Bunga Bangkai
BKSDA Sumbar Pastikan Bunga Bangkai Raksasa di Padang Pariaman Jenis Amorphophallus Titanum
Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat (Sumbar) membenarkan penemuan bunga bangkai raksasa di Padang Pariaman,, Jumat (25/5/2025).
Penulis: Panji Rahmat | Editor: Rahmadi
TRIBUNPADANG.COM, PADANG PARIAMAN - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat (Sumbar) membenarkan penemuan bunga bangkai raksasa di Padang Pariaman, Jumat (25/5/2025).
Hasil identifikasi BKSDA Sumbar memastikan bunga tersebut berjenis Amorphophallus titanum.
Kepala Resort KSDA Barisan Padang Pariaman, Andrick, mengatakan bahwa pihaknya baru mengetahui informasi bunga bangkai tersebut melalui wartawan TribunPadang.com.
"Makasih infonya, ini kami sudah cek dari foto yang kami dapat ini memang bunga bangkai jenis Amorphophallus titanum," ujarnya melalui sambungan telepon.
Andrick menyebut bunga bangkai tersebut akan mekar selama 10 hari hingga 14 hari tergantung kondisi cuaca di lingkungannya.
Baca juga: BREAKING NEWS: Gunung Marapi Erupsi Lagi Jumat Sore, Sudah Dua Kali dalam Sehari
Ia meminta agar bunga bangkai tersebut bisa dijaga oleh masyarakat karena statusnya yang langka dan dilindungi.
"Informasinya memang baru kami terima, insyaallah dalam waktu dekat kami akan langsung ke lokasi," ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, Satu buah bunga bangkai setinggi dua meter tumbuh di Korong Lubuk Napa, Batu Kalang, Padang Pariaman, Jumat (25/5/2025).
Bunga tersebut tumbuh di lereng dekat jalan berukuran 2.5 meter tempat biasa dilalui oleh masyarakat setempat.
Masyarakat setempat Roza, mengatakan bunga tersebut ditemukan oleh orang tuanya yang sedang melintas sepulang bertani.
Baca juga: Kunci Jawaban Kelas 12 Matematika Halaman 149 Kurikulum Merdeka: Latihan 3.2, Kejadian Majemuk
Roza menyebut bunga ditemukan setelah orang tuanya curiga ada bau busuk di sekitar lokasi ia melintas.
"Oleh sebab itu orang tua saya kasih tahu warga lain, lalu dilihat ternyata bunga tersebut sudah dikerumuni lalat," ujarnya.
Melihat bunga itu, warga coba membersihkan bagian bawah bunga yang dipenuhi dengan rumput liar.
Setelah membersihkannya warga berkoordinasi dengan wali korong dan babinkamtibmas setempat.
"Soalnya bunga bangkai ini kan dilindungi tentu kami pastikan dulu agar tidak melanggar ketentuan," ujarnya.
Saat ini bunga tersebut sudah dipagari oleh masyarakat setempat dan diberikan tulisan untuk tidak dirusak. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/Bunga-tersebut-tumk.jpg)