Kota Bukittinggi

Pemko Bukittinggi Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil Jelang Idul Fitri 2025

Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis, bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) melakukan peninjauan langsung ke Pasar Bawah

Tayang:
Penulis: Fajar Alfaridho Herman | Editor: Rahmadi
Pemko Bukittinggi
PANTAUAN HARGA PASAR : Wawako Bukittinggi, Ibnu Asis saat melaksanakan pantauan harga pasar bersama TPID Bukittinggi, Rabu (26/3/2025). Ibnu menyebut bahwa stok bahan pokok aman dan harga relatif stabil. 

TRIBUNPADANG.COM, BUKITTINGGI - Pemerintah Kota (Pemko) Bukittinggi, Sumatera Barat memastikan ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri 1446 H. 

Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis, bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) melakukan peninjauan langsung ke Pasar Bawah pada Rabu (26/3/2025) untuk memantau kondisi pasar.

Ibnu Asis menjelaskan bahwa pemantauan harga pasar ini bertujuan untuk melihat langsung kondisi harga serta ketersediaan bahan pangan di pasaran.

"Hari ini kita melakukan peninjauan harga dan ketersedian bahan pokok menjelang Idul Fitri," katanya.

Dari hasil pemantauan tersebut, Ibnu mengatakan bahwa stok bahan pokok cukup dengan harga yang relatif stabil.

Baca juga: Profil & Biodata Justin Hubner, Pemain Timnas yang Rayakan Kemenangan Indonesia Atas Bahrain

"Sepanjang yang kami temui dapat disimpulkan, bahwa stok untuk kebutuhan pangan kita menjelang Idul Fitri aman dan harga stabil terkendali," tuturnya.

Ia juga berharap harga bahan pokok yang terkendali dapat membantu masyarakat, termasuk perantau yang pulang kampung.

"Khusus untuk bahan pokok, semoga dapat membantu perantau yang pulang kampung serta juga memenuhi kebutuhan kita yang ada di Kota Bukittinggi," katanya.

Sebelum melakukan pemantauan pasar, TPID Bukittinggi menggelar rapat untuk membahas kondisi inflasi di daerah tersebut.

Berdasarkan evaluasi, inflasi dalam tiga bulan terakhir masih terkendali. Pada Desember 2024, inflasi tercatat sebesar 0,44 persen.

Baca juga: Putrama Wahju Setyawan Dilantik Jadi Direktur Utama BNI, Alexandra Askandar Jadi Wakil Dirut

Memasuki Januari 2025, terjadi deflasi sebesar -0,76 persen, sementara Februari 2025 masih mengalami deflasi sebesar -0,48 persen.

Penurunan harga ini salah satunya dipengaruhi oleh subsidi listrik dari PLN hingga 50 persen.

Pemerintah Kota Bukittinggi juga telah menggelar pertemuan tingkat tinggi atau High Level Meeting bersama TPID untuk membahas langkah-langkah strategis dalam menghadapi Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah.

Dalam tinjauan ke Pasar Bawah, tim menemukan bahwa harga sejumlah komoditas pangan relatif stabil.

Beras premium dijual dengan harga Rp17 ribu per kilogram, sedangkan beras medium atau beras SPHP seharga Rp13 ribu per kilogram.

Baca juga: Cerita Pemudik dari Cilegon-Solok, Sebut Lama Perjalanan Ketika Menyeberangi Selat Sunda

Sedangkan harga bawang merah mencapai Rp32 ribu per kilogram, sementara bawang putih dijual Rp42 ribu per kilogram.

Selanjutnya, cabai merah keriting berada di angka Rp57 ribu per kilogram, daging sapi Rp150 ribu per kilogram, dan ayam ras Rp41 ribu per kilogram.

Untuk telur ayam ras, harganya berkisar antara Rp45.000 hingga Rp50 ribu per tray. Sementara itu, gula pasir konsumsi dijual Rp18 ribu per kilogram, tepung terigu curah Rp8 ribu per kilogram, minyak goreng curah Rp15 ribu per liter, dan tepung terigu kemasan Rp12 ribu per kilogram.

Dari hasil pemantauan, pemerintah optimistis harga bahan pokok tetap stabil hingga Lebaran. Langkah ini merupakan bagian dari upaya menjaga daya beli masyarakat dan mengantisipasi lonjakan harga yang kerap terjadi menjelang hari raya.

Pemko Bukittinggi terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan pasokan pangan tetap terjaga.

Jika terjadi lonjakan harga, pemerintah akan mengambil langkah cepat guna mengendalikan inflasi dan melindungi daya beli masyarakat.(*)

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved