Berita Pesisir Selatan

7 Hari Dicari Erman yang Hilang di Sungai Berbuaya di Pesisir Selatan Tak Kunjung Ditemukan

TIM SAR Gabungan menyisir Sungai Muara Pasir Pelangai, Kecamatan Ranah Pesisir, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar), Rabu (21/4/2021), mencari warga yang dilaporkan hilang

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rezi Azwar

TRIBUNPADANG.COM, PESISIR SELATAN - Pencarian orang hilang di Sungai Muara Pasir Pelangai, Kecamatan Ranah Pesisir, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar), dihentikan, Rabu (21/4/2021) karena sudah memasuki pencarian hari ke-7. 

Korban diketahui bernama Erman (60) dilaporkan hilang Rabu (14/4/2021) yang lalu.

Namun setelah tujuh hari pencarian korban tak kunjung berhasil ditemukan oleh petugas pencarian gabungan.

Baca juga: UPDATE Korban Hilang di Pesisir Selatan, Petugas Bertemu Buaya dan Terkendala Gelombang Tinggi

Baca juga: Warga Pesisir Selatan yang Hilang di Sungai Muara Pasir Pelangai Masih Belum Ada Titik Terang

"Hari ini sudah memasuki pencarian ke-7, pencarian hari ini dengan hasil nihil. Operasi pencarian korban akan ditutup," kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Padang, Asnedi, Rabu (21/4/2021).

Ia menyebutkan, penutupan pencarian tersebut berdasarkan kesepatan bersama dengan orang terdekat korban dan unsur-unsur terkait.

"Karena tidak ada tanda-tanda ditemukan dan pencarian tidak efektif lagi maka operasi SAR dihentikan," katanya.

Sehari sebelumnya, Dantim SAR Padang, Riko Likardo saat dihubungi TribunPadang.com mengatakan pihaknya masih belum berhasil menemukan korban.

"Hari ini sudah memasuki pencarian hari ke-6, dan pencarian sore hari ini dihentikan sementara. Maka akan dilanjutkan pagi besok," kata Riko Likardo.

Baca juga: Kronologi Upaya Pencarian Korban di Pesisir Selatan, Dilaporkan Hilang saat Berenang di Sungai

Baca juga: Pencarian Nelayan yang Hilang di Muara Sungai Pesisir Selatan Dilanjutkan, Petugas Gabungan Turun

Ia menjelaskan, setiap hari pihaknya memperluas areal pencarian.  

"Pencarian sudah diperluas, karena pencarian di muara sehingga kota lakukan pencarian juga di bibir pantai dan ke tengah laut," katanya.

Ia menjelaskan, pihaknya juga menciptakan gelombang buatan menggunakan perahu karet.

"Muara kita buat gelombang, mana tahu dia ada tersangkut di dalam sekitar kawasan muara," katanya.

Pada hari keenam, lokasi pencarian sudah sampai radius 5 mil ke arah laut.

Pencarian juga mengalami kendala karena gelombang masih tinggi di sekitar lokasi pencarian.

"Ya, kendalanya sampai saat ini gelombang masih tinggi. Jadi akses keluar masuk di pintu muara sedikit terganggu," katanya.

Korban Diduga Mempunyai Penyakit yang Membuatnya Sering Pingsan

Dantim SAR Padang, Riko Likardo mengatakan kalau korban bukanlah warga asli Kabupaten Pesisir Selatan.

"Menurut masyarakat, korban bukanlah warga asli Kabupaten Pesisir Selatan, tapi merupakan orang Palembang, Sumatera Selatan," katanya.

Korban menetap di Kabupaten Pesisir Selatan karena sebelumnya memiliki istri asal Kabupaten Pesisir Selatan.

"Diduga sudah pisah dengan istri, dan saat ini tinggal menumpang-numpang dengan orang yang dikenalnya di Kabupaten Pesisir Selatan," katanya.

Disebutkannya, informasi dari Wali Nagari, korban sering mengalami pingsan.

"Kalau info dari Wali Nagarinya, korban sering pingsan karena pusing akhir-akhir ini, dan usianya juga sudah lanjut," katanya.

Selain itu, saat pencarian petugas juga bertemu dengan buaya muara yang hidup di sekitar kawasan muara.

"Ada terlihat buaya di arah hulu sungainya, sekitar 500 meter dari pintu muara ke arah hulu," katanya.

Disebutkannya, buaya tersebut terlihat sebentar dan tidak sampai mengganggu petugas.

"Selama pencarian tidak ada mengganggu. Melihat buaya itu saat melakukan pencarian ke arah hulu," sebutnya(*)

Berita Populer