Penemuan Mayat di Batang Anai
Pembunuhan Berantai Padang Pariaman: Warga Trauma, Rumah Pelaku Sepi Terpasang Garis Polisi
Lima hari pasca terbongkarnya kasus pembunuhan berantai yang dilakukan oleh tersangka Satria Juanda (25) alias Wanda, warga sekitar rumah pelaku masih
Penulis: Muhammad Afdal Afrianto | Editor: Rahmadi
TRIBUNPADANG.COM, PADANG PARIAMAN – Lima hari pasca terbongkarnya kasus pembunuhan berantai yang dilakukan oleh tersangka Satria Juanda (25) alias Wanda, warga sekitar rumah pelaku masih diliputi rasa trauma dan ketakutan.
Hal tersebut diungkapkan oleh salah satu warga yang tinggal berdekatan dengan rumah tersangka di Korong Lakuak, Nagari Sungai Buluh, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat.
Seorang warga berinisial U mengaku tidak keluar rumah selama tiga hari setelah kasus tersebut terungkap oleh pihak kepolisian.
“Saya sangat trauma, takut, dan tidak percaya dengan kejadian ini. Saking traumanya, saya tidak keluar rumah selama tiga hari. Ini pun keluar masih sering teringat kejadian ini,” ujar U saat ditemui TribunPadang.com, Senin (23/6/2025).
Menurut U, selama ini tersangka Wanda dikenal sebagai pribadi yang biasa saja dan tidak pernah menunjukkan perilaku mencurigakan.
Baca juga: Anggota DPR Ahmad Sahroni Ingin Hukuman Mati untuk Pelaku Pembunuhan Berantai di Padang Pariaman
“Kelihatannya seperti orang normal. Tidak ada yang aneh. Selama ini dikenal baik, bahkan sebelum berangkat kerja, dia sering menyapa. Tapi memang dia tipikal orang yang pendiam,” ungkapnya.
U juga mengaku sempat tidak percaya bahwa Wanda terlibat dalam kasus pembunuhan berantai tersebut.
“Awalnya tidak percaya. Saya baru tahu kasus ini setelah pagi-pagi warga ramai di sekitar rumahnya. Selama ini tidak pernah ada aktivitas mencurigakan dari rumah itu,” tambahnya.
Sementara itu, warga lainnya yang juga tinggal di sekitar rumah pelaku, berinisial O, mengatakan sejak kasus ini terbongkar, rumah Wanda tampak sepi tanpa aktivitas.
“Tidak ada satu pun keluarganya yang datang ke rumah sejak kejadian. Terakhir yang terlihat hanya polisi yang berjaga di sekitar rumah selama tiga hari setelah kasus terungkap. Sejak itu, rumahnya kosong,” jelas O.
Baca juga: Pengedar Narkoba Tak Berkutik Diciduk Polres Sijunjung, 14,23 Gram Sabu Ditemukan di Kamarnya
Pantauan TribunPadang.com di lokasi, suasana di sekitar rumah tersangka tampak lengang.
Area halaman rumah juga masih dipasangi garis polisi.
Meski demikian, aktivitas masyarakat di sekitar lokasi perlahan mulai kembali normal.
Beberapa pengendara yang melintas terlihat sesekali menoleh ke arah rumah tersangka yang sepi itu.(*)
| Ayah Korban Mutilasi di Padang Pariaman Ziarah Tiap Hari: Saya Rindu Momen Dia Minta Uang Jajan |
|
|---|
| Ayah Korban Mutilasi di Pariaman Kecewa Sidang Tuntutan Kembali Ditunda, Tegas Minta Hukuman Mati |
|
|---|
| Kuasa Hukum Wanda Tolak Penundaan Sidang Tuntutan, Ancam Ajukan Pembebasan Jika Kembali Ditunda |
|
|---|
| Breaking News: Sidang Tuntutan Kasus Mutilasi Tiga Perempuan di Padang Pariaman Kembali Ditunda |
|
|---|
| Wanda Terdakwa Mutilasi 3 Wanita di Padang Pariaman Tiba di Pengadilan, Keluarga Korban Minta Mati |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/Lima-hari-pasca-terbongkarnya-kasus-pemfumf.jpg)