Berita Populer Padang

3 BERITA POPULER PADANG: Bobon Masak Besar, Truk Terguling dan Jusuf Kalla Kasih Bantuan

Bobon Santoso adalah seorang YouTuber dan content creator asal Denpasar, Bali, yang dikenal luas karena konten-konten memasak ekstrem

Tayang:
Editor: Rahmadi
TribunPadang.com/Arif Ramanda Kurnia
MASAK BESAR- Bobon Santoso, bekerja sama dengan TNI masak besar untuk korban banjir bandang di Kampung Apa, Kelurahan Koto Panjang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumbar, Sabtu (20/12/2025). Bobon Santoso menggelar masak besar selama tiga hari, mulai Jumat (19/12/2025) hingga Minggu (21/12/2025), dengan menyiapkan sebanyak 10.000 porsi makanan setiap harinya. 

TRIBUNPADANG.COM, PADANG- Baca sejumlah informasi menari seputar Kota Padang yang dirangkum dalam populer Padang setelah tayang 24 jam terakhir di TribunPadang.com.

Pertama, Bobon Santoso adalah seorang YouTuber dan content creator asal Denpasar, Bali, yang dikenal luas karena konten-konten memasak ekstrem dan unik masak besar bagi korban bencana.

Masak besar selama tiga hari, mulai Jumat (19/12/2025) hingga Minggu (21/12/2025), dengan menyiapkan sebanyak 10.000 porsi makanan setiap harinya.

Kedua, sebuah truk Colt Diesel terguling dan melintang di badan jalan kawasan Panorama Dua, Sitinjau Lauik, Kelurahan Indarung, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, Sumatera Barat, Jumat (19/12/2025) siang.

Kawasan Panorama Dua merupakan akses jalan yang cukup ekstrem dikarenakan tanjakan yang curam dan tikungan yang tajam.

Ketiga, Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI), Jusuf Kalla (JK), mendorong percepatan pembersihan material banjir yang menimbun rumah warga agar kembali layak dihuni, dengan menyalurkan dukungan peralatan kerja bagi relawan dan masyarakat terdampak

Diketahui bahwa Jusuf Kalla berkunjung ke Sumatera Barat, tepatnya di kawasan Batu Busuk, Kecamatan Pauh, Kota Padang.

Simak selengkapnya berikut ini:

1. Cara Bobon Santoso Pulihkan Mental Korban Banjir di Padang, Masak Besar Ribuan Porsi

Asap tipis membubung dari tungku-tungku di antara sisa lumpur yang masih mendekap Kampuang Apa. 

Di sana, bunyi sodet besi yang beradu dengan kuali raksasa seolah menenggelamkan sisa trauma banjir bandang. 

Tak ada rona duka yang pekat sore itu yang ada hanyalah aroma udang goreng yang menyeruak, memancing senyum kecil dari wajah-wajah letih yang baru saja kehilangan harta benda.

Diameter besinya yang luas seolah mencoba menampung segala kesedihan yang ditinggalkan banjir bandang beberapa waktu lalu di Kampuang Apa, Kelurahan Koto Panjang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumbar.

Baca juga: Kayu Banyak Basah, Gas Elpiji Mahal: Warga Salareh Aie Korban Galodo Agam Khawatir Tak Bisa Masak

Di sana, Bobon Santoso tidak sedang sekadar beraksi di depan kamera, ia bekerja sama bekerja sama dengan TNI.

Bobon Santoso adalah seorang YouTuber dan content creator asal Denpasar, Bali, yang dikenal luas karena konten-konten memasak ekstrem dan unik. 

Ia mulai aktif di YouTube sejak Januari 2019 dan kini memiliki lebih dari 17 juta subscriber.

Masak Besar 3 Hari Hasilkan Ribuan Porsi

Masak besar selama tiga hari, mulai Jumat (19/12/2025) hingga Minggu (21/12/2025), dengan menyiapkan sebanyak 10.000 porsi makanan setiap harinya.

Bobon, dengan peluh yang membanjiri wajahnya, terus mengayunkan sodet besi lebih panjang dari lengan orang dewasa. 

Masak besar di daerah bencana memiliki tantangan emosional yang berbeda. 

MASAK BESAR- Bobon Santoso masak besar  2
MASAK BESAR- Bobon Santoso masak besar untuk korban banjir bandang di Kampung Apa, Kelurahan Koto Panjang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumbar, Sabtu (20/12/2025). Bobon bersama warga serta personel TNI memasak udang dalam porsi besar.

Ia tidak hanya mengejar rasa, tetapi juga kecepatan agar ribuan porsi makanan bisa segera sampai ke tangan-tangan yang gemetar karena lapar.

Baca juga: Strategi Jusuf Kalla Pulihkan Korban Bencana Sumbar, Borong Alat Konstruksi di Toko Bangunan Lokal

Warga Senang Ada Public Figure 

Pada Sabtu (20/12/2025) sekitar jam 15.00 WIB di Kampung Apa, Bobon bersama warga serta personel tentara memasak udang dalam porsi besar.

Bergantian mengaduk udang yang terlihat merah segar menimbulkan aroma sedap.

Banyak warga yang berkumpul melihat proses memasak serta juga tak lupa mengabadikan momen dengan gawai mereka.

Salah satu korban banjir bandang Kampung Apa bernama Hendrianto merasa senang melihat ribuan warga terdampak makan bersama dan masak bersama seorang publik figure.

“Bantuan makanan ini sangat berkesan bagi kami, rasanya juga enak serta menambah keakraban sesama,”terangnya.

Hal senada juga disampaikan oleh korban lainnya bernama Lendrawati yang sudah mencicip udang hasil masak besar tadi.

“Rasanya enak lalu, melihat orang masak besar dan ramai seperti ini, rasanya seperti sedang ada kenduri, bukan sedang kena musibah. Ini menguatkan mental kami,”ucapnya.

Bobon Santoso mengatakan masak besar ini berlangsung tiga hari dengan menu yang berbeda.

Setiap hari akan ada 10 ribu porsi makanan yang dimasak langsung di sini.

“Saya merasa senang sekali bisa membantu meringankan beban korban yang terdampak ini, bersama kita bisa lewati,”ucapnya.

Dihadiri Wagub Vasko Ruseimy

Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, yang hadir di lokasi meninjau proses masak besar tersebut, memberikan apresiasi mendalam. 

Menurutnya, kehadiran figur publik seperti Bobon memberikan dampak psikologis yang positif bagi para penyintas bencana di Padang.

"Kehadiran Bang Bobon di sini bukan sekadar memberi makan, tapi membawa keceriaan. Ini adalah bentuk social healing yang luar biasa semoga menjadi berkah,”ucapnya.

Ribuan porsi yang disajikan hari itu ludes dalam waktu singkat. 

Distribusi dilakukan dengan tertib, dibantu oleh aparat setempat dan relawan kebencanaan.

Kisah di balik kuali raksasa ini menjadi catatan penting tentang arti sebuah kepedulian. 

Bahwa di balik layar gawai, ada tangan-tangan yang siap berkotor-kotoran demi memastikan tidak ada saudara mereka yang kelaparan di tengah bencana.

2. Truk Terguling di Panorama 2 Sitinjau Lauik, Akses Padang-Solok Sempat Terganggu

Sebuah truk Colt Diesel terguling dan melintang di badan jalan kawasan Panorama Dua, Sitinjau Lauik, Kelurahan Indarung, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, Sumatera Barat, Jumat (19/12/2025) siang.

Kawasan Panorama Dua merupakan akses jalan yang cukup ekstrem dikarenakan tanjakan yang curam dan tikungan yang tajam.

Kawasan ini berbatasan langsung dengan wilayah Kabupaten Solok.

Akibat kecelakaan truk terguling di kawasan Panorama Dua membuat akses jalan menjadi terganggu dan menyebabkan kemacetan yang cukup parah.

Baca juga: Bank Nagari Perkuat Pembiayaan Proyek Flyover Panorama I Sitinjau Lauik Demi Majukan Ekonomi Sumbar

KECELAKAAN- Kecelakaan yang terjadi di kawasan Panorama Dua Sitinjau Lauik, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, Sumatera Barat, Jumat (19/12/2025).
KECELAKAAN- Kecelakaan yang terjadi di kawasan Panorama Dua Sitinjau Lauik, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, Sumatera Barat, Jumat (19/12/2025). (Tangkapan Layar/IG Satlantas Polresta Padang)

Namun, kendaraan sudah berhasil dievakuasi dengan cara digeser, sehingga akses jalan dari Padang maupun sebaliknya dari arah Solok sudah kembali lancar.

Kecelakaan ini dibenarkan oleh Kasat Lantas Polresta Padang, AKP Riwal Maulidinata, saat dihubungi TribunPadang.com pada pukul 15.26 WIB.

Ia menerangkan kecelakaan terjadi akibat pengemudi truk hilang kendali saat menuruni pendakian di kawasan Panorama Dua dari arah Solok menuju Kota Padang.

Baca juga: Dirlantas Polda Sumbar Imbau Warga Tidak Melintas Sitinjau Lauik Kecuali Mendesak Usai Akses Putus

Ia menyebut, kendaraan itu hilang kendali dan terguling hingga melintang di badan jalan.

“Kronologis lengkap masih kami himpun, secepatnya akan kami informasikan kembali,” ujarnya.

Truk Berhasil Dievakuasi

Kendati demikian, kecelakaan ini sempat mengganggu arus lalu lintas Padang-Solok.

Kecelakaan ini menyebabkan antrean kendaraan yang cukup panjang pasca kejadian.

Namun Kasat mengaku sudah menurunkan anggotanya ke lokasi untuk mengatur lalu lintas.

Baca juga: FOTO Macet Panjang di Sitinjau Lauik Padang

“Sekarang truk sudah dievakuasi, kondisi awalnya yang mengganggu arus kendaraan sudah digeser,” ujar AKP Riwal Maulidinata.

Saat ini arus kendaraan sudah kembali normal.

Kendaraan dari arah Padang maupun Solok bisa melintas dua jalur.

Baca juga: Penampakan Macet Panjang di Sitinjau Lauik Padang Akibat Tabrakan Beruntun

Kecelakaan di Sitinjau Lauik, dalam beberapa hari terakhir terjadi cukup sering.

Padahal ruas jalan itu, menjadi ruas jalan utama untuk ke Kota Padang, mengingat banyaknya ruas jalan penghubung rusak akibat Bencana di Sumbar.

3. Kunjungi Lokasi Bencana, Jusuf Kalla Salurkan Bantuan Alat untuk Percepat Pembersihan Rumah Warga

Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI), Jusuf Kalla (JK), mendorong percepatan pembersihan material banjir yang menimbun rumah warga agar kembali layak dihuni, dengan menyalurkan dukungan peralatan kerja bagi relawan dan masyarakat terdampak

Diketahui bahwa Jusuf Kalla berkunjung ke Sumatera Barat, tepatnya di kawasan Batu Busuk, Kecamatan Pauh, Kota Padang.

Jusuf Kala mengunjungi aliran sungai yang terdampak banjir dan posko pengungsian yang ada di lokasi tersebut.

Baca juga: Breaking News: Jusuf Kalla Kunjungi Korban Banjir Bandang di Batu Busuk Padang

KUNJUNGAN LOKASI BENCANA- Kunjungan Ketua Umum (Ketum) Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla, mengunjungi lokasi bencana di kawasan Batu Busuk, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Sumatera Barat, Sabtu (20/12/2025).
KUNJUNGAN LOKASI BENCANA- Kunjungan Ketua Umum (Ketum) Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla, mengunjungi lokasi bencana di kawasan Batu Busuk, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Sumatera Barat, Sabtu (20/12/2025). (TribunPadang.com/Panji Rahmat)

Bahkan ia mengaku melalui PMI dan sejumlah donator akan memasok kebutuhan untuk proses pembersihan ini.

“Mulai dari gerobak, sekop, pacul hingga dump truck untuk mengangkat lumpur ini, Insya Allah akan kami bantu,” ujarnya.

Bantuan ini menurutnya akan disalurkan melalui PMI ke PMI daerah dengan melakukan pembelian alat di daerah masing-masing.

Prosedur ini dipilih pihaknya supaya perputaran ekonomi tetap terjadi meski masih dalam kondisi terdampak bencana.

Kayu Sisa Banjir Bandang Padang Diusulkan Dimanfaatkan untuk Bangun Rumah Warga

KAYU GELONDONGAN- Tumpukan kayu gelondongan masih memenuhi bibir Pantai Parupuk Tabing, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat, Minggu (14/12/2025).
KAYU GELONDONGAN- Tumpukan kayu gelondongan masih memenuhi bibir Pantai Parupuk Tabing, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat, Minggu (14/12/2025). (TribunPadang.com/Muhammad Afdal Afrianto)

Hamparan kayu gelondongan pasca-banjir bandang di kawasan Batu Busuk, Kecamatan Pauh, Kota Padang, dapat dimanfaatkan untuk pembangunan rumah dan perabotan korban terdampak.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum PMI, Jusuf Kalla (JK), saat mengunjungi lokasi bencana, Sabtu (20/12/2025).

Saat mengunjungi Posko Pengungsian di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 44 Batu Busuk, JK tidak langsung masuk ke posko.

Baca juga: Jusuf Kalla Bahas Strategi Penanganan Pascabencana Bersama PMI Sumbar di Padang

Perhatiannya tertuju pada aliran Sungai Batu Busuk yang masih dipenuhi material sisa banjir.

Banjir bandang melanda kawasan Batu Busuk pada pekan terakhir November 2025, sehingga membuat akses terputus, rumah warga dan fasilitas umum rusak.

Akibat banjir bandang membuat warga yang terdampak banyak kehilangan rumah dan kini harus tinggal di tempat pengungsian.

Sebagian korban sudah tinggal di hunian sementara yang disiapkan oleh pemerintah setempat.

Material Kayu dan Batu Besar Penyebab Kerusakan Parah

Ketua Umum PMI, Jusuf Kalla, saat mengunjungi aliran sungai kawasan Batu Busuk yang terdapat kayu dan bebatuan yang terbawa banjir bandang di Kecamatan Pauh, Kota Padang, Sumatera Barat, Sabtu (20/12/2025).
Ketua Umum PMI, Jusuf Kalla, saat mengunjungi aliran sungai kawasan Batu Busuk yang terdapat kayu dan bebatuan yang terbawa banjir bandang di Kecamatan Pauh, Kota Padang, Sumatera Barat, Sabtu (20/12/2025). (TribunPadang.com/Panji Rahmat)

Sambil meninjau alat berat yang sedang bekerja, JK menunjuk tumpukan kayu besar di aliran sungai.

Ia memperingatkan Wakil Wali Kota Padang yang mendampinginya agar material tersebut segera dievakuasi.

“Kayu ini harus cepat diangkat, jangan biarkan lama-lama menumpuk di aliran sungai, bahaya,” ujar JK dalam sesi wawancara.

Menurutnya, material kayu dan batu besar adalah faktor utama yang menyebabkan kerusakan bangunan dan jatuhnya korban jiwa.

Jika hanya air yang melintas, kemungkinan rumah dan infrastruktur tidak akan mengalami kerusakan separah ini.

“Kalau kata saya, cepat angkat kayu tersebut lalu potong-potong. Supaya bisa digunakan oleh korban terdampak banjir untuk memperbaiki rumah atau membuat perabotan rumah,” tawarnya sebagai solusi agar material tidak terbuang sia-sia.

Fokus Rehabilitasi Jelang Ramadhan

KUNJUNGAN DAERAH BENCANA- Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla, melakukan koordinasi dengan sejumlah pengurus PMI Sumbar di Kantor PMI, Simpang Haru, Kota Padang, Sumatera Barat, Sabtu (20/12/2025).
KUNJUNGAN DAERAH BENCANA- Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla, melakukan koordinasi dengan sejumlah pengurus PMI Sumbar di Kantor PMI, Simpang Haru, Kota Padang, Sumatera Barat, Sabtu (20/12/2025). (TribunPadang.com/Panji Rahmat)

Kunjungan Jusuf Kalla ke Ranah Minang ini membawa misi khusus, yakni mempercepat proses rehabilitasi agar masyarakat bisa menjalankan ibadah Ramadhan dengan nyaman.

Mengingat bulan suci tinggal dua bulan lagi, JK menekankan pentingnya langkah cepat meski masa tanggap darurat belum berakhir.

"Saya harap kita sudah bisa menjajaki rehabilitasi dan rekonstruksi," jelasnya.

Data menunjukkan bahwa 20 persen rumah warga mengalami kerusakan, sementara 80 persen lainnya belum bisa dihuni karena masih tertutup lumpur.

Baca juga: Jelang Ramadhan, Jusuf Kalla Minta PMI Sumbar Bersihkan Rumah Warga dan Jajaki Rehab–Rekon

“Fokus kita adalah membantu masyarakat membersihkan rumah agar bisa dihuni kembali. Kita tidak ingin masyarakat masih di pengungsian saat tarawih, sahur, dan berbuka,” tegas JK.

Setelah memeriksa ketersediaan air bersih dan berdiskusi dengan Wawako Padang, JK meninggalkan lokasi pengungsian SMPN 44 Batu Busuk sekira pukul 09.40 WIB. (TribunPadang.com/Panji Rahmat)

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup K - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 00:00 WIB
Portugal
Portugal
1 - 1
DR Congo
RD Kongo
Grup L - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 03:00 WIB
England
Inggris
4 - 2
Croatia
Kroasia
Grup L - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ghana
Ghana
1 - 0
Panama
Panama
Grup K - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 09:00 WIB
Uzbekistan
Uzbekistan
1 - 3
Colombia
Kolombia
Grup A - Matchday 2
Kamis, 18 Juni 2026 | 23:00 WIB
Czechia
Ceko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved