Kemacetan di Sitinjau Lauik

Sitinjau Lauik Macet Parah Siang Ini, Antrean Kendaraan Mengular dari Gerbang Batas Kota Padang

Arus lalu lintas di kawasan Sitinjau Lauik, jalan lintas penghubung Solok-Padang, mengalami kemacetan cukup panjang

Tayang:
Penulis: Arif Ramanda Kurnia | Editor: Rahmadi
TribunPadang.com/Arif Ramanda Kurnia
SITINJAU LAUIK: Arus lalu lintas di kawasan Sitinjau Lauik, jalan lintas penghubung Solok-Padang, mengalami kemacetan cukup panjang pada Jumat (27/3/2026) siang. Berdasarkan pantauan langsung di lapangan sekitar pukul 11.30 WIB, tumpukan kendaraan roda empat terpantau sudah mulai mengular sejak titik gerbang selamat datang Kota Padang. 

Ringkasan Berita:
  • Kemacetan terjadi di Sitinjau Lauik, Jumat (27/3/2026) siang. Antrean kendaraan mulai terlihat dari gerbang batas Kota Padang.
  • Kendaraan dari arah Solok menuju Padang bergerak perlahan karena kepadatan di jalur tanjakan.
  • Beberapa minibus rusak di pinggir jalan dan sebuah truk mogok di tengah jalur.
  • Pengendara motor masih bisa melintas di sela kendaraan yang antre.
  • Pengemudi mobil mengaku terjebak macet hingga sekitar 20 menit sebelum Panorama 2.

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Arus lalu lintas di kawasan Sitinjau Lauik, jalan lintas penghubung Solok-Padang, mengalami kemacetan cukup panjang pada Jumat (27/3/2026) siang.

Berdasarkan pantauan langsung di lapangan sekitar pukul 11.30 WIB, tumpukan kendaraan roda empat terpantau sudah mulai mengular sejak titik gerbang selamat datang Kota Padang.

Kemacetan ini didominasi oleh kendaraan yang datang dari arah Solok menuju pusat Kota Padang, maupun arah sebaliknya yang juga mulai padat merayap.

Kondisi arus lalin yang tersendat ini dipicu oleh tingginya volume kendaraan yang melintas di akhir pekan, ditambah adanya sejumlah kendala teknis di badan jalan.

Penyebab utama melambatnya laju kendaraan menuju arah Panorama 2 adalah adanya sejumlah minibus yang mengalami kerusakan atau mogok di pinggir jalan.

Baca juga: 6 Kepala Dinas Berebut Kursi Sekda Padang, Ini Daftar Nama yang Lulus Seleksi Administrasi

Tak hanya minibus, sebuah truk besar berwarna hijau dikabarkan mengalami kerusakan tepat di tengah jalan, sehingga mempersempit ruang gerak kendaraan lain.

Laju kendaraan benar-benar tersendat karena truk hijau itu posisinya di tengah. Jadi mobil harus bergantian lewat.

Volume kendaraan yang sangat padat dari kedua arah memperparah keadaan, mengingat jalur ini memiliki tikungan tajam dan tanjakan yang ekstrem.

Berbeda dengan kondisi di Panorama 2, arus lalu lintas di kawasan Panorama 1 terpantau sedikit lebih terkendali dan berjalan agak lancar.

Meski demikian, pengendara tetap harus bersabar dan mengantre sejenak untuk memberikan kesempatan bagi kendaraan besar yang sedang menanjak.

Baca juga: Kronologi BPBD Kabupaten Solok Temukan Warga Hilang, Keluarga Cari Mandiri Sebelum Lapor Petugas

Sistem buka-tutup secara mandiri seringkali terjadi di titik ini guna menghindari kendaraan yang tak kuat menanjak di tikungan ikonik tersebut.

Bagi pengendara roda dua, situasi ini mungkin tidak terlalu menjadi beban berat jika dibandingkan dengan pengemudi mobil.

Ridho Illahi, seorang pengendara sepeda motor asal Dharmasraya, mengaku masih bisa bergerak meski harus selap-selip di antara deretan mobil.

"Kalau pakai motor macetnya cuma sebentar, masih bisa nyalip-nyalip di antara celah mobil. Jadi tidak terlalu tertahan lama," ungkap Ridho.

Kondisi berbeda dirasakan oleh para pengemudi kendaraan roda empat yang terjebak dalam barisan panjang tanpa ruang untuk menghindar.

Baca juga: BPBD Kabupaten Solok Temukan Syafwarman Meninggal Dunia, 5 Hari Hilang di Jorong Pinti Kayu

Sumber: Tribun Padang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved