Libur Lebaran 2025

Libur Lebaran di Museum Adityawarman Padang: Jelajahi Ribuan Koleksi Sejarah dan Budaya Minang

Manfaatkan libur Lebaran 2025, masyarakat dari berbagai daerah mengunjungi Museum Adityawarman di Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar).

Penulis: Panji Rahmat | Editor: Rahmadi
TribunPadang.com/Panji Rahmat
MUSEUM ADITYAWARMAN PADANG - Penampakan koleksi museum Adityawarman Padang pada Kamis (3/4/2025). Museum ini menawarkan kesempatan untuk mengenal ribuan koleksi sejarah dan budaya Minangkabau. 

TRIBUNPADANG.COM,PADANG - Manfaatkan libur Lebaran 2025, masyarakat dari berbagai daerah mengunjungi Museum Adityawarman di Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar).

Museum ini menawarkan kesempatan untuk mengenal ribuan koleksi sejarah dan budaya Minangkabau.

Museum Adityawarman berlokasi di Jalan Diponegoro No. 10 Padang, diresmikan 16 Maret 1977 oleh Mendikbud Prof. DR. Syarif Thayeb.

Berdasarkan SK Mendikbud RI No. 01/1989 tanggal 9 Januari 1989, Museum ini diberi nama Adityawarman, untuk untuk mengingat jasa seorang raja Minangkabau di abad XIV Masehi.

Dibangun di atas tanah seluas 2,5 Ha, Museum Adityawarman ditumbuhi 100 jenis tanaman berupa pohon pelindung, tanaman hias dan apotek hidup.

Lokasi ini dulunya dikenal dengan Taman Melati, sebuah taman tempat bermain warga Kota Padang.

Baca juga: Penerbangan Tambahan Disiapkan Bandara Minangkabau, Antisipasi Lonjakan Arus Balik Lebaran

Pada zaman penjajahan Belanda di lokasi ini berdiri Tugu Micheils yang pada masa penjajahan jepang menurut ceritanya, tugu ini diruntuhkan, dan besi-besinya dibawa ke Jepang.

Awal mula berkunjung ke Museum ini pengunjung akan langsung bertemu dengan loket tempat pembayaran tiket masuk, dengan tarif Rp5000 untuk dewasa dan  Rp3000 untuk anak-anak.

Museum ini buka setiap hari, mulai pukul 08.30 WIB hingga 16.00 WIB, sedangkan untuk bagian taman pengunjung bisa bermain hingga pukul 18.00 WIB.

Pemandu Museum Adityawarman Megaliberni, mengatakan, Saat ini Jumlah koleksi Museum Adityawarman sebanyak 6.320 koleksi.

Koleksi utama Museum Adityawarman dikelompokkan dalam sepuluh macam jenis koleksi, yaitu terdiri dari biologika, geologika/geografika, etnografika, arkeologika, historika, filologika, numismatika/heraldika, keramologika, seni rupa, dan teknalogika.

Baca juga: Semifinal Coppa Italia AC Milan vs Inter, I Rossoneri Ladeni Gempuran Bertubi-tubi Calhanoglu Cs

Sedangkan, koleksi Museum Adityawarman yang merupakan peninggalan Kerajaan Dharmasraya berupa duplikat patung Bhairawa dan patung Amoghapasa.

Pada ruang utama museum menampilkan diorama yang mempresentasikan sistem adat yang dimiliki masyarakat Minang dengan penjelasan terkait hubungan kerabatan adat Minangkabau.

"Berbeda dari wilayah Indonesia lainnya yang memegang sistem kekerabatan patrilineal, sistem kekerabatan Minangkabau menggunakan sistem matrilineal sehingga perempuan memegang pengaruh kuat di Minangkabau," ujarnya.

Dalam diorama tersebut menggambarkan kehidupan perempuan di Minangkabau, mulai mengasuh anak, memasak untuk keluarga, hingga tradisi lisan dan pantun untuk menanamkan nilai kehidupan pada anak.

Halaman
12
Sumber: Tribun Padang
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved