Idul Fitri 2026

Muhammadiyah Sumbar Ingatkan Potensi Perbedaan Idul Fitri 2026, Warga Diminta Jaga Toleransi

Penetapan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah oleh Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah yang jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026,

Tayang:
Penulis: Muhammad Afdal Afrianto | Editor: Rahmadi
TribunPadang.com/Muhammad Afdal Afrianto
PENETAPAN IDUL FITRI- Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumatera Barat, Bakhtiar, saat diwawancarai TribunPadang.com terkait penetapan 1 Syawal 1447 Hijriah oleh PP Muhammadiyah yang jatuh pada Jumat (20/3/2026), di Padang, Rabu (18/3/2026). Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumatera Barat, Bakhtiar, menegaskan bahwa perbedaan penetapan Idul Fitri merupakan hal yang lumrah dan sudah kerap terjadi pada tahun-tahun sebelumnya. 

“Untuk salat Idul Fitri, 1 Syawal 1447 Hijriah bagi Muhammadiyah sudah ditetapkan bertepatan dengan Jumat, 20 Maret 2026. Ini sesuai dengan kriteria Majelis Tarjih menggunakan kalender hijriah global tunggal, yang berarti hilal sudah wujud secara global,” ujar Bakhtiar saat diwawancarai TribunPadang.com, Rabu (18/3/2026).

Selain dipusatkan di Masjid Taqwa, pelaksanaan salat Idul Fitri juga akan digelar serentak di seluruh cabang Muhammadiyah di Sumbar.

Bakhtiar menyebutkan, saat ini terdapat sekitar 165 cabang Muhammadiyah setingkat kecamatan di Sumbar yang masing-masing akan menyelenggarakan salat Idul Fitri di wilayahnya.

Baca juga: Gubernur Mahyeldi Terbitkan SE Idul Fitri 1447 H, Takbiran Keliling Diperbolehkan Asal tertib

Tak hanya itu, salat Idul Fitri juga akan dilaksanakan di berbagai amal usaha Muhammadiyah, seperti sekolah dan lembaga pendidikan yang memiliki fasilitas lapangan.

“Setiap cabang tentu akan melaksanakan salat hari raya, termasuk di amal usaha Muhammadiyah seperti lembaga pendidikan,” jelasnya.

Untuk pelaksanaan di Masjid Taqwa Muhammadiyah Padang, Bakhtiar menyampaikan bahwa yang akan bertindak sebagai khatib adalah Wakil Ketua PWM Sumbar, Buya Zaitul Ikhlas. Sementara imam salat dipercayakan kepada imam tetap masjid, Habiburrahman.

Lebih lanjut, Bakhtiar juga menyinggung potensi adanya perbedaan penetapan Hari Raya Idul Fitri dengan pemerintah maupun organisasi Islam lainnya.

Baca juga: Jemaah Tarekat Naqsabandiyah Rayakan Idul Fitri Lebih Awal, Riski: Perbedaan Bukan untuk Perpecahan

Ia menegaskan, perbedaan tersebut merupakan hal yang biasa terjadi dan harus disikapi dengan bijak.

“Perbedaan itu sebuah keniscayaan dan sudah sering terjadi di tahun-tahun sebelumnya. Karena itu kami mengimbau seluruh pihak untuk tetap menjaga ukhuwah, mengedepankan sikap tasamuh atau toleransi, serta saling menghormati,” katanya.

Ia menambahkan, baik Muhammadiyah, pemerintah, maupun organisasi Islam lainnya telah melakukan upaya maksimal dalam menentukan awal Syawal sesuai metode masing-masing.

“Mari kita jaga persatuan dan saling menghargai perbedaan yang ada,” tutupnya.(*)

Sumber: Tribun Padang
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved