Angin Kencang di Sumbar
Badai Tumbangkan 5 Pohon di Pariaman, Nelayan dan Pengunjung Wisata Pulau Diminta Waspada
Dendy memperingatkan agar masyarakat waspada terhadap awan putih di batas cakrawala laut, karena itu merupakan pertanda datangnya badai.
Penulis: Panji Rahmat | Editor: Rezi Azwar
TRIBUNPADANG.COM, PARIAMAN – Badai kencang akibat angin utara melanda Kota Pariaman sejak sepekan terakhir, menyebabkan sejumlah pohon tumbang dan mengganggu aktivitas warga.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pariaman mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di luar ruangan maupun di laut.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Pariaman, Dendy Pribadi, mengungkapkan bahwa pihaknya telah meningkatkan kesiapsiagaan dengan mengerahkan tim dan peralatan pendukung untuk mengantisipasi dampak badai.
"Sejak Sabtu lalu, angin utara berhembus sangat kencang, memicu badai dan beberapa kejadian pohon tumbang. Kami terus memantau dan bersiaga penuh untuk penanganan darurat," jelas Dendy, Kamis (22/5/2025).
Baca juga: Cuaca Panas di Padang, Warga Diminta Hafal Nomor Kontak Damkar & Pastikan kondisi Instalasi Listrik
Hingga hari ini, tercatat lima kejadian pohon tumbang di berbagai lokasi di Pariaman.
Kebanyakan pohon yang roboh berusia tua, sehingga masyarakat diminta ekstra hati-hati saat melintas di sekitar area rawan.
Tak hanya di darat, cuaca ekstrem juga membahayakan aktivitas nelayan dan wisatawan yang hendak ke pulau.
Dendy memperingatkan agar masyarakat waspada terhadap awan putih di batas cakrawala laut, karena itu merupakan pertanda datangnya badai.
Baca juga: Bukittinggi Diguncang Gempa 2,4 Magnitudo, BMKG Catat 4 Gempa Bumi Hari Ini
"Jika melihat awan putih seperti itu, sebaiknya tunda dulu melaut atau berwisata ke pulau. Itu tanda badai akan datang dan berpotensi membahayakan," tegasnya.
Berdasarkan informasi dari BMKG, cuaca buruk akibat angin utara ini merupakan fenomena biasa di musim kemarau dan diprediksi berlangsung hingga September mendatang.
Namun, pasca musim kemarau, ancaman lain seperti tanah longsor perlu diwaspadai.
"Tanah yang mengering selama kemarau bisa rapuh saat hujan lebat datang, meningkatkan risiko longsor. Masyarakat di daerah perbukitan harus tetap waspada," papar Dendy.
BPBD Kota Pariaman terus memantau perkembangan cuaca dan siap bertindak cepat jika terjadi darurat.
Masyarakat diharapkan proaktif melaporkan potensi bahaya ke nomor layanan BPBD setempat. (TribunPadang.com/Panji Rahmat)
3 Titik Angin Kencang di Padang Pariaman, Kalaksa BPBD: Melanda Aua Malintang, Sintoga & Pakandangan |
![]() |
---|
68 Wisatawan yang Tertahan di Pulau Angso Duo saat Angin Kencang Sudah Kembali ke Pantai Pariaman |
![]() |
---|
Pohon Tumbang Timpa Rumah Warga Aua Malintang Padang Pariaman, Diawali Angin Kencang |
![]() |
---|
68 Orang Ada di Pulau Angso Duo saat Angin Kencang Hantam Pariaman, Dikumpulkan di Satu Titik |
![]() |
---|
Angin Kencang Melanda Kota Pariaman, 68 Orang Terjebak di Pulau Angso Duo |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.