Berita Populer Sumbar

POPULER SUMBAR: Anak Harimau Mati di Bukittinggi dan Pelaku KDRT Serahkan Diri ke Polres Payakumbuh

Seekor bayi Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) yang baru berusia tujuh hari mati di Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan (TMSBK) Bukittinggi.

Tayang:
Editor: Rahmadi
Wikimedia Commons via greeners.co
ANAK HARIMAU MATI - Ilustrasi Harimau Sumatera. Seekor bayi Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) yang baru berusia tujuh hari mati di Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan (TMSBK) Bukittinggi. 

TRIBUNPADANG.COM - Simak sejumlah informasi menarik seputar Sumatera Barat yang dirangkum dalam populer Sumbar setelah tayang 24 jam terakhir di TribunPadang.com.

Pertama berita tentang seekor bayi Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) yang baru berusia tujuh hari mati di Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan (TMSBK) Bukittinggi.

Bayi harimau jantan ini merupakan anak dari induk betina bernama Yani dan pejantan bernama Bujang Mandeh.

Selanjutnya, Pelaku KDRT terhadap istrinya sendiri di Nagari Sungai Beringin, Kecamatan Payakumbuh, Kota Payakumbuh, Sumatera Barat berhasil diamankan oleh Polres Payakumbuh.

Pelaku datang sendiri ke Polres Payakumbuh untuk menyerahkan diri dan langsung dilakukan pemeriksaan.

Baca berita selengkapnya berikut ini:

1. Anak Harimau Sumatera Mati di TMSBK Bukittinggi, Induknya Menolak Menyusui Akibat Stres dan Dehidrasi

Duka menyelimuti dunia konservasi satwa liar di Sumatera Barat. Seekor bayi Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) yang baru berusia tujuh hari mati di Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan (TMSBK) Bukittinggi.

Bayi harimau jantan ini merupakan anak dari induk betina bernama Yani dan pejantan bernama Bujang Mandeh.

Kematian terjadi pada Selasa (1/7/2025) pagi, setelah melalui serangkaian upaya penyelamatan intensif dari tim medis dan penjaga satwa.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat, Hartono, menyampaikan bahwa kematian bayi harimau ini telah melalui proses penanganan intensif sejak kelahirannya.

Baca juga: Pelaku KDRT di Payakumbuh Serahkan Diri ke Polisi, Korban Seorang Guru Ngaji Mengalami Trauma & Luka

Bayi harimau tersebut lahir pada Rabu (24/6/2025) dan sempat menjadi harapan besar sebagai bagian dari upaya pelestarian Harimau Sumatera yang berstatus kritis (Critically Endangered).

"Begitu kami menerima laporan dari TMSBK Bukittinggi bahwa indukan harimau bernama Yani telah melahirkan satu ekor anak jantan, tim dokter dan keeper segera melakukan pemantauan ketat. Namun sejak awal, kondisi Yani terlihat sangat lelah dan belum langsung menyusui anaknya," ungkap Hartono.

Meski pada awalnya menunjukkan gejala kelelahan usai melahirkan, Yani akhirnya mulai menunjukkan respon positif dan mulai menyusui anaknya menjelang siang hari. Namun kondisi tersebut tidak berlangsung lama.

Menurut Hartono, pada hari Minggu (29 /6/2025), Yani kembali terlihat stres.

Baca juga: Tumpahan CPO Ganggu Jalur Padang-Solok, Polisi Tebar Serbuk Sekam dan Pengendara Dimohon Sabar

Sumber: Tribun Padang
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved