Harga Cabai

Harga Cabai Merah di Solok Turun Jadi Rp43 Ribu per Kilogram pada Awal Mei

Harga cabai merah di Pasar Sayur Alahan Panjang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, menunjukkan penurunan menjadi Rp43 ribu per kilogram pada minggu per

Penulis: Ghaffar Ramdi | Editor: Rahmadi
TribunPadang.com/Ghaffar Ramdi
CABAI ALAHAN PANJANG. Hari ini, Jumat (2/5/2025) harga cabe merah alami penurunan harga hingga Rp43 ribu per kilogram di Pasar Alahan Panjang, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Penurunan harga diakibatkan stok dari petani banyak. 

TRIBUNPADANG.COM, SOLOK - Harga cabai merah di Pasar Sayur Alahan Panjang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, menunjukkan penurunan menjadi Rp43 ribu per kilogram pada minggu pertama bulan Mei.

Sebelumnya, harga cabai merah sempat menyentuh angka Rp55 ribu per kilogram.

Saat diwawancarai TribunPadang.com, pedagang cabai merah di Pasar Alahan Panjang, Efrizal mengatakan bahwa per hari ini harga cabai merah alami penurunan harga dari pekan lalu.

"Harga cabai merah alami penurunan harga cukup jauh di Alahan Panjang dan Solok pada umumnya dibandingkan dengan harga pekan lalu," katanya, Jumat (2/5/2025).

Ia menyebut, untuk harga cabai merah per hari ini yang mencapai Rp44 ribu per kilogram berada dalam kualitas terbaik.

Baca juga: Momentum Hardiknas, Pemkab Solok Selatan Ajak Semua Pihak Tingkatkan Kualitas Pendidikan

"Namun rata-rata harga jual cabai merah saat ini dimulai dari harga Rp40 ribu per kilogram langsung ambil dari petani," ujarnya.

Efrizal turut menyebut harga cabai jenis lainnya untuk harga per hari ini juga alami penurunan harga.

"Untuk harga cabai merah asal daerah kerinci hari ini tidak masuk. Untuk harga cabai merah kotak dari Jawa kita ambil di harga Rp39 ribu per kilogram," imbuhnya.

Penurunan harga cabai hari ini kemungkinan karena stok dari petani saat ini banyak.

"Untuk penjualan kita sudah normal kembali, karena permintaan dari masyarakat sudah mulai kembali biasa," terang Efrizal.

"Namun, harga cabai sewaktu-waktu bisa berubah tergantung banyak atau tidaknya permintaan pembeli serta stok dari petani langsung," pungkasnya.(*)

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved