Kota Bukittinggi
Telah Melahirkan Keturunan Terbaik di Pacuan, Kuda Pejantan Fort De Kock Pemko Bukittinggi Mati
Saat ini kata Hendry, pihaknya belum bisa memastikan penyebab kematian Fort De Kock yang merupakan satu-satunya kuda aset Pemkot.
Penulis: Muhammad Iqbal | Editor: Rezi Azwar
TRIBUNPADANG.COM, BUKITTINGGI - Kuda pejantan Fort De Kock milik Pemerintahan Kota (Pemkot) Bukittinggi menghembuskan nafas terakhir, Kamis (10/7/2025).
Diketahui kuda tersebut berasal dari Australia, dan dibeli oleh Wali Kota Djufri pada tahun 2008 silam.
Kuda Fort De Kock merupakan sosok pejantan legendaris yang telah banyak melahirkan keturunan kuda pacu terbaik.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Bukittinggi, Hendry mengungkapkan jika Fort De Kock mati pada Kamis kemarin, sekitar pukul 11:30 WIB.
Baca juga: Cuaca Kota Padang Jumat 11 Juli 2025 Cerah Berawan Seharian, BMKG: Tidak Ada Potensi Hujan
"Fort De Kock mati sekitar jam 11.30 WIB, usianya sekarang sudah 19 tahun," ungkap Hendry saat memberikan keterangan, Jumat (11/7/2025).
"Kuda ini sudah dibeli sejak 2008 oleh Wali Kota Djufri dengan harga Rp800 juta," sambung Hendry.
Saat ini kata Hendry, pihaknya belum bisa memastikan penyebab kematian Fort De Kock yang merupakan satu-satunya kuda aset Pemkot.
Meski kuda tersebut sudah mengalami gejala demam pada dua pekan terakhir.
Baca juga: Prakiraan Cuaca Sumatera Barat Besok Sabtu 12 Juli 2025, Hujan Ringan di 4 Wilayah
"Untuk kematiannya sudah kami laporkan ke Wali Kota, selanjutnya akan dikubur bersama tim forensik dan labor hewan. Beberapa bagian tubuh akan diambil untuk pemeriksaan," katanya.
Menurut Hendry, Fort De Kock selalu rutin menjalani pemeriksaan kesehatan dengan dua tahun terakhir, namun mengalami penurunan kekuatan fisik.
"Hasil labor terakhir HB kuda ini tinggi, terjadi juga pembengkakan di bagian kaki. Bahkan mendapatkan infus sebanyak dua botol," ucap Hendry.
Kematian Fort De Kock menjadi kesedihan tersendiri dari mantan Wali Kota Bukittinggi, Djufri yang langsung mendatangi kantor dinas pertanian.
Baca juga: 3 BERITA POPULER SUMBAR: Polisi Hentikan Kasus Kebutaan Hengki dan Laka Maut Tewaskan Satu Orang
"Tentu saya berduka dan saya yakini seluruh pecinta kuda pacu di Bukittinggi merasakan hal yang sama. Fort De Kock telah banyak mengharumkan nama Kota Bukittinggi dengan prestasi luar biasa dari keturunannya selama ini," kata Djufri.
Fort De Kock tercatat memiliki banyak keturunan yang berhasil menjadi juara balap kuda pacu di tingkat Sumatera Barat dan ikut berpartisipasi di kancah nasional.
"Kuda setinggi 170 ini bernilai Rp 2,5 miliar jika dikalkulasikan dengan harga saat ini. Saya bersama rekan lain pecandu kuda kecewa dengan kematiannya, semoga ada lagi bibit pejantan tangguh kuda pacu dihadirkan di Bukittinggi," kata seorang peternak kuda, Oskar Mentoih. (TribunPadang.com/Muhammad Iqbal)
Bukittinggi
Sumatera Barat
Kuda Fort De Kock
Pemko Bukittinggi
Kuda Pacuan
Fort de Kock
Dinas Pertanian Bukittinggi
Hendry
| Wagub DKI Rano Karno Dukung Bukittinggi Jadi Daerah Khusus, Sampaikan di UIN Djamil Djambek |
|
|---|
| Libur Lebaran 2026, Kunjungan Wisata Bukittinggi 153 Ribu Orang, Hasilkan PAD Rp3,5 Miliar |
|
|---|
| Residivis Pemerasan Ditangkap di Bukittinggi, Ancam Korban Pakai Pisau dan Rampas Uang serta HP |
|
|---|
| Jadwal Gerakan Pangan Murah Bukittinggi Digelar di Kelurahan, Minyak Goreng Rp18 Ribu per Liter |
|
|---|
| Wako Ramlan Lantik 6 Pejabat Bukittinggi, Kadis Baru Langsung Diingatkan Program Prioritas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/Kuda-pejantan-Fort-De-Kock-1172025.jpg)