Sinkhole Lima Puluh Kota

Fenomena Pseudokarst Terungkap, Dua Nagari di Limapuluh Kota Rawan Sinkhole

Berdasarkan hasil analisis, dua nagari dinyatakan berpotensi terdampak, yakni Nagari Situjuah Batua dan Nagari Tungka.

Tayang:
TribunPadang.com
SINKHOLE- Fenomena alam berupa lubang misterius atau sinkhole atau lubang runtuhan tanah muncul di area persawahan milik warga di Jorong Tepi, Nagari Situjuh Batuah, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat (Sumbar). (Aset: M Fajar Rillah Vesky). 

Ringkasan Berita:
  • Badan Geologi ESDM mengungkap sinkhole di Limapuluh Kota merupakan fenomena pseudokarst.
  • Dua nagari rawan terdampak: Situjuah Batua dan Tungka.
  • Sinkhole terbentuk di material vulkanik akibat erosi internal (soil piping).
  • Wilayah barat daya dinilai lebih rentan sinkhole baru.
  • Sinkhole berpotensi melebar, jarak aman sementara hingga 30 meter.

TRIBUNPADANG.COM, LIMAPULUH KOTA – Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkap hasil kaji cepat terkait fenomena sinkhole yang muncul di Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat.

Berdasarkan hasil analisis, dua nagari dinyatakan berpotensi terdampak, yakni Nagari Situjuah Batua dan Nagari Tungka.

Sinkhole yang muncul di wilayah tersebut diketahui bukan fenomena kars biasa, melainkan pseudokarst atau kars semu.

Plt Kepala Badan Geologi, Lana Saria, mengatakan kaji cepat dilakukan selama tiga hari, mulai 9 hingga 11 Januari 2026.

Tim melakukan peninjauan lapangan serta analisis uji laboratorium untuk mengetahui karakteristik dan potensi risiko sinkhole.

“Hasil kajian menunjukkan sinkhole di Situjuah Batua terbentuk pada material vulkanik, bukan pada batugamping seperti sinkhole pada umumnya,” ujar Lana dalam keterangan resmi, Sabtu (24/1/2026).

Baca juga: Badan Geologi Ungkap Fakta Sinkhole di Limapuluh Kota, Bukan Kars Biasa dan Masih Berpotensi Melebar

Terbentuk di Material Vulkanik

Menurut Lana, di bawah permukaan tanah terdapat sungai bawah tanah yang membentuk rongga akibat proses erosi internal atau soil piping.

Proses ini terjadi karena aliran air yang kuat secara perlahan mengikis partikel tanah dari dalam.

Kondisi tersebut diperparah oleh jenis tanah berupa tuf dan abu vulkanik yang mudah tererosi, serta tingginya suplai air dari curah hujan dan air tanah.

“Retakan-retakan tanah mempercepat proses pengikisan hingga akhirnya terjadi runtuhan di permukaan,” jelasnya.

Berdasarkan kajian Badan Geologi, wilayah Barat Daya Sinkhole Situjuah dinilai lebih rentan mengalami kejadian serupa. Area tersebut mencakup sebagian Nagari Situjuah Batua dan Nagari Tungka karena berada di jalur sungai bawah tanah.

“Potensi sinkhole baru tidak terjadi secara massal, namun bersifat setempat dan umumnya muncul di sepanjang jalur sungai bawah tanah,” kata Lana.

Berpotensi Melebar, Ini Jarak Aman Sementara

Badan Geologi juga mencatat Sinkhole Situjuah masih berpeluang melebar, terutama ke arah Tenggara–Barat Laut.

Sumber: Tribun Padang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved