sepanjang bahu jalan dan minimnya lampu penerangan jalan

Tayang:
Penulis: Muhammad Iqbal | Editor: afrizal
Ringkasan Berita:
  • Selain akibat rem truk yang blong, ada beberapa penyebab lain kecelakaan terjadi di Padang Besi yaitu truk yang parkir di badan jalan dan minimnya penerangan
  • Kondisi trotoar saat ini sangat rendah sehingga kendaraan berpotensi menghantam rumah di pinggir jalan
  • Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumbar memastikan akan membangun pembatas jalan di kawasan rawan kecelakaan tersebut

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Kecelakaan beruntun yang melibatkan enam kendaraan di Padang Besi, Lubuk Kilangan, Padang, Minggu (10/5/2026), memang diduga kuat akibat rem blong. 

Namun, bagi warga Kecamatan Lubuk Kilangan, kecelakaan yang merenggut empat nyawa tersebut menyingkap tabir masalah yang lebih kronis yaitu buruknya infrastruktur jalan.

Selain akibat rem truk yang blong, ada beberapa penyebab lain kecelakaan terjadi di Padang Besi. 

Nofel Hendra, seorang warga sekitar, kepada TribunPadang.com mengungkapkan bahwa risiko kecelakaan diperparah banyaknya truk yang parkir sembarangan di sepanjang bahu jalan.

Baca juga: Posisi Korban Terjepit di Belakang Sopir, Fadri Dapati 2 Orang Sudah Tak Bernyawa

"Sering terjadi itu memang rem blong, tapi ada juga kasus kendaraan lain menabrak truk yang parkir di badan jalan," ujarnya Senin (11/5/2026).

Selain banyak truk parkir, penerangan jalan saat malam hari pun tidak berfungsi dengan baik. 

Nofel Hendra berharap pemerintah memperbaiki semua lampu jalan yang padam.

"Kita tidak tahu kecelakaan terjadi kapan, namun saat malam penerangannya kurang karena lampu jalan mati. Semoga bisa diperbaiki dan bisa meminimalisir risiko," sebutnya.

Trotoar Rendah

Senada, warga lainnya yang akrab disapa Lis berharap trotoar di daerah tersebut dapat diperbaiki.

Kondisi trotoar saat ini sangat rendah sehingga kendaraan berpotensi menghantam rumah di pinggir jalan. 

Dia pun mencontohkan kejadian beberapa tahun lalu ketika truk rem blong dan menabrak rumah warga.

"Saya berharapnya bisa dinaikan trotoar dan taman ini, karena beberapa tahun lalu, dua orang warga di sini meninggal dunia akibat ditabrak truk," pungkasnya.

Kecelakaan beruntun terjadi di kawasan jembatan Padang Besi yang melibatkan enam unit kendaraan, yakni truk Hino BM 9936 KU, Toyota Rush B 2881 KYU, truk Hino BA 9522 IU, Mitsubishi Pajero BA 1218 WQ, truk Hino BA 8497 QU, dan Toyota Kijang Super BA 1740 JC.

Baca juga: Usai Tabrakan Beruntun Padang Besi, Dishub Wajibkan Pemeriksaan Rutin Kendaraan Barang Tiap 6 Bulan

Sebanyak empat orang tewas dan empat orang dirawat di Semen Padang Hospital. 

Padang Besi adalah nama kelurahan di Kecamatan Lubuk Kilangan yang berada sekitar 7,2 km dari pusat Kota Padang.

Daerah ini selalu dilewati berbagai kendaraan karena menjadi penghubung menuju Kabupaten Solok. 

Jalan nasional ini menurun sejak dari jalur ekstrem Sitinjau Lauik. 

Hingga memasuki by pass, jalan dari arah Sitinjau Lauik menuju pusat kota Padang menurun termasuk di Padang Besi yang menjadi lokasi tabrakan maut. 

Kecelakaan Terparah

Edi (62) warga, mengatakan lokasi terjadinya kecelakaan beruntun memang terkenal rawan.

Beberapa tahun terakhir sering terjadi kecelakaan di kawasan ini.

"Sering terjadi kecelakaan di sini," kata dia saat memberikan keterangan di lokasi.

Akan tetapi, lanjut Edi, kecelakaan beruntun Minggu (10/05/2026) pagi ia sebut terparah.

Sebab, melibatkan banyak kendaraan dan mengakibatkan banyak korban jiwa. 

Tahun 2023 silam ada truk rem blong juga. 

Dua orang tewas akibat kecelakaan itu.

"Sebelumnya tahun 2023 ada dua orang meninggal di dekat sini, truk juga, rem blong dan menabrak rumah," jelasnya.

Selanjutnya kecelakaan juga terjadi di lokasi tersebut pada tahun 2025 lalu. 

Kecelakaan itu melibatkan truk tangki sawit.

"Pada umumnya banyak yang terjadi akibat rem blong, tahun lalu juga dua orang meninggal," ujarnya.

Ia menjelaskan, kondisi jalan juga menjadi pemicu kecelakaan

Jalan tersebut berbelok, selalu terjadi truk rem blong dari Indarung.

"Tapi yang terparah yang sebentar ini, melibatkan banyak kendaraan dan korban meninggal maupun luka-luka," tambahnya.

Respon Balai Pelaksanaan Jalan Nasional

Kecelakaan beruntun yang menewaskan empat orang di kawasan Jembatan Padang Besi, Kelurahan Padang Besi, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, Sumatera Barat, mulai mendapat respons dari pemerintah.

Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumbar memastikan akan membangun pembatas jalan di kawasan rawan kecelakaan tersebut.

Kepala BPJN Sumbar, Elsa Putra Friandi mengatakan pihaknya segera menindaklanjuti masukan masyarakat terkait pembangunan pembatas jalan di lokasi yang kerap terjadi kecelakaan akibat kendaraan rem blong.

“Ya, nanti kita koordinasikan. Terkait masukan dari masyarakat pembagunan pembatasan jalan nanti coba kami cek kembali. Dan kalau bisa ditindaklanjuti dalam waktu dekat akan kita tindak lanjuti. Sementara nanti akan kita bangun pembatasan jalannya,” ujarnya.

Menurut Elsa, pembangunan pembatas jalan tersebut menjadi salah satu upaya untuk meminimalisir dampak kecelakaan, terutama kendaraan berat yang mengalami rem blong saat melintasi turunan di kawasan Padang Besi.

Padang Besi adalah nama kelurahan di Kecamatan Lubuk Kilangan yang berada sekitar 7,2 km dari pusat Kota Padang.

Daerah ini selalu dilewati berbagai kendaraan karena menjadi penghubung menuju Kabupaten Solok. 

Jalan nasional ini menurun sejak dari jalur ekstrem Sitinjau Lauik. 

Hingga memasuki by pass, jalan dari arah Sitinjau Lauik menuju pusat kota Padang menurun termasuk di Padang Besi yang menjadi lokasi tabrakan maut. 

Respons serupa juga datang dari Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade.

Andre mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan BPJN Sumbar terkait pembangunan pembatas jalan di lokasi rawan kecelakaan tersebut.

“Nanti kita akan berkoordinasi dengan balai jalan untuk pembangunan pembatasan jalan ini,” katanya.

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved