Bukittinggi

Tiga Petak Tempat Usaha Terbakar di Simpang Stasiun Bukittinggi, 8 Armada Damkar Dikerahkan

Peristiwa tersebut sempat mengundang perhatian warga dan pengguna jalan karena lokasi berada di kawasan padat aktivitas.

Tayang:
Ringkasan Berita:
  • Tiga petak tempat usaha di Simpang Stasiun, Bukittinggi terbakar.
  • Objek terbakar meliputi warung bakso, nasi, dan soto Padang di kawasan padat aktivitas.
  • Dinas Pemadam Kebakaran Bukittinggi menurunkan 6 armada dan 35 personel, dibantu 2 armada dari Agam.
  • Pemadaman berlangsung cepat meski sempat terkendala kemacetan; pendinginan dilakukan untuk mencegah api menyala kembali.
  • Penyebab kebakaran dan kerugian materiil masih diselidiki; masyarakat diimbau waspada terhadap kompor dan instalasi listrik.

TRIBUNPADANG.COM, BUKITTINGGI – Kebakaran melanda tiga petak tempat usaha di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Simpang Stasiun, Kelurahan ATTS, Kecamatan Guguk Panjang, Kota Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar) Sabtu (14/2/2026) sekitar pukul 18.12 WIB.

Peristiwa tersebut sempat mengundang perhatian warga dan pengguna jalan karena lokasi berada di kawasan padat aktivitas.

Api diketahui membakar sejumlah lapak usaha kuliner yang berada di pinggir jalan.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Bukittinggi, Joni Feri, mengatakan pihaknya menerima laporan dari masyarakat yang menghubungi Mako DPKP Bukittinggi terkait adanya kebakaran di Simpang Stasiun.

Baca juga: Jalan Padang-Bukitinggi Putus di Dekat Mega Mendung Sudah Diperbaiki, Akses Kendaraan Masih Lumpuh

“Begitu menerima laporan, Regu Piket Jaya langsung menuju lokasi untuk melakukan pemadaman. Respons time kita sekitar satu menit sampai di lokasi,” ujar Joni Feri.

Objek yang terbakar merupakan tiga petak tempat usaha, masing-masing warung bakso, warung nasi, dan warung soto Padang.

Untuk memadamkan api, DPKP Bukittinggi mengerahkan enam armada dari Kota Bukittinggi dan mendapat bantuan dua armada dari Kabupaten Agam.

Sebanyak 35 personel diturunkan ke lokasi guna mempercepat proses pemadaman dan mencegah api merembet ke bangunan lain.

“Kita melakukan pemadaman, dilanjutkan dengan pendinginan agar tidak ada titik api yang tersisa. Setelah itu, kami juga memberikan edukasi kepada masyarakat sekitar terkait upaya pencegahan kebakaran,” jelasnya.

Baca juga: Nagari Tuo Pariangan: Permata Tersembunyi di Lereng Gunung Marapi

Joni mengakui sempat terjadi kendala di perjalanan menuju lokasi akibat kemacetan lalu lintas di sekitar kawasan tersebut.

Meski demikian, petugas tetap dapat tiba dengan cepat dan mengendalikan api.

Sementara itu, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Sementara itu, taksiran kerugian materiil akibat peristiwa tersebut juga masih dalam proses pendataan.

Pihak Damkar mengimbau masyarakat, khususnya pemilik usaha kuliner, untuk lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama yang berkaitan dengan penggunaan kompor dan instalasi listrik di tempat usaha.

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved