Berita Inter Milan
Inter Pilih Cristian Chivu Jadi Pelatih Anyar: Eks Kapten Nerazzuri dan Timnas Rumania
UPDATE Kursi Pelatih Internazionale atau Inter Milan segera terjawab menyusul munculnya Cristian Chivu yang diyakini sebagai opsi terbaik bagi masa de
Dia baru mencicipi 13 partai sebagai nakhoda klub papan bawah, Parma, di paruh kedua musim lalu.
Chivu mampu memenuhi target membawa I Ducali sintas dan memastikan partisipasi di kasta teratas Liga Italia musim depan.
Meskipun minim pengalaman, mantan bek Ajax dan AS Roma ini diyakini memiliki keunggulan dari pendahulunya, Inzaghi.
Keunggulan tersebut ialah kemampuan meracik taktik secara adaptif dan fleksibel sesuai kebutuhan.
Di bawah asuhan Inzaghi, Nicolo Barella dkk saklek dengan formasi utama 3-5-2 yang menjadi identitas Inter selama empat musim terakhir.
Makin terus diasah, pakem tersebut memang memberikan identitas yang solid, tetapi sisi negatifnya permainan mereka jadi mudah ditebak.
Kalau sudah bisa didikte musuh, bahaya bagi Inzaghi karena skuadnya tidak biasa menjalani perubahan taktik secara radikal.
Menghadapi musuh tipe apa pun, pola tersebut tetap yang dipakai sebagai acuan utama.
Tak heran apabila mereka berkali-kali tak berdaya melawan musuh yang sama, semodel AC Milan atau Bologna, dua tim yang sudah khatam cara mengatasi gaya bermain Inzaghi.
Di tangan Cristian Chivu, ada harapan Inter bermain lebih segar dan fleksibel tergantung kondisi musuh yang dihadapi.
Saat menukangi tim Primavera Inter dan pada awal kedatangannya di Parma, dia doyan menggeber formasi ofensif 4-3-3 sebagai pedoman utama.
Baca juga: Al Nassr Bidik Bek Inter Milan, Alessandro Bastoni Jadi Incaran Bursa Transfer Musim Panas
Akan tetapi, saat meladeni musuh dengan materi yang lebih mentereng, Chivu berani meracik strategi alternatif.
Ketika Parma mengimbangi Inter 2-2 di pekan ke-31, Chivu memfotokopi strategi 3-5-2 ala Inzaghi.
Metodenya berhasil dan - ironisnya - hasil itu berperan besar terhadap kegagalan mantan klubnya untuk juara.
Pun saat berhasil menumbangkan Juventus 1-0, I Ducali melawannya pula dengan taktik tiga bek tengah seperti Bianconeri.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.