Seni Musik
LANY dan Band Musik: Teman Perjalanan Bagi yang Jatuh Cinta, Patah Hati dan Rindu Akan Masa Lalu
MARAK musisi pendatang baru, LANY dengan akronim “Los Angeles New york” band pop rock asal Los Angeles ini tetap mempertahankan tempat istimewa di h
MARAK musisi pendatang baru, LANY dengan akronim “Los Angeles New york” band pop rock asal Los Angeles ini tetap mempertahankan tempat istimewa di hati para penggemarnya, termasuk di Indonesia.
Sejak debutnya pada 2014, grup yang kini digawangi oleh Paul Jason Klein (vokal, gitar, piano) dan Jake Clifford Goss (drum) ini telah berhasil memikat pendengar dengan racikan dream pop khas mereka perpaduan sempurna antara nuansa nostalgia, kisah cinta yang menggugah, dan melankolis akibat patah hati.
Musik LANY ibarat soundtrack bagi siapa pun yang sedang jatuh cinta, merindukan masa-masa indah, atau mencoba bangkit dari luka emosional.
Lirik-lirik mereka yang puitis dan mudah dipahami, dibalut dengan melodi synth-pop yang atmosferik, menciptakan pengalaman mendengarkan yang begitu intim dan emosional.
Nostalgia dalam Balutan Synth
Salah satu daya tarik utama musik LANY adalah kemampuannya membangkitkan rasa nostalgia. Melalui dominasi synthesizer dan nuansa retro ala era 80-an, mereka berhasil menciptakan atmosfer hangat yang membawa pendengar kembali ke kenangan lama.
Lagu-lagu seperti ILYSB, Pink Skies, dan Thru These Tears seakan menjadi mesin waktu yang menghidupkan kembali kisah-kisah cinta pertama yang penuh kepolosan dan kebahagiaan
Romansa yang Menggetarkan Hati
LANY selalu menemukan cara untuk merayakan cinta dalam berbagai bentuknya. Lewat lirik sederhana namun menyentuh, mereka menggambarkan gairah asmara, kerinduan mendalam, hingga janji setia yang terucap dengan tulus.
Super Far, Malibu Nights, dan Mean It adalah bukti bagaimana LANY merangkai kata-kata menjadi ungkapan cinta yang begitu kuat dan menggugah emosi.
Luka yang Menyayat, Namun Menenangkan
Di balik kilauan synth dan melodi yang catchy, LANY juga menyajikan sisi melankolis yang begitu jujur. Tak jarang, lagu-lagu mereka menjadi pelipur lara bagi hati yang terluka.
Thick and Thin, Okay, dan If This Is the Last Time adalah beberapa contoh bagaimana mereka mengangkat tema kehilangan, perpisahan, dan proses penyembuhan dengan begitu emosional, seolah menjadi teman bagi mereka yang sedang berusaha bangkit dari keterpurukan.
Konsistensi dalam Berkarya
Sejak awal kariernya, LANY terus menghadirkan musik berkualitas yang selalu dinantikan penggemar. Dari album debut LANY (2017) hingga Malibu Nights (2018), Mama’s Boy (2020), dan gg bb xx (2021), mereka tetap setia dengan karakter musik yang khas, namun tetap bereksplorasi dalam tema dan sound. Konsistensi inilah yang membuat mereka semakin dicintai.
Kisah Insipiratif - Upiak Isil Menapaki Jalan Hidup hingga Jadi Pencipta Lagu dan Musisi Minang |
![]() |
---|
Pica Rilis Singel Cahaya, Kata Si Pencipta Lagu Upiak Isil Terinspirasi Kisah Jumpa dan Cintai Suami |
![]() |
---|
Pica Rilis Single Cahaya Ciptaan Upiak Isil Genre Pop, Bernaung di Usil Production |
![]() |
---|
Musik Klasik: Simfoni Lawas yang Masih, Relevan pada Era Modern |
![]() |
---|
Makna Lagu Tavoryn dari Arash Buana: Memahami Cinta yang Kandas, Demi Berdamai dengan Masa Lalu |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.