Pemkab Pasaman Barat

Tanah Seluas 6,3 Hektar di Padang Tujuh Pasaman Barat Diusulkan untuk Sekolah Rakyat

"Jika ini bisa diperoleh, maka akan membantu siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu," ungkapnya.

Penulis: Ahmad Romi | Editor: Rezi Azwar
Dokumentasi/Diskominfo Pasaman Barat
SEKOLAH RAKYAT- Pj Sekretaris Daerah Pasaman Barat Doddy San Ismail. Diketahui lahan itu milik Pemerintah Kabupaten dan lokasinya berada di Padang Tujuh, Kecamatan Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat. 

TRIBUNPADANG.COM, PASAMAN BARAT - Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat mengusulkan 6,3 hektar lahan untuk dijadikan lokasi pembangunan sekolah rakyat (SR) kepada Pemerintah Pusat.

Diketahui lahan itu milik Pemerintah Kabupaten dan lokasinya berada di Padang Tujuh, Kecamatan Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat.

"Lokasinya di dekat kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Perhubungan," kata Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Pasaman Barat, Doddy San Ismail, di Simpang Empat, Senin (2/6/2025).

Ia menyebut, saat ini masih menunggu survei dari tim Kementerian Sosial terkait lokasi yang telah diusulkan tersebut.

Baca juga: Mahyeldi Tanggapi Sorotan Fraksi DPRD Terkait Masalah Lingkungan dan Proyek yang Mangkrak di Sumbar

Dimana proposal permintaan pembangunan sekolah rakyat telah diajukan ke pemerintah pusat. 

"Segala kelengkapan telah kita penuhi. Tinggal menunggu tim untuk survei lokasi," ujarnya.

Doddy San Ismail berharap pihak Kementerian Sosial segera melakukan survei lokasi, sehingga nantinya akan diperoleh kepastian terkait pembangunan sekolah rakyat ini.

"Jika ini bisa diperoleh, maka akan membantu siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu," ungkapnya.

Baca juga: Berawal dari Aksi Pelemparan Atap Rumah, Terungkap Aksi Bejat Tukang Kayu di Padang Panjang

Terpisah, Kepala Dinas Sosial, Randy Hendrawan, mengatakan dalam proposal usulan itu disampaikan permintaan agar ada pembangunan sekolah rakyat sebanyak dua rombongan belajar (Rombel) yang terdiri dari 36 ruang belajar.

"Untuk tingkatan sekolah dasar sebanyak 18 ruangan, SMP sembilan ruangan dan SMA sembilan ruangan," ujarnya.

Dia menyebutkan sesuai program Presiden Prabowo Subianto Sekolah Rakyat itu nantinya akan diperuntukkan untuk anak-anak dari keluarga miskin yang masuk dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi (DTSEN), khususnya kelompok desil 1 dan 2.

"Sekolah itu gratis dan nantinya akan dilengkapi dengan asrama dan fasilitas umum lainnya," lanjutnya.

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved