Kantor Komunikasi Kepresidenan

Hari Ini, Cek Kesehatan Gratis Sekolah Serentak Kick Off di Beberapa Daerah Indonesia 

PEMERINTAH meluncurkan Program Cek Kesehatan Gratis di sekolah atau CKG Sekolah secara serentak pada Senin (4/8/2025) hari ini. CKG Sekolah

|
Editor: Emil Mahmud
DOKUMENTASI/KANTOR KOMUNIKASI KEPRESIDENAN
KEPALA PCO CEK CKG - Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan RI (Presidential Communication Office/PCO), Hasan Nasbi mengecek pelaksanaan CKG di Puskesmas Wanakerta, Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat atau Jabar, Senin (11/2/2025) lalu. CKG merupakan komitmen pemerintah dalam memberikan layanan kesehatan kepada seluruh masyarakat Indonesia. 

PEMERINTAH meluncurkan Program Cek Kesehatan Gratis di sekolah atau CKG Sekolah secara serentak pada Senin (4/8/2025) hari ini.

CKG Sekolah dilanjutkan pada sekolah-sekolah di bawah naungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta Kementerian Agama. 

Rilis Kantor Komunikasi Kepresidenan RI (Presidentian Communication Office/PCO) menyebutkan Kick-off program CKG Sekolah ini akan dilaksanakan di 12 sekolah di sejumlah daerah. 

Berdasarkan catatan, CKG Sekolah telah dimulai untuk Sekolah Rakyat pada 14 Juli 2025 lalu. 

Tenaga Ahli Utama Kantor Komunikasi Kepresidenan/Presidential Communication Office (PCO) Adita Irawati mengatakan Program CKG Sekolah merupakan implementasi visi Presiden Prabowo Subianto dalam membangun sumber daya manusia unggul. 

"CKG Sekolah merupakan investasi jangka panjang di sektor kesehatan bagi anak dan remaja," kata Adita, Minggu (3/8/2025) kemarin.

Baca juga: Kepala PCO Tekankan Pentingnya Kolaborasi Pusat, Daerah, dan Swasta  untuk Percepat Program MBG 

CEK KESEHATAN GRATIS - Kementerian Kesehatan menggelar Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) kepada mitra pengemudi ojek online di Jakarta, Jumat (21/3/2025). CKG merupakan salah satu PHTC Presiden Prabowo Subianto. Sejak diluncurkan pada 10 Februari hingga 19 Maret, program ini sudah menyentuh lebih dari 1 juta penerima manfaat.
CEK KESEHATAN GRATIS - Kementerian Kesehatan menggelar Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) kepada mitra pengemudi ojek online di Jakarta, Jumat (21/3/2025). CKG merupakan salah satu PHTC Presiden Prabowo Subianto. Sejak diluncurkan pada 10 Februari hingga 19 Maret, program ini sudah menyentuh lebih dari 1 juta penerima manfaat. (DOKUMENTASI/KANTOR KOMUNIKASI KEPRESIDENAN RI/PCO)

Baca juga: PCO: Dampak Ekonomi Program Makan Bergizi Gratis, Serap 94 RIbu Tenaga Kerja

CKG Sekolah merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat Presiden Prabowo Subianto di bidang kesehatan. Program ini bagian dari transformasi sistem kesehatan nasional yang mengedepankan upaya promotif dan preventif. 

"Pemerintah ingin memastikan seluruh penduduk Indonesia sehat dan memperoleh akses layanan kesehatan," kata Adita. 

Sejak diluncurkan pada 10 Februari 2025, CKG telah menjangkau 16.120.365 orang hingga 1 Agustus 2025. Adapun target total penerima manfaat CKG adalah 281 juta penduduk Indonesia. 

Dari jumlah itu, 53,8 juta di antaranya adalah anak sekolah. Dan mereka akan coba dijangkau melalui Program CKG Sekolah.

Jumlah siswa itu berasal dari 282 ribu satuan pendidikan meliputi SD, SMP, SMA, Madrasah, dan Sekolah Rakyat (SR). 

Sebelumnya, Kepala Komunikasi Kepresidenan (PCO) Hasan Nasbi mengatakan Program CKG Sekolah ini adalah upaya pemerintah mengubah pola hidup masyarakat dalammenjaga kesehatan.

Dari kebiasaan datang dalam keadaan sakit, kini didorong untuk datang walaupun dalam keadaan sehat. 

"Dalam keadaan sehat sekalipun, masyarakat didorong untuk datang ke fasilitas kesehatan untuk memeriksakan dirinya secara gratis. Untuk mencegah hal-hal buruk di kemudian hari sebelum semuanya terlambat," kata Hasan Nasbi. 

PCO mengapresiasi kinerja Kementerian Kesehatan dalam melaksanakan CKG Sekolah ini. Menurutnya, Presiden Prabowo Subianto sangat ingin masyarakat mengubah pola hidup sejak dini. 

Bahkan, pemerintah datang langsung atau jemput bola ke sekolah untuk memeriksakan kesehatan anak-anak yang akan menjadi generasi penerus bangsa. 

"Diharapkan anak-anak kita bisa dideteksi sedini mungkin potensi penyakit yang bisa menyebabkan gangguan kesehatan yang lebih parah di masa depan," kata Hasan Nasbi.(rel/pco)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved