Berita Populer Padang

4 Berita Populer Padang: Gudang Ikan Hangus Terbakar dan Kasus Pelecehan Anak di Pasir Jambak

Kekhawatiran keluarga semakin besar karena hingga kini terduga pelaku disebut masih bebas berkeliaran di sekitar rumah korban.

Tayang:
Editor: Rezi Azwar
TribunPadang.com/Damkar Padang
KEBAKARAN RUMAH- Petugas Damkar Kota Padang berupaya memadamkan api yang melahap sebuah rumah dua lantai di kawasan permukiman kawasan Padang Barat, Kota Padang, Senin (19/1/2026). Tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian materi diperkirakan cukup besar. 
Ringkasan Berita:
  • Kebakaran gudang ikan di Belakang Tangsi, Kecamatan Padang Barat.
  • Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade kawal kasus dugaan pelecehan seksual terhadap anak di kawasan Pasir Jambak.
  • Kondisi warga pascabencana banjir bandang menjelang bulan suci Ramadan 2026.
  • Sejumlah daerah di Kota Padang mengalami kekeringan, dan warga bisa meminta bantuan air bersih ke petugas BPBD.

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Berikut empat berita Populer Padang yang telah tayang selama 24 jam terakhir di Tribun Padang.

Gudang ikan terbakar di Belakang Tangsi, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang.

Damkar Kota Padang mengerahkan enam unit armada dengan melibatkan sekitar 80 personel.

Kemudian, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade turun langsung mengawal penanganan kasus dugaan pelecehan seksual terhadap anak di kawasan Pasir Jambak, Kota Padang.

Baca juga: 3 Berita Populer Sumbar: Nenek Saudah Trauma Berat Usai Tolak PETI & Polisi Selidiki Kasus Bayi Agam

Kehadiran Andre merupakan tindak lanjut dari aduan masyarakat yang masuk melalui kanal pengaduan “Lapor Pak Andre”.

Jelang bulan suci Ramadan 2026, warga terdampak bencana di Kelurahan Lambung Bukit, masih diselimuti duka.

Sisa-sisa amukan banjir bandang yang terjadi pada akhir November 2025 lalu rupanya belum beranjak.

Luka itu masih menganga, seiring dengan hilangnya harta benda dan mata pencaharian warga yang tersapu air bah.

Baca juga: Cuaca 7 Kota di Sumbar Selasa 20 Januari 2026, Padang Berkabut, Sejumlah Daerah Berawan

Kekeringan melanda sejumlah daerah di Kota Padang, pascabencana banjir bandang.

Warga yang membutuhkan air bersih dapat menghubungi nomor kontak Pusdalops BPBD Kota Padang di 085891522181.

Baca berita selengkapnya:

1. Gudang Ikan di Padang Barat Terbakar, Pemilik Rugi Rp600 Juta

KEBAKARAN RUMAH: Petugas Damkar Kota Padang berupaya memadamkan api yang melahap sebuah rumah dua lantai di kawasan permukiman kawasan Padang Barat, Kota Padang, Senin (19/1/2026).Tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian materi diperkirakan cukup besar.
KEBAKARAN RUMAH- Petugas Damkar Kota Padang berupaya memadamkan api yang melahap sebuah rumah dua lantai di kawasan permukiman kawasan Padang Barat, Kota Padang, Senin (19/1/2026).Tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian materi diperkirakan cukup besar. (TribunPadang.com/Damkar Padang)

Kebakaran melanda sebuah gudang ikan di kawasan Kelurahan Belakang Tangsi, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Senin (19/1/2026) sore.

Peristiwa tersebut menghanguskan satu bangunan gudang dengan luas area terbakar sekitar 100 meter persegi.

Kepala Bidang Operasional dan Sarana Prasarana Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang, Rinaldi, mengatakan laporan kebakaran diterima pihaknya pada pukul 15.40 WIB.

Selang satu menit kemudian, unit pemadam langsung diberangkatkan menuju lokasi kejadian.

“Unit tiba di lokasi sekitar pukul 15.46 WIB. Api berhasil dipadamkan dan penanganan selesai pada pukul 16.15 WIB,” kata Rinaldi melalui keterangan resminya.

Baca juga: Hunsela Kapalo Koto Padang Hampir Rampung, Warga Cabut Nomor Lotre Sebelum Pindah

Ia menjelaskan, kebakaran pertama kali diketahui oleh saksi yang melihat api sudah membesar dari lantai dua gudang.

Saksi kemudian segera menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang untuk meminta bantuan.

Dalam upaya pemadaman tersebut, Damkar Kota Padang mengerahkan enam unit armada dengan melibatkan sekitar 80 personel.

Proses pemadaman sempat menghadapi kendala karena akses jalan menuju lokasi tergolong sempit dan berada di kawasan padat penduduk.

“Meski kondisi lokasi cukup sulit, petugas berhasil mencegah api merembet ke bangunan lain di sekitar gudang,” ujar Rinaldi.

Baca juga: Infrastruktur Dasar hingga Bedah Rumah, Kawasan Kumuh Pasia Nan Tigo Padang Mulai Berubah

Akibat kejadian ini, satu bangunan gudang ikan milik David (35) mengalami kerusakan berat. Kerugian materi diperkirakan mencapai sekitar Rp600 juta, sesuai informasi dari pemilik gudang.

Namun, nilai aset yang berhasil diselamatkan ditaksir mencapai Rp2 miliar.

Rinaldi menambahkan, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa tersebut.

Sebanyak lima orang tercatat terdampak, namun tidak ada warga yang harus mengungsi.

“Untuk penyebab kebakaran, saat ini masih dalam proses penyelidikan,” katanya.

Selain Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang, penanganan kebakaran juga melibatkan unsur PMI, Polri, TNI, PLN, Satpol PP, serta aparat kecamatan dan kelurahan setempat guna memastikan situasi tetap aman dan kondusif.(*)

2. Andre Rosiade Kawal Kasus Pelecehan Anak Pasir Jambak Padang, Polisi Siap Tetapkan Tersangka

KASUS PELECEHAN ANAK - Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade didampingi Wakapolresta Padang AKBP Faidil Zikri menemui keluarga korban kasus dugaan pelecehan anak di kawasan Pasir Jambak, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Senin (19/1/2026), untuk memastikan penanganan hukum berjalan cepat dan berpihak pada korban.
KASUS PELECEHAN ANAK - Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade didampingi Wakapolresta Padang AKBP Faidil Zikri menemui keluarga korban kasus dugaan pelecehan anak di kawasan Pasir Jambak, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Senin (19/1/2026), untuk memastikan penanganan hukum berjalan cepat dan berpihak pada korban. (TribunPadang.com/Istimewa)

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade turun langsung mengawal penanganan kasus dugaan pelecehan seksual terhadap anak di kawasan Pasir Jambak, Kelurahan Pasir Nan Tigo, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Senin (19/1/2026).

Didampingi Wakapolresta Padang AKBP Faidil Zikri, Andre mendatangi rumah keluarga korban untuk memberikan dukungan moril sekaligus memastikan proses hukum berjalan cepat, tegas, dan berpihak kepada korban.

Kehadiran Andre merupakan tindak lanjut dari aduan masyarakat yang masuk melalui kanal pengaduan “Lapor Pak Andre”.

Dalam laporan tersebut, ibu korban bernama Esi mengungkapkan bahwa anaknya, RS (5), diduga menjadi korban pencabulan oleh seorang pria berusia sekitar 60 tahun yang merupakan tetangga di lingkungan tempat tinggal mereka.

Kekhawatiran keluarga semakin besar karena hingga kini terduga pelaku disebut masih bebas berkeliaran di sekitar rumah korban.

Baca juga: Target 25 Januari Diresmikan, Andre Rosiade Pastikan Huntara Batang Anai Lebih Sejuk dan Nyaman

Dalam pertemuan itu, Andre Rosiade menegaskan komitmennya untuk mengawal kasus tersebut hingga tuntas. Ia menekankan bahwa negara tidak boleh kalah dalam melindungi anak-anak dari kejahatan seksual.

“Sengaja saya datang langsung bersama Pak Wakapolresta, Kanit, dan penyidik lengkap ke sini untuk memastikan Uni Esi mendapatkan keadilan. Kita pastikan pelaku segera ditetapkan sebagai tersangka dan ditangkap, agar keluarga tidak lagi hidup dalam ketakutan,” tegas Andre Rosiade yang juga Ketua Umum Ikatan Keluarga Minang (IKM).

Sementara itu, Wakapolresta Padang AKBP Faidil Zikri memastikan bahwa laporan tersebut telah ditangani secara serius dan saat ini sudah masuk tahap penyidikan.

Pihak kepolisian, kata dia, berkomitmen mempercepat proses hukum demi melindungi korban serta mencegah munculnya korban lainnya.

Baca juga: Gudang Ikan di Padang Barat Terbakar, Pemilik Rugi Rp600 Juta

“Perkara ini sudah kami tangani dan saat ini dalam proses penyidikan. Insya Allah dalam waktu dekat kami akan menetapkan tersangka dan melakukan penangkapan. Pelaku akan segera ditahan agar korban bisa mulai pulih dan tidak terus mengalami trauma,” ujar Faidil.

Ibu korban, Esi, mengungkapkan kondisi psikologis anaknya yang masih mengalami trauma berat pascakejadian tersebut. Sejak peristiwa itu, RS kerap menangis, ketakutan, dan menunjukkan perubahan perilaku yang signifikan.

“Anak saya trauma sekali, Pak. Dia sering menangis dan ketakutan. Kami sangat berharap pelaku segera ditangkap supaya tidak ada lagi korban lain di lingkungan kami,” tuturnya dengan suara bergetar.

Sebagai bentuk kepedulian dan dukungan nyata, Andre Rosiade juga menyerahkan bantuan uang tunai sebesar Rp10 juta kepada keluarga korban untuk membantu biaya pengobatan serta pemulihan psikologis anak.

Andre menegaskan akan terus mengawal proses hukum hingga pelaku dijatuhi hukuman setimpal sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

3. Sawah Kebun Sudah Jadi Sungai, Rumina Korban Galodo Padang Bingung Cari Biaya Hidup Jelang Ramadan

PASCA BANJIR BANDANG: Sisa-sisa amukan banjir bandang yang terjadi pada akhir November 2025 lalu rupanya belum beranjak. Saat TribunPadang.com berkunjung Senin (19/1/2026) hamparan sawah dan rumah masih dipenuhi material sisa banjir bandang
PASCA BANJIR BANDANG: Sisa-sisa amukan banjir bandang yang terjadi pada akhir November 2025 lalu rupanya belum beranjak. Saat TribunPadang.com berkunjung Senin (19/1/2026) hamparan sawah dan rumah masih dipenuhi material sisa banjir bandang (TribunPadang.com/Arif Ramanda Kurnia)

Bayang-bayang bulan suci Ramadan biasanya disambut dengan sukacita dan persiapan yang matang.

Namun, bagi warga Kelurahan Lambung Bukik, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Ramadan tahun 2026 ini terasa mencekam dan penuh ketidakpastian.

Sisa-sisa amukan banjir bandang yang terjadi pada akhir November 2025 lalu rupanya belum beranjak.

Luka itu masih menganga, seiring dengan hilangnya harta benda dan mata pencaharian warga yang tersapu air bah.

Senin (19/1/2026), suasana di Lambung Bukik masih menyisakan kepedihan. Salah satu warga terdampak, Rumina (52), hanya bisa terduduk lesu saat menceritakan kembali horor mencekam itu.

Baca juga: Sawah Berubah Jadi Sungai, Korban Banjir Bandang Padang Minta Solusi Usaha ke Pemerintah

Padahal, sebelum bencana melanda, ia sempat melihat pohon durian di sekitar ladangnya berbuah lebat. Harapan untuk memanen pundi-pundi rupiah di depan mata seketika sirna dilibas alam.

"Kurang lebih satu hektare kebun durian dan sawah saya sekarang sudah jadi sungai. Tidak ada lagi tanah, yang ada hanya aliran air dan batu," ujar Rumina dengan nada bergetar.

Kehilangan Rumina bukan sekadar lahan. Ia menceritakan, sebanyak 150 karung padi hasil jerih payahnya selama semusim raib tak berbekas.

Padi-padi itu sebenarnya sudah siap di pondok. Ada yang baru saja selesai dipanen, ada pula yang tinggal menunggu proses lanjut. Namun, banjir bandang tidak memberi ampun.

Rumina masih ingat betul bagaimana penampakan air yang datang saat itu. Warnanya keruh pekat, mengalir deras dengan gelombang yang mengerikan.

Baca juga: Harga 6 Komoditas Pangan Ini Kompak Turun Drastis! Seledri Naik Rp12 Ribu

KORBAN BANJIR BANDANG - Rumina (52), korban banjir di Kelurahan Lambung Bukik, Kecamatan Pauh, Kota Padang Senin (19/1/2026). Rumina kehilangan lahan sawah dan kebun durian yang kini menjadi tumpukan batu dan kayu.
KORBAN BANJIR BANDANG - Rumina (52), korban banjir di Kelurahan Lambung Bukik, Kecamatan Pauh, Kota Padang Senin (19/1/2026). Rumina kehilangan lahan sawah dan kebun durian yang kini menjadi tumpukan batu dan kayu. (TribunPadang.com/Arif Ramanda Kurnia)

Tak hanya air, material batang kayu besar ikut hanyut dan melibas apa saja yang dilewatinya. Pondok tempat menyimpan padi miliknya rata dengan tanah dalam hitungan sekejap.

"Air tinggi sekali, warnanya keruh. Batang-batang kayu besar dilibasnya, airnya menggelembung (bergelombang)," kenangnya dengan mata berkaca-kaca.

Kini, menjelang bulan Ramadan yang tinggal hitungan minggu, Rumina dirundung kebingungan luar biasa. Ia mengaku kehilangan arah untuk mencari biaya hidup sehari-hari.

"Tidak tahu lagi apa yang mau diusahakan sebelum Ramadan nanti untuk memenuhi hidup. Usaha sudah tidak ada lagi, sawah sudah hilang," keluhnya pilu.

Ia sangat berharap pemerintah segera turun tangan melakukan perbaikan sawah. Pasalnya, kerusakan yang terjadi sudah sangat parah dan mengubah topografi lahan menjadi aliran sungai.

Baca juga: Terkendala AMDAL dan Izin Hutan, Jembatan Lanai Hilir-Batang Kundur di Pasaman Belum Dibangun

Namun, Rumina menegaskan bahwa warga tak ingin sekadar dikasihani dengan bantuan paket sembako terus-menerus. Ia butuh solusi jangka panjang agar sektor usahanya kembali pulih.

"Harapan saya, pemerintah harus ada solusi kedepannya soal usaha. Tidak mungkin kami bergantung pada bantuan terus-terusan, kami ingin bekerja lagi," tegasnya.

Di tengah cobaan berat itu, Rumina mencoba tetap tegar. Ia meyakini bahwa setiap musibah yang diberikan Tuhan pasti memiliki rahasia dan hikmah yang baik di baliknya.

Nasib serupa dialami oleh warga lainnya, En Candra. Jika Rumina kehilangan sawah, En Candra harus menerima kenyataan pahit rumahnya hancur dihantam banjir bandang.

Hingga saat ini, sisa-sisa lumpur masih terlihat jelas di kediamannya. Kondisi bangunan rumahnya pun memprihatinkan dengan tembok yang sudah bolong di berbagai sisi.

"Setiap ruangan dipenuhi lumpur. Dinding rumah jebol dihantam kayu dan air," ujar En Candra memperlihatkan kondisi rumahnya yang tak lagi layak huni.

4. Sumur Kering Total, Begini Cara Warga Padang Ajukan Bantuan Air Bersih ke BPBD, Siapkan Syarat Ini

KRISIS AIR BERSIH- Sejumlah masyarakat menunggu kedatangan mobil tangki pengangkut air bersih di kawasan Pasar Ambacang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Sabtu (17/1/2026).
KRISIS AIR BERSIH- Sejumlah masyarakat menunggu kedatangan mobil tangki pengangkut air bersih di kawasan Pasar Ambacang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Sabtu (17/1/2026). (TribunPadang.com/Fajar Alfaridho Herman)

Krisis air bersih yang melanda sejumlah wilayah di Kota Padang, khususnya di Kecamatan Pauh dan Kuranji, kian memprihatinkan. 

Warga di Kelurahan Binuang Kampuang Dalam masih bergantung  pada kiriman bantuan truk tangki.

Kondisi sumur warga yang mengering total pascabencana banjir besar November 2025 lalu membuat kebutuhan akan air bersih menjadi urusan hidup dan mati.

Namun, tidak sedikit warga yang masih bingung bagaimana cara mendapatkan bantuan distribusi air tersebut secara resmi.

Pemerintah Kota Padang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memastikan bahwa layanan distribusi air ini tersedia bagi seluruh masyarakat yang terdampak secara kolektif.

Baca juga: Nasib Korban Galodo Padang, Huntap Kapalo Koto Mulai Dibangun Akhir Januari Usai Hunsela Rampung

Bagi masyarakat yang wilayahnya mengalami krisis air serupa, BPBD Kota Padang telah membuka jalur komunikasi khusus. 

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah melaporkan kondisi terkini melalui kontak resmi yang telah disediakan.

Warga dapat menghubungi nomor kontak Pusdalops BPBD Kota Padang di 085891522181. 

Layanan ini siaga untuk menerima laporan terkait titik-titik lokasi yang memerlukan suplai air darurat.

Namun, pelaporan tidak bisa dilakukan secara asal. Albanna, selaku Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Padang, menekankan pentingnya akurasi data dalam setiap laporan yang masuk.

Dalam melaporkan kebutuhan air, warga diminta untuk menyertakan alamat yang jelas dan detail.

Baca juga: 23 Tahun SPSC, Wali Kota Padang Ajak Komunitas Jalan Pagi Jaga Kota Tetap Sehat

Hal ini bertujuan agar armada tangki tidak kesulitan menemukan titik distribusi saat melakukan mobilisasi di lapangan.

Selain alamat, warga juga diwajibkan untuk menyediakan data kependudukan berupa Kartu Keluarga (KK). 

Pendataan ini dilakukan agar penyaluran bantuan tepat sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan secara administrasi oleh pemerintah daerah.

Setelah laporan diterima dan diverifikasi, tim BPBD akan menjadwalkan pengiriman. Di lokasi terdampak seperti di RT 04 RW 04 Binuang Kampuang Dalam, warga biasanya sudah berjejer rapi dengan wadah penampungan.

Warga menyiapkan wadah seperti ember, jeriken, atau bak penampungan darurat di pinggir jalan utama. Penyiapan wadah ini penting untuk mempercepat proses pengisian dan distribusi ke seluruh warga yang mengantre.

Baca juga: Edukasi Keselamatan Listrik Sejak Dini, PLN UP3 Padang Sasar Mahasiswa Politeknik Aisyiah Sumbar

Tidak ada batasan jumlah air yang boleh diambil per kepala keluarga. Selama warga memiliki wadah yang cukup, petugas akan membantu mengisi hingga penuh demi memenuhi kebutuhan domestik mereka.

Satu hal yang perlu dicatat oleh masyarakat adalah mengenai skala prioritas pengisian. BPBD Kota Padang menegaskan bahwa mereka tidak melayani pengisian tandon atau tedmon yang berada di dalam rumah atau area privat.

Kebijakan ini diambil untuk menjamin prinsip keadilan. Fokus utama petugas adalah mengisi wadah-wadah yang diletakkan di luar rumah atau di area publik agar akses air dapat dinikmati oleh orang banyak secara merata.

"Kami memprioritaskan kepentingan orang banyak. Pengisian wadah di luar lebih efisien agar seluruh warga dalam satu kawasan bisa mendapatkan jatah yang adil," jelas Albanna.

Saat ini, BPBD mengerahkan dua unit mobil tangki yang bekerja hampir tanpa henti dari pukul 04.00 WIB dini hari. Dalam satu hari, total distribusi air mencapai sekitar 70.000 liter melalui 14 trip pengiriman.(*)

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved