Kecelakaan Beruntun di Padang
Suara Klakson Panjang Terdengar Sebelum Tabrakan Beruntun di Padang Besi
Bahkan truk semen yang dikendarai Jasman ikut dihantam oleh kendaraan Hino yang diduga rem blong.
Penulis: Muhammad Afdal Afrianto | Editor: afrizal
Ringkasan Berita:
- Tabrakan beruntun di kawasan jembatan Padang Besi terjadi Minggu (10/5/2026) pagi saat kondisi jalan sepi
- Diduga tabrakan terjadi akibat truk Hino mengalami rem blong sehingga menghantam 4 kendaraan lainnya.
- Sebelum tabrakan terjadi, seorang sopir yang kendaraan ikut dihantam truk mengaku sempat mendengar suara klakson panjang dari arah belakang.
TRIBUNPADANG.COM- Bunyi klakson panjang memecah keheningan pagi di kawasan jembatan Kelurahan Padang Besi, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Minggu (10/5/2026).
Suara yang berasal dari truk itu seolah menjadi pertanda maut sebelum kecelakaan beruntun yang melibatkan lima kendaraan terjadi, sekitar pukul 08.00 WIB itu.
Jasman (50), satu sopir truk yang selamat, mengaku sempat mendengar peringatan nyaring tersebut dari arah belakang sebelum truk Hino yang diduga mengalami rem blong menghantam kendaraannya serta 3 kendaraan pribadi lainnya.
Baca juga: Sopir Truk Semen Ungkap Detik-detik Kecelakaan Beruntun di Padang Besi, Dengar Klakson Panjang
"Saya dengar klakson panjang, tak lama langsung terdengar dentuman keras," kenang Jasman.
Kepada jurnalis TribunPadang.com, Muhammad Afdal Afrianto yang ada di lokasi, Jasman menuturkan kecelakaan terjadi saat kondisi arus lalu lintas di kawasan tersebut masih sepi.
“Kecelakaan terjadi sekitar pukul 08.00 WIB. Saat itu kendaraan lagi sepi yang lewat,” kata Jasman kepada TribunPadang.com.
Bahkan truk semen yang dikendarai Jasman ikut dihantam oleh kendaraan Hino yang diduga rem blong.
“Truk saya dihantam dari belakang oleh truk itu,” jelasnya.
Terdengar Suara Klakson Panjang
Sebelum tabrakan terjadi, Jasman mengaku sempat mendengar suara klakson panjang dari arah belakang.
Namun tidak lama kemudian terdengar suara benturan keras dari sejumlah kendaraan.
“Saat mendengar klakson itu, saya dengar dentuman keras. Saat itu saya langsung mengambil arah ke sisi kiri jalan. Mobil saya dihantam bagian kiri,” ujarnya.
Truk Hino tersebut baru berhenti setelah menabrak sebuah minibus pengangkut beras.
“Berhenti truk itu setelah menghantam mobil beras,” katanya.
Ia menyebut kecelakaan tersebut diduga truk hino mengalami rem blong.
"Karena truk itu turun dalam kondisi rem blong," jelasnya.
Meski kendaraannya mengalami kerusakan, Jasman mengaku tidak mengalami luka akibat kecelakaan tersebut.
Baca juga: Polisi Gelar Olah TKP Kecelakaan Beruntun di Padang Besi, Sopir Truk Lemas Dibopong
Tiga Korban Tewas
Sejumlah korban kecelakaan yang terjadi di kawasan jembatan Kelurahan Padang Besi, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Minggu (10/5/2026) dibawa ke Semen Padang Hospital untuk mendapatkan pertolongan.
Humas Semen Padang Hospital, Kiki, saat dikonfirmasi reporter TribunPadang.com, Fajar Alfaridho Herman sekira pukul 11.40 WIB mengatakan sebanyak tujuh orang korban datang ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) Semen Padang Hospital sekira pukul 08.30 WIB.
"Iya benar ada korban kecelakaan yang masuk ke Semen Padang Hospital dengan jumlah tujuh orang sekira pukul 08.30 WIB tadi," katanya kepada TribunPadang.com.
Menurut Kiki, dari tujuh orang korban, sebanyak tiga orang dinyatakan meninggal dunia.
Sementara itu empat orang lainnya luka-luka.
Baca juga: Kecelakaan Beruntun di Padang Besi Libatkan 5 Kendaraan, Bunyi Benturan Keras hingga Korban Terjepit
"Yang meninggal dunia itu ada tiga orang, dua perempuan dengan inisial E (57) dan D (61), kemudian satu laki-laki dengan inisial ACE (39)," katanya.
"Kemudian yang luka-luka dua orang perempuan dengan inisial A (53) dan DW (46). Kemudian dua orang laki-laki dengan inisial S (55) dan AD (43)," tambahnya.
Kiki menambahkan bahwa dirinya belum bisa memberikan keterangan lebih rinci terkait kondisi korban karena belum mendapatkan informasi dari tenaga medis yang bertugas.
"Kita belum tau nih bagaimana kondisi medisnya, apakah sudah bisa pulang atau harus dirawat, kita masih menunggu
"Makanya kalau sekarang sepertinya belum bisa wawancara korban, karena takutnya masih trauma. Saat ini masih diobservasi, nanti jika sudah ada informasi terbaru akan kita sampaikan," pungkasnya.
Sopir Truk Dibopong saat Olah TKP
Pihak kepolisian menggelar Oleh TKP kecelakaan beruntun di Padang Besi guna mengungkap penyebab pasti insiden yang melibatkan lima kendaraan tersebut, Minggu (10/5/2026).
Personel kepolisian menandai sejumlah titik di lokasi kejadian menggunakan papan nomor dan tanda khusus untuk memetakan kronologi peristiwa.
Diketahui kecelakaan beruntun yang terjadi pada Minggu (10/5/2026) sekira pukul 07.30 WIB, melibatkan lima kendaraan.
Pantauan Jurnalis TribunPadang.com, Muhammad Iqbal di lapangan sekira pukul 11.13 WIB, olah TKP tengah berlangsung.
Sejumlah personel kepolisian tampak menandai beberapa lokasi dengan papan nomor dan diberi tanda.
Di sisi lain, terlihat sopir yang diduga membawa truk rem blong juga berada di lokasi kecelakaan.
Kepolisian terlihat meminta keterangan sopir atas kecelakaan yang terjadi dan mulai menandai beberapa titik dengan angka dan tanda.
Sopir truk terlihat mengenakan baju kaos pink dengan celana pendek hitam. Di sampingnya, seorang perempuan tampak membopong sang sopir.
Perempuan tersebut juga terlihat mengenakan baju pink, jilbab dan celana hitam.
Sesekali sembari dibopong, sopir terlihat mengerutkan kening, kondisinya juga tampak lemah sehingga harus dibopong.
Terdengar Bunyi Benturan
Salah seorang warga sekitar, Shinta, mengatakan bahwa kecelakaan tersebut terjadi sekira pukul 08.00 WIB.
Lokasi kejadian tepat di kawasan Jembatan Padang Besi, kendaraan yang terlibat kecelakaan awalnya datang dari arah Solok menuju Padang.
"Iya benar ada kejadian kecelakaan, lokasinya pas di jembatan padang besi, tadi kejadiannya sekitar pukul 08.00 WIB," katanya saat dihubungi TribunPadang.com.
Menurut Shinta, saat kecelakaan ia sedang berada di rumahnya yang tidak jauh dari Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Saat itu ia mendengar bunyi benturan yang cukup keras layaknya ban truk yang meletus.
"Waktu kejadian itu saya dirumah, rumah saya agak ke dalam atau ke belakang dari jalan raya, kemudian saya dengar bunyi benturan, seperti ban truk meletus. Tapi yang anehnya kenapa bunyi sering atau banyak lah gitu, jadi saya coba lihat keluar, ternyata sudah berderet saja mobil-mobil terlibat kecelakaan itu," jelasnya.
Menurut Shinta, ia melihat sekitar lima kendaraan yang terlibat, yaitu dua unit kendaraan truk dan tiga unit minibus.
"Kalau yang saya lihat itu sekitar lima kendaraan, dua truk dan tiga mobil minibus, beberapa ada yang dalam keadaan ringsek," katanya.
Shinta juga mengatakan bahwa dirinya tidak terlalu mengetahui jumlah korban. Namun berdasarkan informasi dari warga sekitar bahwa ada korban yang terjepit di dalam kendaraan.
"Kalau jumlah korban saya kurang tau ya, saya tidak terlalu melihat. Tapi tadi saya tanya warga lain, ada yang terjepit di dalam mobil katanya," jelas Shinta.
Setelah melihat kejadian selama beberapa menit, Shinta pun langsung pergi dan meninggalkan TKP dengan kondisi masyarakat yang masih ramai untuk membantu.
"Saya tadi tidak terlalu lama, karena ada keperluan juga, tadi pas saya pergi orang masih ramai untuk membantu korban yang terjepit," pungkasnya. (*)
| Polisi Dalami Dugaan Rem Blong Jadi Pemicu Kecelakaan Beruntun di Padang, Sopir Truk Diamankan |
|
|---|
| Truk Hino Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Beruntun di Padang, Sopir Sempat Bunyikan Klakson Panjang |
|
|---|
| Polisi Olah TKP Kecelakaan Beruntun Maut di Padang Besi, Arus Lalu Lintas Solok-Padang Buka Tutup |
|
|---|
| Update Kecelakaan di Padang Besi, 3 Orang Tewas dan 4 Luka-luka Masuk Semen Padang Hospital |
|
|---|
| Polisi Gelar Olah TKP Kecelakaan Beruntun di Padang Besi, Sopir Truk Lemas Dibopong |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/KLAKSON-Kecelakaan-beruntun.jpg)