Rakor di Padang, Mentan Andi Amran Targetkan Indonesia Masuk Mandatori E20 Lewat Etanol
Menteri Pertanian (Mentan) RI Andi Amran Sulaiman menegaskan pengembangan etanol menjadi salah satu fokus utama pemerintah
Penulis: Muhammad Afdal Afrianto | Editor: Rahmadi
Ringkasan Berita:
TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Menteri Pertanian (Mentan) RI Andi Amran Sulaiman menegaskan pengembangan etanol menjadi salah satu fokus utama pemerintah dalam mewujudkan kemandirian energi nasional.
Hal tersebut disampaikannya usai memimpin rapat koordinasi percepatan hilirisasi komoditas perkebunan di Hotel Mercure, Kota Padang, Selasa (14/4/2026).
Amran menyebut, pengembangan etanol merupakan bagian dari arahan Presiden RI dalam mendorong hilirisasi dan kemandirian di berbagai sektor strategis.
"Kita menuju mandatori E20. Saat ini Brasil sudah pada posisi E27, bahkan bisa sampai E100. Indonesia kita menuju E20 terlebih dahulu," ujarnya.
Untuk mencapai target tersebut, Indonesia diperkirakan membutuhkan sekitar 8 juta ton etanol.
Baca juga: Padang Diguyur Hujan, Cek Update Peringatan Dini Cuaca Sumbar Pukul 15.00-17.30 WIB Hari Ini
Menurut Amran, jika target itu tercapai, Indonesia berpeluang besar mewujudkan kemandirian energi di masa depan.
"Artinya apa, suatu saat kita mandiri. Ke depan bayangkan Indonesia, mimpi besar Bapak Presiden, mandiri biofuel, mandiri energi," jelasnya.
Ia menambahkan, upaya ini tidak hanya berdampak pada sektor energi, tetapi juga akan membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Selain etanol, Amran juga memaparkan sejumlah capaian sektor pertanian lainnya, termasuk keberhasilan peningkatan stok pangan nasional.
Ia menyebut, target swasembada pangan yang awalnya dipatok empat tahun, berhasil dicapai dalam waktu satu tahun.
Baca juga: Warga Kuranji Padang Terpaksa Mandi Air Hujan Akibat Krisis Air Bersih, Keluhkan Kulit Terasa Licin
"Hari ini stok kita 4,7 juta ton, itu tertinggi sepanjang sejarah," ungkapnya.
Capaian tersebut juga diiringi dengan peningkatan Produk Domestik Bruto (PDB) sektor pertanian dari 0,67 persen menjadi 5,74 persen, yang disebut sebagai lonjakan tertinggi dalam 20 hingga 30 tahun terakhir.
Di sektor energi, pemerintah juga tengah mendorong implementasi biodiesel B50 yang ditargetkan berjalan mulai 1 Juli 2026.
Program tersebut diyakini mampu menghentikan impor solar hingga 5 juta ton.
"Ini capaian luar biasa, karena akan membuka lapangan kerja, menurunkan kemiskinan, dan meningkatkan kesejahteraan," katanya.
Baca juga: Jadwal Super League Pekan ke-28: Semen Padang FC Wajib Menang, Persib Bandung Dikawal Borneo FC
Amran menegaskan, seluruh program tersebut membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, termasuk pemerintah dan BUMN.
"Kalau semua ini mandiri, Insyaallah menciptakan lapangan kerja, menurunkan kemiskinan, pengangguran turun, kesejahteraan meningkat, Indonesia Emas kita rebut," tutupnya.(*)
| Padang Pariaman Dapat Rp12,5 Miliar dari Kementan untuk Pulihkan Lahan Terdampak Bencana |
|
|---|
| 3 BERITA POPULER SUMBAR: Rehabilitasi Sawah, Penemuan Bayi dan Pasal Pengeroyokan Nenek Saudah |
|
|---|
| Kementan Terapkan Skema Padat Karya, Petani Terdampak Bencana Diberi Upah Perbaiki Sawahnya Sendiri |
|
|---|
| Perbaikan Sawah Pascabencana Dimulai di Sumbar, Kementan Siapkan Bantuan Benih hingga Alsintan |
|
|---|
| Kementan Rehabilitasi Sawah Terdampak Bencana di Sumatera, Khusus Sumbar 3.624 Hektare di Tahap Awal |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/Menteri-Pertanian-RI-Andi-Amran-Sulaiman-mesektor-strategis.jpg)